Ingin Menikmati Hidup dan Tidak Kelelahan, Belajarlah Merelakan

Febi Anindya Kirana diperbarui 01 Sep 2019, 17:36 WIB

Fimela.com, Jakarta Ada kalanya kita menjadi berlebihan dalam memikirkan banyak hal dalam hidup. Cemas atau khawatir berlebihan terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi di masa depan, dan jika dibiarkan berlarut-larut, semua pikiran negatif akan memicu depresi. Pada akhirnya hal itu hanya akan membuatmu tak bahagia dengan hidupmu.

Untungnya, kamu tak perlu mengubah banyak hal jika ingin bahagia, yang kamu perlukan hanya belajar untuk merelakan. Berhenti menjadi super perfeksionis dan menikmati proses kehidupan yang sedang berjalan.

Seperti dikatakan spesialis konseling Denise Sullivan dalam Huffington Post, satu-satunya bagian dari semesta yang bisa kita kendalikan adalah ruangan dalam diri kita sendiri, yaitu perasaan. Kita bisa memegang kendali atas apa yang kita rasakan dan bagaimana kita bereaksi terhadap dunia.

2 dari 2 halaman

Belajar Merelakan akan Membuatmu Bahagia

ilustrasi permepuan kacamata/Photo by Åaker on Unsplash

Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana atau perkiraan, boleh merasa kecewa, namun tak perlu mendalaminya. Relakanlah, simpan energimu untuk hal lain yang lebih positif, seperti misalnya memulai kembali dan mencari jalan lain agar tak perlu mengalami kekecewaan yang sama.

Pikirkan juga, apakah energi yang kamu keluarkan sepadan dengan hasilnya? Seperti misalnya menghadapi bos super moody dan pekerjaan baik apa pun yang kamu tunjukkan tak akan mudah dia akui, lebih baik jangan menguras energi. Tentu kamu ingin menunjukkan yang terbaik, tapi jika itu hanya akan membuatmu sakit hati dan menyulitkan diri sendiri, mengapa harus bersusah payah sendiri?

Intinya, khawatir itu perlu dalam kadar tertentu agar kita selalu waspada dan sadar dengan apa yang sebaiknya kita lakukan, namun ketahui juga kapan harus merelakan dan berhenti menjadi sempurna dan khawatir karena dengan begitu kita jadi tak akan bisa menikmati hidup dan bahagia.

#GrowFearless with FIMELA