Sukses

News & Entertainment

Sempat Cidera, Alya Rohali Tetap Jatuh Hati dengan Maraton

Fimela.com, Jakarta Aktris Alya Rohali kini sudah lama tak muncul di layar kaca. ternyata dirinya lebih memilih menyibukkan diri dengan hal bermanfaat lainnya, seperti mengikuti berbagai kompetisi berlari dari dalam hingga luar negeri.

Alya Rohali pun sempat mengalami beberapa kali cidera karenanya, meski begitu ia tak kapek dan terus mengikuti kompetisi olahraga maraton kapanpun dan di manapun.

"Happy aja. Kayak bisa sebagai mee time saya. Paling cocok olahraga ya berlari walaupun sebelumnya udah banyak down juga ya. Cidera ligamen, kuku kaki copot udah pernah. Tapi udah recovery ya balik lagi balik lagi. Emang hobby aja," ujar Alya Rohali saat ditemui dikawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

Menurut Alya Rohali, Cidera inilah yang menjadi perhatian coachnya. Walaupun begitu, dirinya sudah menegaskan akan bisa tetap maraton asalkan nutrsinya terpenuhi.

"Nah yang ligamen itu waktu di Tokyo Maraton, trauma enggak cuma jadi perhatian juga, sebelum ada assement dulu. Pernah cedera apa, mungkin permasalahannya robek ligamen. Saya amenia. Itu juga masalah, jadi mereka (coach) profit," katanya.

"Alhamdulillah selama latihan gaada masalah sama anemia karena makan di atur banget. Makan banyak banget. Nggak bisa diet, itu jadi kayak bensin. Mana Karbo paling besar, baru tau bihun karbonya tuh lebih besar dari pada nasi. Daripada makan nasi banyak mending bihun aja. Karbo terasa banget pas lari, bensin kecukupi banget dengan makan yang baik. Karena saya pernah ngerasain makan nggak teratur pas maraton kaya gaada bensin ya," tambah Alya Rohali.

2 dari 2 halaman

Ingin Punya Mendali yang Banyak

Diakui Alya Rohali, keinginannya mengikuti olahraga ini karena ingin mendapatkan enam mendali. Meskipun nantinya sudah semua terkumpul dirinya pun akan tetap menyukai olahraga tersebut.

"Saya pengen punya mendali 6 Major Maraton itu, Tokyo, Berlin, Chicago, New York, Baston dan London. Saya sudah punya 3. Setelah Seoul Insya Allah mau ikut yg New York maraton. Sebenernya itu aja sih pengen punya medali," ujarnya.

"Hmmm rencana saya setelah 6 mendali udah mau cukup, lari Full Maratonnya. Karena mau gimanapun umur nggak muda lagi. Diantara semua saya paling tua, udah 43 tahun jadi yaudah lebih realistis. Bakal lari tapi paling half maraton aja ya. Karena kalau full maraton berat banget," tuturnya.