Sukses

Parenting

Bayi Mengalami Konstipasi saat Diberi MPASI, Normalkah?

Fimela.com, Jakarta Bayi mengalami konstipasi atau susah buang air besar saat diberi MPASI, apakah hal ini normal? Kondisi ini bisa cukup mengkhawatirkan sebab anak akan merasa tidak nyaman. Kita pun mencemaskan kondisi kesehatannya. Namun, kondisi tersebut masih terbilang normal.

Sembelit atau konstipasi pada bayi yang memulai MPASI adalah sesuatu yang normal. Mengutip buku Mommyclopedia: 567 Fakta tentang MPASI, hal tersebut merupakan hal yang normal karena saluran cerna bayi sedang beradaptasi dari yang biasanya menerima makanan cair (ASI) menjadi makanan padat. Pada bayi yang baru memulai adaptasi, konstiptasi sangatlah wajar karena usus bayi baru beradaptasi dari makanan cair ke makanan padat.

Bukan Berarti Bayi Belum Siap Menerima Makanan Padat

Ketika sudah berusia enam bulan, bayi sudah bisa diberi makanan pendamping ASI dengan gizi dan nutrisi seimbang. Bayi yang konstipasi setelah diberi MPASI bukan berarti belum siap menerima makanan padat. Namun, memang sedang dalam fase adaptasi.

Yang dimaksud dengan kondisi konstipasi ini adalah kondisi di mana kotoran keras secara terus menerus selama sebulan. Bila hanya terjadi sesekali maka tidak didiagnosis sebagai konstipasi.

 

Perlukah Diberi Makanan Tinggi Serat?

Pada orang dewasa, saat mengalami konstipasi atau sembelit kita disarankan untuk memperbanyak konsumsi serat. Namun, pada bayi kondisinya berbeda. Penelitian menunjukkan pemberian serat lebih tinggi dibanding kebutuhan bayi dan anak tidak memperbaiki sembelit. Makanan yang tinggi serat dapat menghambat penyerapan nutrisi lain dan mengenyangkan.

Perlu dipahami bahwa kapasitas lambung bayi masih kecil. Bila kita memberikan makanan yang terlalu tinggi kandungan seratnya, maka bayi tak akan mampu mengonsumsi bahan makanan yang mengandung nutrisi lain. Utamakan memberikan MPASI dengan kandungan gizi dan nutrisi yang tetap seimbang.

Bila masih mengkhawatirkan atau mencemaskan kondisi si kecil, ada baiknya untuk segera berkonsultasi ke dokter, ya. Semoga informasi ini bermanfaat.

#GrowFearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading