Apabila risiko terjadinya sebuah penyakit di Indonesia ini sangat kecil, untuk apa kita repot-repot memberi imunisasi anak? Mungkin Bunda pernah berpikir seperti itu. Namun, benarkah cara berpikir yang seperti itu?
Seperti dilansir dari laman whattoexpect.com, meskipun risiko terjadinya penyakit itu kecil, anak harus tetap diberi imunisasi. Alasannya adalah risiko kecil berarti risiko tersebut masih ada. Jadi, sebagai orang tua, Bunda harus tetap berusaha melindungi anak, sekecil apapun risiko terjadinya penyakit tersebut.
Penyakit cacar air adalah satu-satunya penyakit yang sudah benar-benar hilang dari muka bumi ini. Hal tersebut menjadi alasan mengapa vaksin cacar air dihilangkan dari jadwal imunisasi rutin Amerika Serikat.
Semua penyakit kecuali cacar air masih kerap terjadi di seluruh belahan dunia ini. Jadi, anak masih harus diberikan imunisasi untuk mencegah anak terinfeksi penyakit-penyakit tersebut.
Kenyataannya, penyakit-penyakit tersebut mudah sekali ditularkan dengan hanya pergi ke luar negeri sekali. Wabah yang terjadi di Amerika Serikat dimulai ketika orang Amerika Serikat yang tidak diimunisasi pergi ke negara lain. Dia pergi ke sebuah negara di mana imunisasi rutin tidak dilakukan dan penyakit seperti difteri, tetanus, atau campak masih sering terjadi.
Orang tersebut terjangkit penyakit, kemudian pulang ke Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, orang tersebut menularkan penyakit yang dialaminya ke anak-anak atau orang lain yang juga tidak diimunisasi. Akhirnya terjadilah wabah di Amerika Serikat.
Masih ada contoh kasus wabah di negara-negara lain. Simak di artikel berikutnya ya Bun!
Oleh: Andrian Bayu Krisna