Mengenal Makanan Jin di Padepokan Milik Gatot Brajamusti

Edy Suherli diperbarui 02 Sep 2016, 14:41 WIB

Fimela.com, Jakarta Tertangkapnya Gatot Brajamusti dan Reza Artamevia di Mataram, Nusa Tenggara Barat  menjadi berita heboh di berbagai media cetak dan elektronik. Pasca penangkapan ini  terungkap pula kalau selama ini anggota padepokan Brajamusti mengonsumsi makanan jin yang bernama apat alias asfat.

Sejatinya soal aspat ini, sudah muncul sejak padepokan Brajamusti pertama kali mencuat, tepatnya ketika Reza Artamevia menghilang di Bandara Soekarno Hatta usai penerbangan dari Surabaya pada bulan Desember 2004. Tak lama setelah itu ketahuan, bahwa pelantun tembang Pertama itu ‘diselamatkan’ oleh Gatot Brajamusti dan dibawa ke padepokannya di Cisaat, Sukabumi.

Selain melakukan aktifitas seperti bernyanyi, mereka yang bergabung di padepokan Brajamusti ini disuguhi makanan khusus. Menurut Rensi Milano kakak kandung Elma Theana, makanan yang diberikan berupa serbuk putih. Kepada anggota padepokan tersebut Gatot menyebutnya sebagai aspat. "Dia bilang itu bukan sabu tapi aspat. Aspat itu makanan jin katanya," kata Rency Milano saat dihubungi wartawan, Kamis (1/9/2012).

Soal aspat yang sering dikonsumsi oleh Reza Artamevia juga anggota padepokan lainnya, dikemukakan juga oleh pihak Badan Narkotika Provinsi NTB. Dalam pemeriksaan  seperti yang dilansir Liputan6.com, Reza mengakui menggunakan sebuah obat yang bernama asfat. Asfat yang dikonsumsi Reza tersebut pun ternyata mengandung zat amphetamin seperti halnya sabu.

Menurut dokter Yuli, selaku Tim dokter BNNP NTB, menjelaskan asfat merupakan suatu benda yang dibakar di bohr/nampan kecil. Asap dari barang tersebut bisa membuat badan yang tidak fit menjadi bugar. "Reza dan lainnya mengaku hanya menggunakan barang itu jauh-jauh hari sebelum kongres, untuk menghindari capek karena kongres," ujar Yuli.

Sementara itu, pernyataan berbeda dikemukakan oleh Irianti Erningpraja. Menurut Irianti dia juga pernah ditawari makanan serupa, namun namanya obat herbal. Karena Irianti tak berani, ia tak mau mengonsumsi makanan khas ala padepokan ini. “Saya kan mantan atlet, jadi enggak biasa mengonsumsi obat-obat termasuk yang berkatagori herbal. Bukan apa-apa saya takut disangka dopping,” katanya.

Sebenarnya soal aspat atau sekarang disebutkan sebagai asfat, adalah barang lama. Gatot Brajamusti kepada beberapa wartawan beberapa media, termasuk penulis, pernah menjelaskan soal aspat yang banyak diduga sebagai sabu. Ketika itu penjelasan yang dikemukan Gatot tak berbeda seperti yang dijelaskan oleh Rency Milano dan beberapa anggota atau orang yang pernah bergabung di padepokan Brajamusti. Gatot menjelaskan kalau yang mereka konsumsi adalah barang bernama aspat, bukan sabu seperti yang banyak diduga orang. “Itu bukan sabu, tetapi aspat,” tegas Gatot Brajamusti kepada penulis saat melakukan wawancara di Padepokan Brajamusti, Cisaat, Sukabumi, dua belas tahun silam.

Gatot memang harus menjelaskan soal aspat yang banyak dikira sebagai sabu, karena isu itu memang berhembus kencang seiring dengan populernya nama padepokan mereka. Maklum saat itu sejumlah selebriti terkenal bergabung di sini seperti Elma Theana, Reza Artamevia, dan Rensi Milano serta Irianti Erningraja. Dua nama terakhir hanya bertahan dalam bilangan bulan di padepokan ini.

Menurut sumber Bintang.com cara mengonsumsi ‘makanan jin’ di padepokan ini tak berbeda dengan menggunakan sabu. Bahkan yang lebih unik lagi transfer asap dilakukan oleh Gatot Brajamusti dengan menggunakan mulut. Pernyataan ini tak berebda dengan yang dikemukakan oleh Rency Milano.

Rency sendiri mengaku pernah sekali ketika dia ditawari untuk mengonsumsi barang yang disebut aspat itu, namun ia menolak. Pasalnya, Gatot ingin memasukkan asap dari pembakaran barang haram itu dari mulut ke mulut. "Saya sendiri tidak pernah pakai itu sedikitpun. Dia bahkan sempet mau keluarkan asap dari mulut dia ke mulut saya. Di situ saya enggak mau, dan keluar dari sana (padepokan)," ungkap Rency Milano.

Persoalan aspat lama-kelamaan tenggelam, sampai akhirnya Gatot Brajamusti dan Reza Artemevia tertangkap dalam penggerebekan di Mataram pada Sabtu (27/8/2016). Seiring dengan itu persoalan aspat pun kembali muncul. Sampai saat ini misteri aspat masih menjadi perbincangan yang menarik. Apakah aspat sama dengan sabu, ataukah aspat hanya barang serupa sabu. Yang jelas cara mengonsumsi ‘makanan jin’ ini sama persis dengan sabu.