China adalah salah satu Negara yang dapat menerima kebiasaan menyusui. Kegiatan menyusui biasa dilakukan oleh para wanita yang menyusui. Tapi, itu dulu ya ladies sekitar 30-40 tahun yang lalu.
Penurunan jumlah wanita menyusui dapat dikatakan relative cepat di daerah perkotaan. Karena didasari oleh beberapa faktor. Menurut ncbi.nlm.nih.gov ada beberapa faktor yang membuat penurunan jumlah wanita menyusui di China.
Pertama, adalah terjadinya pemisahan bayi yang baru lahir dengan ibunya di rumah sakit. Kedua, setelah melahirkan sang ibu kembali bekerja lebih awal.
Hal tersebut terjadi karena rata-rata orang China lebih mementingkan pekerjaannya. Bahkan penelitian menunjukan bahwa jumlah wanita yang tidak menikah sangat banyak karena mereka lebih memilih untuk bekerja untuk mendapatkan materi.
Pemahaman terhadap kebaikan susu orang China ternyata masih rendah lho. Rata-rata dari mereka tidak mengetahui manfaat baik dari menyusui dan tidak mengetahi zat yang terkandung dalam ASI itu sendiri. Sehingga berdampak pada tidak adanya rasa tanggung jawab untuk menyusu. Wah, sayang sekali ya Ladies.
Selain itu, faktor keempat yang memudahkan mereka untuk tidak menyusui adalah anggapan yang sama antar manfaat ASI dan susu formula nih. Penelitian di China menunjukan bahwa bayi yang besar dengan mengkonsumsi susu formula akan tumbuh lebih baik daripada mengkonsumsi ASI. Mengapa demikian?
Ternyata, setelah proses penyapihan si bayi tidak diberi makanan dengan nutrisi yang cukup. Ingat ya Ladies, makanan bernutrisi setelah berhenti menyusui sangat diperlukan untuk menjaga pertumbuhan anak lho. Karena, setelah anak berusia 6 bulan, harus ada makanan padat tambahan yang pas untuk umur si anak.
Oleh: Gilang Pratiwi
(vem/tyn)