Ulasan: Genom, Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab - Matt Ridley

Endah Wijayanti diperbarui 04 Jul 2019, 10:51 WIB

Fimela.com, Jakarta Judul: Genom, Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab 

Penulis: Matt Ridley

Alih bahasa: Alex Tri Kantjono W.

Editor: Dr. Wildan Yatim

Desain sampul: Suprianto

Cetakan kelima, April 2019

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genom manusia, seperangkat lengkap gen yang terdapat dalam dua puluh tiga pasang kromosom, tidak lain adalah autobiografi spesies kita. Dengan telah diumumkannya “draf kasar” genom manusia, berarti kita, generasi yang beruntung ini, menjadi makhluk hidup pertama yang mampu membaca buku pintarnya sendiri, sekaligus memperoleh wawasan paling mendalam tentang makna hidup, arti menjadi manusia, kesadaran, atau fenomena jatuh sakit.

Dengan mengambil satu gen yang baru ditemukan dari tiap pasang kromosom kemudian menyuruhnya bercerita, Matt Ridley mengajak kita menapak tilas sejarah spesies kita sendiri berikut nenek-nenek moyangnya, sejak fajar kehidupan hingga peluang datangnya zaman kedokteran masa depan.

Ia menemukan gen-gen yang mungkin memengaruhi kecerdasan kita, gen-gen yang memungkinkan kita bertata bahasa, gen-gen yang memandu perkembangan tubuh dan otak kita, gen-gen yang memungkinkan kita mengingat, gen-gen yang menunjukkan keistimewaan unsur bawaan dan pengaruh pengasuhan, gen-gen yang membebani kita dengan kecenderungan egois, gen-gen yang saling berperang, juga gen-gen yang merekam sejarah perpindahan penduduk.

Ia menggali berbagai upaya penerapan genetika: untuk memahami penyakit Huntington hingga mengobati kanker. Ia mengupas munculnya kecemasan dan kengerian terhadap eugenika, serta implikasi filosofi dari memahami paradoks kehendak bebas.

***

"Hidup bukanlah sesuatu yang mudah didefinisikan, tetapi hidup terdiri atas dua keterampilan sangat berbeda: kemampuan melakukan replikasi, dan kemampuan menciptakan urutan." (Genom, hlm. 2)

Sudahkah kita mengetahui bahwa tubuh kita terdiri dari sekitar 100 triliun sel yang kebanyakan berdiameter kurang darai sepersepuluh milimeter? Bahkan di setiap sel ada bintik atau gumpalan hitam yang disebut inti atau nukleus, lalu di dalam inti ada dua perangkat lengkap genom manusia. Ada hal-hal yang begitu kompleks dalam tubuh kita dan selalu menarik untuk mengungkap berbagai rahasia di dalamnya.

Genom: Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab mengajak kita untuk memahami diri kita sendiri. Mengenal lebih jauh tentang yang ada di dalam diri kita sejak lama. Jika genom diibaratkan sebuah buku, maka buku ini berisi 23 bab yang disebut kromosom. Tiap berisi beberapa ribu cerita yang disebut gen. Lalu tiap cerita tersusun dari paragraf-paragraf yang disebut ekson dan diselang-seling dengan iklan yang disebut intron. Tiap paragraf terbentuk dari kata-kata yang disebut kodon. Sementara tiap kata ditulis dalam huruf-huruf yang disebut basa.

2 dari 3 halaman

Di Bumi ini hanya ada satu penciptaan, satu peristiwa tunggal yang merupakan awal kehidupan.

Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab./Copyright Endah

"Kita semua adalah hasil mutasi. Pertahanan terbaik terhadap kebijakan mengizinkan praktik rekayasa bayi adalah menggalakkan penelitian gen dan menyediakan informasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat umum." (Genom, hlm. 212)

Seberapa besar pengaruh faktor genetik terhadap kehidupan kita? Mungkin pertanyaan itu yang paling sering muncul di benak kita. Sebab kita tahu bahwa ada penyakit-penyakit yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Penyakit keturunan menjadi momok tersendiri dalam kehidupan manusia. Di buku ini, Matt Ridley menekankan bahwa gen tidak hadir untuk membawa penyakit. Ada banyak hal menarik mengenai gen yang membuat kita justru mengenali kehidupan kita lebih dalam.

Topik mengenai mutasi dan evolusi juga tak lepas dibahas di buku ini. Gen bisa menentukan ciri fisik dan fisiologi kita. Selain itu, gen juga bisa mengungkap takdir kita sebagai manusia. Dalam sudut pandang kesehatan gen memang bisa menjadi penyebab sebuah penyakit turunan. Tapi gen juga bisa menjadi sumber utama informasi untuk melakukan identifikasi penyakit sekaligus alternatif penyembuhannya melalui rekayasa genetika.

 

3 dari 3 halaman

Ketika Anda mempelajari sesuatu, Anda meningkatkan jaringan fisik dalam otak sedemikian untuk membentuk hubungan baru yang erat, padahal sebelumnya tidak ada atau lemah.

Buku ini dipilih sebagai buku bermutu oleh Program Pustaka-Yayasan Adikarya Ikapi./Copyright Endah

"Otak manusia adalah mesin yang jauh lebih mengesankan dibanding genom." (Genom, hlm. 302)

Salah satu hal menarik yang dibahas di buku ini adalah terkait kemampuan luar biasa manusia dalam mempelajari sesuatu. Kita tak perlu menyalahkan faktor gen atau keturunan bila kita memiliki IQ yang rendah. Sebab kita punya otak yang dapat kita gunakan untuk mempelajari banyak hal baru. Tapi perlu diingat juga bahwa otak juga diciptkan oleh gen. Memang ada sifat bawaan dalam kinerjanya. Meski begitu, otak adalah sebuah mesin yang dirancang untuk diubah-ubah melalui pengalaman. 

Walau sampai batas tertentu kita tampaknya akan didikte oleh gen-gen kita, pada kenyataannya kita bisa lebih banyak ditentukan oleh yang sudah kita pelajari selama masa hidup kita. Mengikuti penjelasan Matt Ridley yang begitu rinci mengenai hal ini membuat kita bisa makin semangat untuk melakukan yang terbaik dalam hidup kita. Terlepas dari fakta memang ada penyakit-penyakit yang muncul karena terjadinya mutasi gen atau faktor bawaan, berbagai hal menakjubkan bisa kita temukan untuk menjalani hidup dengan lebih positif saat mempelajari berbagai macam kromosom dalam tubuh kita.

Genom: Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab disusun dengan sangat sistematis. Berkat terjemahan yang bagus, isi buku ini sangat mudah dicerna. Kita bisa belajar banyak dari buku ini. Memahami kaitan gen dengan hidup, takdir, bahkan matinya manusia tidaklah terlalu menakutkan. Wawasan dan berbagai fakta menarik terkait gen membuat kita bisa lebih positif dalam menjalani hidup kita.

#GrowFearless with FIMELA