7 Ujian Jelang Pernikahan, Yuk Hadapi dengan Bijaksana!

fitriandiani diperbarui 04 Des 2017, 14:16 WIB

Fimela.com, Jakarta Banyak yang bilang kalau menjelang pernikahan itu, biasanya ada-ada saja ujian yang menimpa pasangan. Kamu yang sudah hidup damai sebagai suami istri dan melewati masa-masa tersebut mungkin bisa membenarkannya, meski tentu saja bentuk ujian yang dihadapi berbeda-beda.

Setidaknya, kamu bisa sedikit lebih tenang karena ujian-ujian yang datang menimpamu dan pasangan jelang pernikahan itu merupakan hal yang wajar terjadi. Bukan karena adanya gangguan serius apalagi diterjemahkan sebagai pertanda buruk. Nggak, nggak gitu kok.

Kamu yang selangkah lagi sampai ke pernikahan harus pintar-pintar memilah mana yang harus benar-benar dipikirkan mana yang sebaiknya dianggap lalu saja. Usahakan agar kamu tetap positif!

Sebetulnya, ujian yang datang jelang pernikahan ada itu ada karena saat kamu dan dia sibuk mempersiapkannya, kamu dan dia bakal benar-benar terforsir sehingga kalian sama-sama berada pada titik lelah dan cenderung lebih sensitif. Makanya dalam fase ini, saling mendukung antara pasangan itu harus, nggak boleh nggak.

Selama masih dalam batas wajar, ujian-ujian yang datang jelang pernikahan itu nggak usah terlalu dibikin pusing. Seperti apa ujian-ujian yang kerap datang jelang pernikahan tersebut? Cek di bawah inI!

2 dari 8 halaman

1. Ragu-ragu, apakah dia benar orang yang tepat?

Mau memutuskan untuk hidup dengan satu orang yang sama selamanya memang bukan hal mudah, wajar kalau banyak hal yang kamu pikirkan dan pertimbangkan. Namun dalam kondisi psikis yang tertekan jelang pernikahan, wajar kalau pemikiran itu malah cenderung jadi keraguan. 

3 dari 8 halaman

2. Takut salah mengambil keputusan

Siapa sih yang nggak takut salah mengambil keputusan? Tapi, kita kan nggak akan tahu keputusan yang diambil itu salah atau benar kalau belum dijalani. Nah, di sini juga kelihatan fungsinya masa-masa pacaran; untuk membentuk keyakinan terhadap pasangan sebelum menikah.

4 dari 8 halaman

3. Tiba-tiba kepikiran, apa dia benar-benar sudah bisa lepas dari mantannya?

Aneh, pikiran seperti ini malah bisa muncul meski sebelumnya pacarmu dan mantannya nggak pernah ada sangkut pautnya lagi.

5 dari 8 halaman

4. Di saat-saat genting, justru ada orang lain yang tampak lebih dan menawarkan segalanya ke kamu

Yang satu ini juga banyak terjadi, orang ketiga muncul saat kamu dan pacar sudah memutuskan untuk menikah, dan si orang ketiga tampak lebih menarik dibandingkan dengan pacar sendiri. Well, ujian itu nyata. Tapi kamu dan pacarmu selalu punya daya untuk nggak ngasih panggung ke si orang ketiga ini kok. :)

6 dari 8 halaman

5. Khawatir tentang finansial keluarga baru kalian setelah acara pernikahan selesai

Tentunya setiap orang nggak ingin hidup sengsara secara finansial setelah menikah, minimal cukup untuk hidup nyaman. Wajar kalau kekhawatiran tentang masa depan keluargamu ada, tapi kamu juga harus ingat dan sadar kalau sejak sebelum menikahpun kamu bisa memprediksi sedikit demi sedikit kondisi finansial kamu dan suami.

7 dari 8 halaman

6. Persiapan pernikahan ada saja kurang-kurangnya

Tadinya dipikir, mempersiapkan pernikahan bakal "gitu doang", ternyata nggak. Banyak banget hal-hal kecil yang datang bertubi-tubi, dan itu yang bakal bikin kamu merasa persiapanmu kurang terus.

8 dari 8 halaman

7. Vendor yang seakan jadi susah diajak kerja sama

Stres sama vendor pasti dirasakan, tapi yang satu ini juga harus kamu jaga banget supaya nggak kelewatan. Selain mood kamu dan pasangan, kamu juga harus jaga mood mereka supaya tetap baik saat bekerja sama denganmu mewujudkan pernikahan impian kalian.

Kalau nggak sedang mengalaminya sendiri, atau justru sudah pernah mengalaminya, masalah-masalah seperti di atas memang tampak seperti sederhana saja. Siapapun, bukan cuma pasangan yang hendak menikah, bisa mengalaminya. Namun bagi yang sedang merasakannya langsung, masalah tersebut bisa jadi permasalahan serius karena kondisi psikis yang sedang tertekan dalam masa persiapan pernikahan.

Nggak apa-apa, yang penting semangat saja, ya, girls! Sering-sering ngobrol intens sama calon suamimu tentang segala keluh kesah yang kamu rasa. Saling mengerti dan saling dukung. Nanti setelah pernikahan kalian terlaksana, keadaan akan kembali normal, kok. :)