Sukses

Parenting

Memelihara Kucing saat Sedang Hamil, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

Fimela.com, Jakarta Saat akan atau sedang hamil, kita sering diminta untuk menjauhi kucing. Bagi yang sudah lama memelihara kucing, seringkali harus rela menjauhkan diri dari kucing atau memberikan kucingnya untuk dirawat orang lain. Salah satu isu yang kerap membuat was-was adalah memelihara kucing bisa menyebabkan keguguran. Benarkah demikian?

Ada kekhawatiran keseharian merawat kucing membuat kita berisiko terinfeksi toksoplasma dan berakibat keguguran. Dikutip dari buku 9 Bulan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat, memang benar bahwa kucing dapat menjadi pembawa mikroorganisme yang dikenal sebagai Toksoplasma gondii. Toksoplasma gondii ini hidup di kotoran kucing. Nah, ini yang perlu digarisbawahi. Mikroorganisme tersebut hidup di kotoran kucing bukan di bulu kucing.

 

 

Memiliki Kucing Tak Otomatis Membuat Keguguran

Toksoplasma gondii bisa menyebabkan infeksi toksoplasma. Infeksi tersebut adalah salah satu dari beberapa infeksi yang dapat menyebabkan keguguran. Tapi tidak berarti memiliki kucing secara otomatis membuat kita berisiko mengalami keguguran. Sebenarnya tak perlu panik atau khawatir berlebihan terhadap memelihara kucing saat hamil.

Dipaparkan pula dalam buku 9 Bulan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat bahwa pada beberapa penelitian yang pernah dilakukan di Eropa (tahun 2000), risiko terbesar dari terinfeksi toksoplasma saat kehamilan berasal dari konsumsi daging setengah matang. Sedangkan kepemilikan kucing jarang menimbulkan infeksi toksoplasma. Dalam penelitian itu juga disebutkan bahwa kucing rumahan yang terawat dengan baik jarang sebagai pembawa mikroorganisme toksoplasma gondii. Malah hewan-hewan pengerat di sekitar rumah seperti tikus dan pada daging yang tidak dimasak dengan sempurna, toksoplasma gondii lebih sering ditemukan.

Cuci Tangan dan Jangan Ikut Membersihkan Kotoran Kucing

Setiap kali selesai bermain dengan kucing, selalu cuci tangan dengan bersih. Selain itu, sebaiknya kita tak ikut membersihkan kotoran kucing. Minta bantuan orang lain untuk membersihkan kotorannya. Kalau dalam kondisi terpaksa harus membersihkan kotoran kucing, gunakanlah sarung tangan yang aman. Juga hindari memberi makanan mentah pada kucing.

Menjaga kebersihan diri menjadi hal terpenting bila tetap ingin memelihara kucing selama kehamilan. Selain itu, selalu periksakan diri dan konsultasi rutin ke dokter untuk memastikan kondisi kehamilan tetap sehat.

 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Kekebalan Tubuh Ibu Selama Kehamilan Pengaruhi Kecerdasan Anak
Artikel Selanjutnya
5 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil Agar Janin Sehat