Sukses

Parenting

1001 Cara Bicara, Panduan Orangtua Berbincang Soal Kesehatan Seksual dengan Anak Remaja

Fimela.com, Jakarta Ketika buah hati tumbuh menjadi remaja, pasti akan ada perubahan yang sangat terasa. Sebagai orangtua pasti bisa merasakan perubahan sikap anak yang begitu kentara. Misalnya, anak-anak remaja cenderung lebih dekat dan terbuka dengan teman-teman sebayanya. Jarak yang merenggang antara orangtua dan anak remaja memang cerita lama, dan hampir terjadi di setiap keluarga. 

Di tahap inilah, orangtua kerap kali merasa kehidupan bagaikan menaiki roller coaster yang penuh dengan kejutan. Bukan hanya sikap remaja yang menjadi lebih tertutup, tetapi juga ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan anak mengenai organ reproduksi dan konsep seks. 

Menurut Psikolog Anak dan Remaja Alzena Masykouri, orangtua bertugas membimbing anak memasuki masa dewasa mempersiapkannya menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Namun, seiring dengan anak bertumbuh besar dan mengalami banyak perubahan secara sikap dan hormonal, banyak orangtua yang merasa jauh lebih tahu. Sehingga, komunikasi antara anak menjadi tertutup dan dingin, terutama ketika membicarakan hal-hal yang dianggap tabu. 

"Tugas orangtua adalah membimbing anak memasuki masa dewasa mempersiapkan anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Namun, orangtua kerap merasa paling tau dan mengerti. Padahal, memasuki masa remaja, anak dan orangtua justru sedang memasuki perubahan yang digambarkan sebagai roller coaster," jelasnya pada talkshow 1001 Cara Bicara di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Kamis (24/10) pagi.  

Pentingnya Belajar Bagaimana 'Ngobrol' dengan Anak Soal Kesehatan Reproduksi dan Seksual

Melihat hal ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng Skata mengadakan sebuah diskusi bagi para orangtua mengenai cara dan trik bagaimana membangun komunikasi yang hangat dan baik dengan anak-anak remaja, terutama pada saat membicarakan soal kesehatan reproduksi dan seksual. 

Menurut data BKKBN, pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi menjadi salah satu penyebab terjadi kehamilan dan pernikahan remaja di Indonesia. Menurut Riset Perilaku Seksual tahun 2017 yang dilakukan JHCCP dengan UGM, kurangnya pengetahuan remaja ini memiliki beberapa faktor. 

Antara lain, topik ini masih banyak yang menganggapnya tabu. Sehingga, ketika anak ingin bercerita atau bertanya, orangtua bukannya mengarahkan dan mengajak diskusi, tetapi justru marah. Hal ini justru akan membuat anak takut untuk lebih terbuka dan berdiskusi dengan orangtua mereka. 

1001 Cara Bicara Menjadi Panduan Orangtua

Selain diskusi yang diadakan, BKKBN dan Skata juga mengeluarkan sebuah buku panduan dengan tajuk yang sama; 1001 Cara Bicara yang berisikan panduan orangtua untuk dapat lebih memahami diri, remaja, dan problema yang muncul dalam dunia remaja. 

Juga, terdapat penjelasan mengenai gaya-gaya komunikasi dan pola asuh anak berkesadaran, lengkap dengan contoh kasusu dan saran bagi orangtua mengenai bagaimana memberikan tanggapan dan bagaimana menghadapi situasi dan kondisi tertentu. 

#Growfearless with FIMELA

Fimela ingin mengajak kamu untuk lebih inspiratif dan positif dengan lewat berbagai kelas menarik di Fimela Fest 2019. Yuk, daftarkan dirimu di sini!

Loading
Artikel Selanjutnya
Gerakan Sadar Kebersihan Menstruasi untuk Remaja di Pelosok Indonesia
Artikel Selanjutnya
FIMELA FEST 2019: Intip Tantangan yang Dihadapi Orangtua Mengasuh Anak di Era Digital