Setelah Bunda membaca dan mengerti apa itu hiperlaktasi, alangkah baiknya melengkapi penjelasan sebelumnya dengan ulasan berikut, yaitu tentang mengatasi hiperlaktasi pada puting payudara menyusui. Hal ini pasti suatu saat akan bermanfaat bagi Bunda.
Yuk disimak, Bun.
Seperti yang dilansir oleh laman mymultiplesclerosis.co.uk, ada bebarap cara untuk dilakukan ketika hiperlaktasi terjadi, diantaranya:
1. Menemui dokter atau konsultan. Ya, taka da hal yang lebih baik dari mengkonsultasikan masalah ini kepada ahlinya. Selain mendapatkan penanganan yang benar, Bunda akan mendapatkan tips-tips yang tepat jika hal ini terjadi di saat yang tak terduga.
2. Bunda pasti tahu bahwasannya cara kerja ASI adalah akan semakin meningkat produksinya apabila semakin diperah. Hal ini otomatis dilakukan oleh kelenjar yang bernama lobulus untuk memastikan Bunda tidak kehabisan ASI. Namun, disisi lain hal ini tentu sangat merugikan pada seorang yang mengalami hiperlaktasi, karenanya usahakan untuk memompa dan simpan ASI yang berlebihan pada botol steril.
3. Cobalah untuk menyusui sang buah hati ketika dirinya tidak lapar. Karena pada saat bayi lapar maka hisapannya akan semakin kuat dan hal inilah yang memicu terjadinya hyperlaktasi karena lobulus akan otomatis meningkatkan produksinya.
4. Terakhir, cobalah menyusui dengan posisi duduk dan bersandar miring ke belakang. Posisi ini diyakini sangat ampun untuk mencegah keluarnya ASI berlebih karena Bunda dapat mengontrol hisapan sang buah hati.
Selamat mencoba ya Bunda.
Oleh: Dwi Yonas P.