Serangan Jantung dan Henti Jantung Itu Beda, Kenali Gejala dan Penanganannya

Siti Nur ArishaDiterbitkan 24 Januari 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, kamu mungkin pernah mengira bahwa serangan jantung dan henti jantung adalah hal yang sama. Keduanya memang sama-sama menyerang jantung dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani, tetapi faktanya, mereka memiliki penyebab dan gejala yang sangat berbeda.

Dilansir dari Health Central, serangan jantung terjadi karena aliran darah ke jantung terhambat. Ibaratnya seperti masalah “pipa tersumbat” yang menghalangi oksigen dan nutrisi ke otot jantung. Sebaliknya, henti jantung adalah gangguan sistem kelistrikan tubuh, saat jantung tiba-tiba berhenti berdetak karena irama jantung yang tidak normal.

Penting untuk membedakan keduanya karena penanganannya pun sangat berbeda. Serangan jantung masih memberi waktu untuk bertindak jika dikenali dengan cepat. Sedangkan henti jantung adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani dalam hitungan menit. Yuk, kenali lebih dalam perbedaan keduanya!

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gejala yang Harus Dikenali

Serangan jantung umumnya menunjukkan tanda-tanda peringatan sebelumnya, seperti: nyeri dada, sesak napas dan keringat dingin. (foto/dok: freepik)

Serangan jantung umumnya menunjukkan tanda-tanda peringatan sebelumnya, seperti:

  • Nyeri dada (seperti ditekan, diremas, atau sensasi panas)
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual, kelelahan, atau pusing
  • Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut bagian atas

Gejala bisa berbeda antara pria dan wanita, jadi penting untuk tidak mengabaikan keluhan sekecil apa pun.

Sementara itu, henti jantung terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan dan gejalanya meliputi:

  • Kehilangan kesadaran secara mendadak
  • Tidak bernapas atau hanya megap-megap
  • Tidak ada denyut nadi
  • Tidak merespons ketika dipanggil atau disentuh

Henti jantung memerlukan tindakan secepat mungkin, seperti CPR dan penggunaan AED (alat kejut jantung otomatis).

Penyebab dan Faktor Risiko

Serangan jantung biasanya disebabkan oleh penyumbatan di arteri koroner akibat penumpukan plak. Faktor risiko yang paling umum antara lain:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Merokok
  • Gaya hidup tidak aktif
  • Riwayat keluarga penyakit jantung

Sementara itu, henti jantung lebih sering terjadi karena gangguan ritme jantung (aritmia), dan bisa dipicu oleh:

  • Serangan jantung sebelumnya
  • Pembesaran jantung
  • Kelainan jantung bawaan
  • Penyakit arteri koroner
  • Gangguan listrik jantung seperti sindrom QT panjang

Banyak faktor risiko yang saling berkaitan, sehingga menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh adalah langkah pencegahan terbaik.

3 dari 3 halaman

Penanganan Tepat untuk Kondisi Darurat

Pada kasus henti jantung, tindakan darurat harus segera dilakukan. Pelajari langkah-langkah penyelamatannya. (foto/dok: freepik/stokking)

Pada kasus henti jantung, tindakan darurat harus segera dilakukan. Berikut langkah-langkah penyelamatan:

  1. Lakukan CPR segera dengan tekanan kuat dan ritmis di dada.
  2. Gunakan AED jika tersedia.
  3. Lanjutkan CPR sampai bantuan medis tiba atau korban mulai bernapas kembali.

Setelah denyut jantung kembali, pasien akan menerima obat antiaritmia, pemeriksaan seperti EKG atau kateterisasi, dan terkadang terapi pendinginan tubuh (hipotermia terapeutik) untuk mengurangi risiko kerusakan otak.

Untuk serangan jantung, penanganan medis meliputi:

  • Tes EKG dan pencitraan jantung (CT scan, MRI, echo)
  • Angioplasti dan pemasangan stent
  • Operasi bypass atau pengangkatan plak
  • Obat-obatan seperti pengencer darah dan penurun kolesterol
  • Rehabilitasi jantung sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang

Jika serangan jantung memicu henti jantung, maka perawatan kombinasi dari kedua prosedur bisa dilakukan.

Peluang Pemulihan dan Pencegahan

Kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang selamat. Pada serangan jantung, semakin cepat mendapat perawatan medis, semakin besar pula kemungkinan pemulihan tanpa komplikasi besar.

Untuk henti jantung, waktu sangat krusial. Jika tidak ditangani dalam lima menit pertama, risiko kematian dan kerusakan otak permanen meningkat tajam. Bahkan jika denyut jantung kembali, pasien tetap berisiko mengalami gangguan fungsi organ lain.

Inilah mengapa memahami perbedaan kedua kondisi ini sangat penting. Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa menjadi penyelamat dalam situasi darurat.

Kenali, Tanggap, dan Selamatkan

Serangan jantung dan henti jantung adalah dua kondisi yang berbeda namun sama-sama mengancam jiwa. Serangan jantung memberi sedikit waktu untuk bertindak, sedangkan henti jantung menuntut tindakan cepat dalam hitungan menit. Dengan mengenali perbedaannya dimulai dari gejala, penyebab, hingga penanganannya, kita bisa lebih waspada dan siap membantu menyelamatkan nyawa orang terdekat.

Penulis: Siti Nur Arisha