5 Tanda Kurang Makan Protein selama Buka Puasa dan Sahur

Febi Anindya Kirana diperbarui 14 Apr 2022, 16:17 WIB

Fimela.com, Jakarta Protein merupakan sumber makanan yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh karena memiliki fungsi menjaga kinerja organ yang optimal serta menjaga metabolisme tubuh. Dilansir dari WebMD, tubuh harus harus mendapatkan minimal 10% asupan protein dari kalori harian yang dikonsumsi.

Itulah mengapa kita harus memerhatikan porsi protein juga ketika berbuka puasa maupun sahur. Kekurangan protein bisa menimbulkan banyak sekali gejala masalah kesehatan, seperti berikut ini.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Bengkak

Ilustrasi Kaki Bengkak Credit: pexels.com/Rune

Salah satu tanda paling umum tubuh tidak mendapatkan cukup protein adalah mengalami pembengkakan, terutama di perut, kaki, dan tangan. Tubuh jadi menyimpan lebih banyak air atau cairan karena jumlah protein bernama albumin kurang di dalam darah sehingga tidak bisa mencegah penumpukan cairan di dalam jaringan. Akhirnya kamu akan terlihat bengkak-bengkak di beberapa bagian tubuh.

3 dari 6 halaman

2. Mood swing

Mood swing atau perubahan suasana hati yang intens sangatlah tidak baik dan itu bisa disebabkan oleh kurangnya asupan protein. Otak menggunakan bahan kimia yang disebut neurotransmitter untuk menyampaikan informasi antar sel. Dan neurotransmitter itu terbuat dari asam amino, yang merupakan bahan penyusun protein. Jika kekurangan protein, maka cara kerja otak juga jadi berubah. Dengan kadar dopamin dan serotonin yang rendah, kita bisa lebih rentan marah atau stres.

4 dari 6 halaman

3. Gampang lelah

ilustrasi perempuan lelah/Nata Bene/Shutterstock

Penelitian menunjukkan bahwa hanya seminggu tidak makan cukup protein dapat mempengaruhi otot-otot yang bertanggung jawab dalam menjaga postur dan gerakan. Kekurangan protein dapat membuat kita kehilangan massa otot sehingga mengurangi kekuatan kita dalam melakukan aktivitas fisik. Jangan heran jika naik tangga sebentar saja sudah merasa lelah, itu tandanya kamu tak punya masa otot dan kurang protein.

5 dari 6 halaman

4. Mudah lapar

Ilustrasi Lapar/https://www.shutterstock.com/Dean Drobot

Sepertinya gejala ini cukup jelas ya, karena protein memiliki jaringan yang lebih sulit diurai daripada karbohidrat, maka itu akan memengaruhi cepat atau lambatnya kamu merasa lapar selama menjalani puasa Ramadan. Kurang protein jelas membuatmu mudah lapar karena protein membantu perut kita merasa lebih kenyang sepanjang hari.

6 dari 6 halaman

5. Gampang sakit-sakitan

ilustrasi perempuan sakit/ KlingSup/Shutterstock

Jika kamu gampang sakit atau sering sakit-sakitan akhir-akhir ini, itu bisa jadi tanpa kurang asupan protein. Karena Asam amino, yang merupakan prottein dalam darah, membantu sistem kekebalan tubuh serta bertugas membuat antibodi yang mengaktifkan sel darah putih untuk melawan virus, bakteri, dan racun. Makan cukup protein bahkan mampu menjaga kadar bakteri baik di dalam usus sehingga kita tidak perlu mengalami masalah pencernaan.

Apakah kamu mengalami sekian tanda di atas? Ubah menu makananmu menjadi lebih sehat dan kaya protein mulai sekarang ya!

#Women for Women