Mom Melewatkan Aktivitas Menyusui, Ini yang Akan Terjadi Pada Produksi ASI

Fimela diperbarui 24 Agu 2017, 12:30 WIB

Usai melahirkan, penting bagi setiap Mom untuk menyusui buah hati. Idealnya, bayi menyusu pada Mom hingga usia 1 sampai 2 tahun. Namun, karena saat ini banyak Mom yang menyandang status sebagai wanita karir, tidak sedikit Mom yang terpaksa melewatkan aktivitas menyusui buah hatinya dengan alasan jauh dari buah hati dan bekerja.

Sementara di tempat kerja, tidak sedikit Mom yang malas untuk memompa ASinya. Tentu saja, ini sangat disayangkan.

Selain sebagai minuman bernutrisi tinggi bagi buah hati, ASI juga merupakan makanan buat buah hati. ASI adalah asupan nutrisi utama bagi bayi sebelum ia bisa mengonsumsi makanan lain. Dikutip dari laman boldsky.com, produksi ASI akan stabil dan mencukupi selama Mom memiliki asupan nutrisi cukup, buah hati menyusu di waktu yang tepat dan aktivitas menyusui tidak terlambat dilakukan.

Saat Mom memutuskan untuk melewatkan atau menghentikan aktivitas menyusui, ini bisa berakibat fatal terhadap produksi ASI. Mom yang tidak menyusui hingga 2 hari dan tidak memompa ASI, ini bisa mengurangi produksi ASI di hari-hari berikutnya. Lebih parah lagi, produksi ASI akan benar-benar macet alias nol.

Para ahli mengungkapkan jika ketika bayi minum ASI banyak, maka produksi ASI juga akan meningkat. Tapi, jika bayi tidak mengonsumsi ASI sama sekali karena telah digantikan oleh susu formula atau lainnya, maka produksi ASI akan menurun bahkan berhenti total. Dan ini terjadi secara alamiah.

Selain produksi ASI yang menurun, melewatkan aktivitas menyusui juga memungkinkan Mom mengalami pembengkakan payudara, dada sesak, payudara terasa sakit dan iritasi pada puting payudara. Ahli menyarankan agar ketika Mom hendak melewatkan atau menghentikan aktivitas menyusui, ia senantiasa berkonsultasi dengan dokter.

Penting juga bagi Mom untuk menghentikan aktivitas menyusui secara perlahan di waktu yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat.

(vem/mim)
What's On Fimela