Dihina Habis-Habisan Karena Muslim, Wanita Ini Mendonasikan Uang Untuk Setiap Komentar Negatif

Fimela diperbarui 18 Nov 2015, 15:30 WIB

Menjadi seorang muslim yang terlahir sebagai Kristen (dulunya) dan berada di lingkungan yang mayoritas Kristen, membuat wanita bernama Susan Carland mendapat banyak komentar kebencian dan negatif dari banyak orang yang anti-Islam. Wanita yang bekerja sebagai dosen sosiologi di Monash University ini menjadi mualaf di usia 19 tahun dan hingga kini usianya 34 tahun.

Banyak orang dari berbagai kalangan berusaha keras memberitahu wanita asal Australia ini seperti apa kepercayaan yang ia pegang saat ini. Dikutip dari theage.com.au, Susan mendapatkan banyak komentar pedas lewat Twitter dan pesan Facebook dari berbagai kalangan anonim yang mengatakan bahwa sebagai perempuan Muslim, ia hanya suka melakukan penindasan, perang dan seksisme.

Mereka bahkan tidak sekali pun mendengar penjelasan yang Susan berikan dan hanya mempercayai apa yang ingin mereka percaya saja. Pelecehan secara online dari banyak orang dan dari berbagai latar belakang ini bahkan ada yang memintanya meninggalkan Australia, mengharapkan dirinya segera mati, menghina penampilannya karena memakai hijab, dan menuduhnya sebagai setan yang berencana mengambil alih negara dan lain sebagainya.

Beberapa akun yang ia lihat ternyata juga mengirimkan pesan kemarahan dan kebencian kepada semua orang muslim yang mereka temui. Dan ketika berbagai cara untuk melawan komentar-komentar negatif yang ia terima telah dicoba, bukannya kemarahan yang ia tunjukkan seperti kebanyakan orang kira.

 

Sebaliknya, ia justru dengan tenang menghadapinya karena Islam mengajarkan hal itu. Ia juga  membawa ide mengejutkan, yaitu dengan menghitung semua komentar negatif tersebut dan menukarnya menjadi setiap keping uang untuk didonasikan ke UNICEF.

Ia awalnya mengabaikan semua komentar tersebut, namun ia kini membiarkannya, menanggapi dengan santai dan mendorongnya bertekad menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Karena Susan sendiri tahu bahwa semua komentar itu tidak menunjukkan siapa dirinya dan bagaimana agama yang dipeluknya. Ia juga merasa telah melakukan hal yang benar untuk membalas semua komentar negatif semua orang.

Karena apa yang ia lakukan, ia justru mendapat balasan positif dari pihak UNICEF yang memujinya karena mengembalikan kebencian dengan kebaikan. Wah, patut dicontoh nih Ladies.

(vem/feb)
What's On Fimela