Cara Mengetahui Apakah Kamu Kurang Tidur

Annissa Wulan diperbarui 08 Jan 2021, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Siapa yang tidak lelah di tahun 2020? Secara statistik, banyak orang tidak mengalami cukup tidur atau kurang tidur.

Kurang tidur bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius jika terjadi dari waktu ke waktu. Tidur adalah kekuatan untuk kesehatan psikologis dan fisik, sama pentingnya dengan konseling dan pengobatan.

Dilansir dari instyle.com, ada 2 jenis kurang tidur, yaitu parsial dan total. Jenis kurang tidur total adalah kurang tidur semalaman, yang jarang terjadi.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Cara mengetahui kamu kurang tidur

Ternyata, jam bangun seseorang bisa mengungkapkan kepribadiannya. (Foto: Unsplash)

Kebanyakan dari kita berjuang dengan kurang tidur parsial, yang berarti kita berada dalam kisaran 7 jam atau kurang, secara teratur. Dengan stres harian, kita harus tidur setidaknya 8 jam, karena kesehatan fisik dan psikologis bergantung padanya.

Ini berlaku untuk semua rentang usia. Semua orang didorong untuk tidur selama 8 jam atau lebih. Kurang tidur bisa dianalisa dari gejala yang terjadi di siang hari, seperti kelelahan, mengantuk, kehilangan energi, konsentrasi, dan gangguan memori.

Barometer apakah seseorang cukup tidur atau tidak adalah sejauh mana mereka mengalami gangguan-gangguan di atas di siang hari. Kurang tidur bisa juga menjadi akibat dari insomnia, namun keduanya adalah hal yang sangat berbeda.

3 dari 3 halaman

Cara mengetahui kamu kurang tidur

Ilustrasi Mendapat Mimpi Buruk Credit: pexels.com/pixabay

Insomnia adalah gangguan tidur klinis, di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur, meskipun dalam kondisi terbaiknya. Penting dicatat bahwa ukuran kuncinya bukan jumlah jam tidur, namun apakah kamu mendapatkan kualitas tidur yang baik atau tidur.

Studi menunjukkan bahwa individu yang menderita kurang tidur kronis lebih cenderung memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit mental. Kurang tidur juga membuat tubuh berada dalam mode melawan dengan memproduksi hormon stres, tekanan darah, detak jantung, kadar gula, dan keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat yang lebih tinggi.

#Elevate Women