5 Bahayanya Menyimpan Dendam terhadap Kesehatanmu

Endah Wijayanti diperbarui 15 Mei 2020, 12:45 WIB

ringkasan

  • Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner
  • Meningkatkan Risiko Serangan Jantung
  • Mengganggu Kesehatan Mental

Fimela.com, Jakarta Ada seseorang yang telah melakukan kesalahan besar dan melukai begitu dalam. Dalam hal ini, wajar bila kita marah kepadanya. Bahkan jika masalahnya sangat serius, kita pun jadi memiliki rasa dendam terhadapnya. Rasanya ingin sekali membalas perbuatannya dengan memberinya hukuman yang berat.

Tapi menyimpan amarah atau dendam terlalu lama bisa berdampak sangat buruk terhadap kondisi kesehatan kita. Kita bisa jadi pihak yang rugi sendiri saat menyimpan dendam. Saatnya untuk belajar berdamai dengan keadaan dan memaafkan, tak lain demi kebaikanmu sendiri. Melansir huffpost.com, menyimpan dendam bisa memengeruhi kesehatan fisik dan mental. Selengkapnya langsung saja simak di sini.

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Heart Association menemukan bahwa tingginya amarah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, khususnya pada pria yang usianya sudah lanjut. Menyimpan dendam bisa meningkatkan tekanan darah dan hal ini jelas kurang baik untuk kesehatan.

2. Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Menyimpan dendam bisa membahayakan kondisi tubuh, sekalipun dendam yang disimpan hanya sebentar. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health menemukan bahwa subjek yang terlibat berisiko lima kali lebih tinggi terkena serangan jantung dan tiga kali lebih tinggi terkena stroke dalam dua jam setelah marah-marah.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

3. Mengganggu Kesehatan Mental

Ilustrasi Stres dan Cemas Credit: pexels.com/VictoriaB

Amarah bisa memperparah kecemasan dan stres. Psikolog Laura L. Hayes, Ph.D., menjelaskan bahwa menyimpan amarah bisa memberi efek yang lebih berbahaya. Semakin marah diri kita, semakin sulit bagi kita untuk berpikir jernih. Sehingga makin sulit bagi kita untuk mengatasi konflik dan membangun perspektif baru.

4. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Menurut data yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health, rasa marah bisa memicu diabetes melalui perilaku kesehatan yang berisiko. Para paneliti menemukan bahwa orang yang menyimpan dendam dan rasa marah yang besar berisiko memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi kalori yang lebih tinggi, dua hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2.

5. Menyebabkan Stres

Terus menyimpan dendam bisa meningkatkan stres. Hidup jadi makin tak tenang. Detak jantung dan stres meningkat. Untuk meredakan stres tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memaafkan.

Semoga kita semua memiliki kemampuan untuk berdamai dengan keadaan dan pada akhirnya memaafkan segalanya, ya. Jangan sampai terlalu lama menyimpan dendam karena dampaknya bisa sangat buruk untuk diri kita sendiri.

#ChangeMaker