Sukses

Parenting

Hati-Hati Jika Sering Memberikan Jawaban Bohong ke Anak-Anak!

Bunda, pernahkah Anda berbohong kepada anak Anda? Atau mungkin memberikan jawaban palsu hanya agar anak Anda berhenti bertanya? Boleh kah berbohong kepada anak? Seorang ahli pengasuhan anak sekaligus penulis Julia Cook, seperti yang dilansir dari mom.me, berkata, "Orang tua berbohong tentang kematian, perceraian, bencana, dan banyak hal lainnya... untuk melindungi anak-anaknya, tetapi anak-anak sangat perseptif dan bisa jadi nantinya mereka tidak mempercayai apa yang dikatakan orang tua di masa depan." Berikut ini ada beberapa jenis kebohongan yang sering dilakukan orang tua kepada kepada anaknya.

Kebohongan Persuasif

Banyak orang tua yang menakut-nakuti anaknya atas sebuah hal atau tindakan. Misalnya, "Kalau kamu tidak tidur sekarang, hantu akan menculikmu." Jika Anda melakukan hal ini, Anda malah memberikan sebuah ancaman . Akibatnya, anak Anda lama kelamaan tidak akan mempercayai Anda lagi. Lebih buruknya lagi anak-anak bisa meniru perilaku Anda untuk berbohong.

Jadi, daripada menakut-nakuti anak Anda atau mengancamnya, lebih baik berikan penjelasan yang jelas dan masuk akal. "Kalau kamu tidur sekarang, kita bisa membaca cerita bersama. Cerita apa yang akan kita baca untuk malam ini?"

Kebohongan untuk Menutupi Sesuatu

Harris penulis buku "Confident Parents, Remarkable Kids: 8 Principles for Raising Kids You'll Love to Live With" mengatakan bahwa banyak orang tua yang tidak mau disalahkan dan akhirnya membuat sebuah kebohongan. Misalnya, ketika anak Anda mengajak Anda untuk pergi ke taman tetapi Anda sedang sangat lelah, daripada berbohong, "Kita tak bisa pergi ke taman karena taman sedang tutup," sebaiknya berkata, "Bunda tidak ingin pergi ke taman hari ini. Kita cari kegiatan lain yang bisa kita lakukan bersama di rumah, yuk."

Kebohongan untuk Menghindari Sesuatu

Kebohongan seperti ini biasanya dibuat ketika anak bertanya tentang seks. Salah satu hal yang paling sering ditanyakan akan adalah, "Bayi itu berasal dari mana, Bunda?" Ketika Anda mendapat pertanyaan ini, usahakan untuk tidak membuat sebuah kebohongan. Anda bisa menyiasatinya dengan, "Bayi tumbuh di dalam perut ibunya." Hal ini penting agar anak bisa merasa bahwa dirinya diperhatikan dan mendapatkan jawaban yang sesuai.

Kebohongan Ganda

"Ayah dulu nggak merokok waktu di sekolah, cuma waktu sudah kuliah saja," mengatakan hal seperti seolah memberi ijin untuk anak Anda boleh ikut mencoba rokok jika sudah kuliah, meskipun Anda juga menjelaskan bahwa merokok itu berbahaya. Perlu digaris bawahi bahwa usahakan untuk tidak mengatakan sebuah hal atau isu yang belum sesuai dengan usia mereka.

Kebohongan Protektif

Memang adakalanya sebagai orang tua, Anda tak ingin menyakiti perasaan anak Anda. Misalnya, untuk menghibur hati anak Anda yang bertanya, "Apakah Bunda juga nanti akan meninggal?", daripada menjawab, "Bunda tidak akan pernah meninggal," sebaiknya Anda menjawab, "Tidak sekarang, Sayang. Ini Bunda masih bisa bersama Adek sekarang."

Daripada hanya terus-terusan mengungkapkan kebohongan untuk anak Anda, Anda sebaiknya memaparkan fakta-fakta yang ada hingga anak Anda merasa puas. Biasanya ketika jawaban yang Anda berikan tidak memuaskan anak Anda, ia akan bertanya lagi. Dan, tugas Anda adalah menjawab dengan sabar sesuai dengan fakta yang ada, hanya saja gunakan kata yang lebih mudah dipahami anak Anda.

(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading