Waspada Varian Virus Corona C.1.2 yang Disebut Lebih Berbahaya dari Delta

Vinsensia Dianawanti diperbarui 15 Sep 2021, 15:31 WIB

Fimela.com, Jakarta Ditemukan varian virus corona yang disebut lebih berbahaya dibandingkan varian delta. Yakni virus corona C.1.2 Disebutkan Ahli Epidemiologi dari Griffth University Dicky Budiman mengatakan virus in juga lebih berbahaya dari varian virus corona Mu.

"Varian 1.2 ini luar biasa menurut saya. Kalaupun ada varian yang bisa mengalahkan Delta, varian 1.2 inilah yang punya potensi itu," ungkap Dicky dalam diskusi daring pada Selasa (14/9/2021).

Dicky menjelaskan bahwa virus corona C.1.2 ini bisa lebih berbahaya karena mutasi dari beberapa jenis virus corona, yakni alfa, beta, delta, dan gamma. Oleh karena itu, Dicky menghimbau pemerintah untuk bersiap dan mencegah masukya varian tersebut ke Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengamati tiga varian baru virus corona agar tidak masuk ke wilayh Indonesia. Yakni varian Lambda, MU, dan varian C.1.2.

 

2 dari 3 halaman

Lebih bahaya dari Delta

ilustrasi virus Corona | pexels.com/@cottonbro

Varian Lambda dan Mu, keduanya ditemukan di Amerika Selatan dan sudah masuk variant of interest oleh WHO. Varian Lambda sendiri telah menyebar di 42 negara. Sementara penyebaran varian Mu dinilai lebih cepat dan sudah tersebar di 49 negara.

"Kedua varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas atau sistem kekebalan dari tubuh sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun terhadap kedua varian ini," ungkap Budi.

Varian C.1.2 ini ditemukan di Afrika Selatan dan mengkhawatirkan banyak ilmuwan. Pasalnya, varian ini memiliki banyak mutasi, sama seperti yang lainnya. Mereka dilihat bisa menghindari sistem kerja imunitas yang sudah tubuh berdasarkan varian-varian sebelumnya.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini

#elevate women