Kediri Mencekam, Suara Gemuruh Letusan Gunung Kelud Masih Terdengar

Fimela diperbarui 14 Feb 2014, 11:20 WIB

Setelah meletus kemarin malam sekitar pukul 22:55 WIB, bunyi gemuruh dan dentuman-dentuman keras masih terus terdengar dari puncak Gunung Kelud. Suara gemuruh dan dentuman yang disertai kilatan petir semalam membuat suasana di kawasan Kediri dan Kabupaten Malang mencekam.

Jelas fenomena alam ini membuat para warga khawatir. Hingga pagi ini pun hujan abu vulkanik masih mengguyur sejumlah daerah, seperti Kediri, Blitar, dan daerah lainnya. Tak hanya abu, batu kerikil pun ikut berjatuhan. Ukuran batu yang jatuh pun tak tanggung-tanggung, yaitu hingga sebesar ibu jari. Bau belerang pun masih tercium menyengat hingga ke wilayah Kediri dilansir dari merdeka.com (14/2).

Beberapa saat setelah Gunung Kelud meletus, petugas Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi meninggalkan Pos Pengamatan Gunung Api Kelud di Desa Sugihwaras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

"Petugas sudah meninggalkan pos saat letusan ke-3 pada Kamis pukul 22.30 WIB," ujar Pelaksana Tugas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab kediri Edhi Purwanto.

Sebanyak sekitar 66 ribu jiwa harus dievakuasi setiap kali Kelud mengalami erupsi. Para warga ini berasal dari 4 kecamatan yang berdampak langsung terkena bencana letusan, yakni Kecamatan Ngancar, Kepung, Plosoklaten, dan Puncu.

Semburan larva pijar pun juga terlihat jelas dari Desa Kaweron, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada radius 15-20 kilometer dari puncak Kelud. Semburan larva sesekali hilang dan digantikan kepulan awan hitam.

Tak baru sekali ini Kelud meletus Ladies, Gunung yang memiliki ketinggian 1731 meter ini sudah meletus hingga 25 kali semenjak rentang tahun 1000 hingga 2007. Puluhan ribu nyawa harus melayang, kerugian materiil pun tak dapat dihindari.

Well Ladies, mari kita tundukkan kepala sejenak memohon pada Sang Kuasa untuk melindungi saudara-saudara kita di sana. Semoga bencana alam di ibu pertiwi cepat berakhir :)

(vem/and)
What's On Fimela