Berapa Air Mineral yang Dibutuhkan Anak Sesuai Usianya? Ini Jawaban Ahli

Fimela diperbarui 27 Jul 2017, 19:00 WIB

Kita semua tahu bahwa air mineral memiliki manfaat besar bagi tubuh kita. Walaupun demikian, tetap saja kita selalu lalai untuk meminum air mineral secara rutin.

Untuk itu sebaiknya kebiasaan yang baik seperti minum air mineral perlu diterapkan sejak usia dini moms, agar anak dapat tumbuh dan beraktifitas dengan baik. Serta terbiasa mengonsumsi air mineral hingga dewasa.

Sebab data riset di 13 negara yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition, begitu memperhatikan, 1 dari 4 anak di Indonesia masih kurang minum, di mana 30% yang dikonsumsi bukan air mineral. Padahal anak pra-sekolah (usia 4 – 6 tahun) membutuhkan 1,2 liter air mineral per hari (setara dengan 5 – 6 gelas), sedangkan anak usia 7 – 9 tahun membutuhkan sekitar 1,5 liter air mineral (6 – 7 gelas setiap hari).

Anak lebih rentan mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa karena mereka memiliki sensibilitas rasa haus yang lebih rendah serta tidak dapat mengekspresikan rasa haus dengan baik. Serta kebanyakan anak-anak mengonsumsi gula melewati batas hingga 15 persen. Padahal mengonsumsi gula tidak boleh lebih dari 10 persen dalam minuman. Oleh karenanya, penting bagi orangtua menanamkan kebiasaan minum air mineral sedini mungkin.

 "Anak yang aktif berkegiatan perlu dibiasakan minum 2 – 3 gelas air mineral (400 – 600 ml) di luar rumah untuk mengurangi kemungkinan dehidrasi dan menstabilkan suhu tubuhnya. Sisanya bisa dipenuhi ketika anak ada di dalam rumah di bawah pengawasan orang tua. Harus minum enam gelas, kalo aktivitas biasa, kalo lebih aktif minum air lebih banyak.” jelas dr. Budi Wiweko, Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), saat ditemui dalam acara sosialisasi program Aqua ‘Aku Mau Air, Aku Sehat’.

Kekurangan air dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang maupun jangka pendek. Gangguan tersebut antara lain infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Agar terhindar dari resiko gangguan kesehatan ini, moms perlu membiasakan anaknya untuk minum air mineral secara mandiri, baik di dalam maupun di luar rumah.

Kebiasaan ini bisa dibangun dengan memberikan arahan dan jejak ingatan positif terhadap kebiasaan minum air mineral sebelum, selama dan sesudah beraktifitas fisik. Gangguan ginjal akut, atau konstipasi, secara jangka pendek dapat mengganggu kognisi, atensi, atau memori.

"Mineral yang terkandung dalam air memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Misalnya, zinc berfungsi untuk membantu respon imun dan fungsi otak manusia, untuk kalium dapat membantu sistem saraf dan otot tubuh, magnesium dan kalium untuk menjaga jantung dan pembuluh darah, dan berbagai manfaat baik lainnya, “ tambah dr. Budi.

Sebenarnya tubuh manusia sendiri akan secara normal memberikan syarat apabila kita sedang sedang mengalami dehidrasi. Seperti frekuensi urin menjadi jarang dan haus. Nah, moms kamu juga bisa memantau jika si kecil tidak cukup air mineral dalam tubuhnya dengan melihat ciri-ciri seperti sering mengeluh haus, bibir kering, ikuti anak jika ia ingin buang air kecil dan lihat warna urinnya, jika jernih sedikit kuning itu menandakan cairan tubuh cukup. Namun jika kuning tua patut diwaspadai.

Nah moms mulai saat ini jangan sepelekan minum air mineral bagi sikecil ya. Ajaklah mereka rajin minum air mineral.

(vem/asp/mim)
What's On Fimela