Sukses

Parenting

Menteri Nadiem Makarim Dukungan Orangtua Hingga Gizi Anak Penting untuk PTM yang Aman

Fimela.com, Jakarta Pembelajar Tatap Muka (PTM) sudah mulai dilakukan dibeberapa daerah Indonesia. Tentu bukan hal mudah kembali ke sekolah di masa pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

Itulah mengapaa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, B.A, M.B.A, mengatakan dukungan dari orangtua dan keluarga sangat dibutuhkan untuk penyelenggaraan PTM terbatas yang aman, nyaman, dan optimal. 

“Gerakan Nusantara merupakan contoh praktik yang perlu terus ditingkatkan dan dilanjutkan. Semoga kolaborasi di antara kita akan mengantarkan anak-anak Indonesia kembali mendapatkan pendidikan yang normal. Mari kita laksanakan PTM terbatas sebaik mungkin untuk mewujudkan merdeka belajar,” kata Menteri Nadiem dalam siaran pers yang diterima Fimela.com.  

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Indra Gunawan, S.K.M., M.A., mengatakan keluarga harus menjadi pilar untuk menyiapkan berbagai kebutuhan untuk anak-anak saat PTM terbatas dan memberikan pemahaman bagi anak-anak kita bagaimana menerapkan protokol kesehatan. 

“Agar anak-anak kita tetap sehat dan kuat dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka, pemenuhan gizi perlu diperhatikan. Karena bagaimanapun dalam pandemi ini anak-anak kita harus tercukupi dan terpenuhi gizinya agar tubuhnya lebih tahan dari penularan COVID-19,” kata Indra Gunawan.

Pakar Gizi, Ketua PKGK UI, Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, PhD, mengatakan pada masa PTM terbatas anak didik sebaiknya dibiasakan mengonsumsi asupan dengan pola gizi seimbang sesuai pedoman Isi Piringku, melakukan aktivitas fisik yang baik, perilaku hidup bersih dan istirahat yang cukup.

 "Salah satu pilar gizi seimbang adalah mengonsumsi asupan makanan dan minuman yang seimbang untuk mencapai kualitas kesehatan yang optimal, salah satu caranya dengan rutin mengonsumsi protein hewani. Protein hewani dengan kandungan asam amino esensial memiliki bermacam fungsi, diantaranya untuk memperbaiki sel yang rusak serta menjaga imunitas, serta mencegah terjadinya stunting,” kata Ahmad Syafiq.

Sumber protein hewani dapat ditemui dari berbagai sumber, misalnya susu dan telur.

Karakteristik anak-anak generasi Z

Era digital saat ini telah membuka peluang belajar lintas waktu dan tempat. Terlebih, peserta didik yang turut menjalani sekolah daring saat ini dilakukan oleh Gen-Z & Post Gen-Z. Pakar Edukasi Gen Zillenial sekaligus Ketua PGRI SLCC, Prof. Dr. Eko Indrajit, M.Sc, menyoroti karakteristik anak-anak generasi Z yang berbeda dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. 

Menurutnya, generasi Z mampu mempelajari sesuatu melalui gadget, cenderung individualis dan tidak ingin dikendalikan oleh guru atau orang tua. Oleh karena itu, beliau memberikan tips untuk orang tua dalam mendidik anak-anak Gen Z, salah satunya orang tua diharapkan dapat menjadi teman dalam perjalanan hidup dan pendidikan anak-anak. 

“Jangan menggurui melainkan dampingi kehidupan mereka. Jangan mudah marah tapi harus memahami bahasa kehidupan mereka. Banyaklah berkomunikasi melalui visual, awasi sosial media mereka tetapi jangan bereaksi berlebihan. Cobalah meminta mereka mengajarkan kita mengenai berbagai trend yang sedang terjadi di dunia. Lalu, sesekali cobalah bermain game bersama mereka sebagai ungkapan rasa empati. Dengan begitu, mereka akan menganggap orang tua sebagai teman, dan kehadiran orang tua akan disetujui oleh mereka,” jelas Prof. Eko. 

Diluncurkan pertama kali pada tahun 2013, saat ini Gerakan Nusantara telah menjangkau lebih dari 2,5 juta siswa dan lebih dari 6.000 guru dari hampir 5.000 Sekolah Dasar di Indonesia.

“Gerakan Nusantara digagas sebagai upaya untuk meningkat literasi gizi, mengedukasi tentang pola konsumsi pangan sehat dan aman, gaya hidup aktif di lingkungan sekolah dasar serta membiasakan minum susu setiap hari. Melalui Gerakan Nusantara, kami dapat terus menjalankan komitmen jangka panjang FFI untuk memberikan edukasi kepada murid, guru, dan orang tua mengenai pentingnya menerapkan gaya hidup sehat aktif melalui konsumsi asupan makanan sesuai pedoman gizi seimbang serta kebaikan susu agar tercipta keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera dan selaras,” ujar Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro. Gerakan Nusantara tahun ini juga menghadirkan kegiatan penyaluran bakat siswa melalui Festival “Literasyik” yang diikuti lebih dari 500 siswa dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini ditujukan untuk mengajak anak Indonesia agar dapat mengungkapkan ide atau gagasannya serta menyerukan kampanye gaya hidup sehat aktif, salah satunya dengan mengonsumsi makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan konsumsi susu secara rutin melalui storytelling, video kreatif, dan musikalisasi.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat menjadi “agent of change” untuk menjaga kesehatan dan kelestarian bumi, demi mewujudkan Indonesia yang sehat, sejahtera dan selaras. Gerakan Nusantara 2021 juga akan menggelar webinar guru pada tanggal 27 November mendatang yang akan membahas persiapan PTM di sekolah.

#elevate women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Perjalanan Nadiem Makarim Tanggapi Kritik terhadap Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021
Artikel Selanjutnya
Nadiem Makarim Terima Penghargaan People of The Year 2021