5 Cara Efektif Bicara agar Anak Lebih Terbuka pada Orangtua

Alyaa Hasna HunafaDiterbitkan 01 Januari 2026, 21:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Membangun komunikasi yang hangat dengan anak bukan sekadar soal bertanya, tetapi juga menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Dengan cara berbicara yang tepat, anak akan merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berbagi cerita. Hal ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan buah hati.

Banyak orang tua mengeluhkan sulitnya membuat anak bercerita tentang kesehariannya. Padahal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar anak merasa lebih nyaman. Dengan menerapkan teknik komunikasi yang tepat, kamu bisa membantu anak lebih percaya diri dalam menyampaikan pikiran dan perasaannya.

Bersumber dari growinghometogether.com membiasakan obrolan yang terbuka sejak dini akan membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak. Tidak hanya melatih keterampilan komunikasi, tetapi juga memperkuat rasa percaya antara anak dan orang tua. Melalui lima cara sederhana ini, kamu bisa menciptakan hubungan yang lebih harmonis sekaligus membekali anak dengan rasa aman untuk mengekspresikan diri.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. Terlibat sepenuhnya

Kehadiran orang tua dalam tumbuh kembang anak sangatlah penting. (foto: tirachardz/freepik)

Di tengah padatnya aktivitas dan beragam hal yang menuntut perhatian, sering kali sulit bagi kita untuk benar-benar hadir sepenuhnya untuk anak. Mereka bisa merasakan ketika kita hanya setengah mendengarkan atau perhatian kita terbagi oleh layar gadget. Anak-anak tidak ingin bersaing dengan gadget untuk mendapatkan tatapan dan perhatian orang tuanya. Mereka butuh kepastian bahwa kita mampu menyingkirkan sejenak segala kesibukan demi hadir untuk mereka.

Salah satu cara sederhana untuk mendorong percakapan hangat adalah dengan menghidupkan kembali momen makan bersama keluarga. Matikan gadget, mainkan permainan favorit, atau habiskan waktu di luar rumah. Bisa juga duduk santai di ayunan, berkumpul di taman, atau meluangkan lebih banyak waktu saat menidurkan mereka seperti dulu.

2. Ajukan pertanyaan yang bagus

Mengajukan pertanyaan yang tepat bukan hanya tentang menggali cerita, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri dan keterlibatan anak dalam keluarga. Alih-alih menanyakan hal-hal yang bisa dijawab singkat, cobalah pertanyaan terbuka yang memancing mereka bercerita tentang pengalaman, perasaan, dan harapan.

Saat orang tua meminta pendapat anak tentang hal-hal sederhana seperti menu makan malam, rencana akhir pekan, atau pilihan dekorasi kamar, mereka merasa dihargai, didengar, dan diakui sebagai pribadi yang berharga. Dengan begitu, percakapan bukan sekadar bertukar kata, melainkan jembatan yang memperkuat hubungan emosional.

3 dari 4 halaman

3. Berhenti sejenak untuk memahami

Sebagai orang tua, penting untuk tetap bisa menjaga reaksi negatif pada anak. (foto: user18526052/freepik)

Anak-anak pada dasarnya masih dalam proses belajar mengenali diri dan memahami dunia sekitarnya. Tidak jarang, ucapan atau sikap mereka terlihat kekanak-kanakan dan kurang matang. Sebagai orang tua, godaan untuk langsung mengoreksi, mengkritik, atau bereaksi emosional memang besar. Namun, jika kita merespons dengan nada negatif atau emosi yang meledak, anak justru akan menarik diri dan enggan berbagi lagi.

Itulah mengapa penting untuk melatih diri mengambil jeda sebelum menanggapi. Dengan menahan diri sejenak, kita memberi kesempatan untuk benar-benar mendengarkan dan memahami perasaan anak. Alih-alih buru-buru memberi nasihat atau menilai, kita bisa menanyakan alasan di balik cara berpikir mereka. Sikap tenang ini membuat anak merasa diterima, dicintai, dan yakin bahwa mereka memiliki ruang aman untuk mengekspresikan isi hati tanpa takut dihakimi.

4. Jadilah apa adanya

Sebagai orang tua, wajar bila kita ingin selalu menjadi tempat anak bersandar, sosok yang mereka cari saat butuh dukungan, tempat berbagi impian, atau sandaran ketika mereka sedang terjatuh. Namun, keterbukaan yang kita harapkan dari anak sebenarnya berawal dari diri kita sendiri. Anak-anak belajar dari contoh, termasuk bagaimana kita menunjukkan perasaan dan keterbatasan kita sehari-hari.

Itu berarti berani mengakui kesalahan, menceritakan pengalaman sulit, atau sekadar jujur bahwa kita sedang lelah dan butuh pelukan. Saat kita tidak berpura-pura tahu segalanya dan membiarkan anak melihat sisi lemah kita, mereka akan merasa aman untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, terjalin hubungan yang lebih jujur, hangat, dan penuh pengertian.

4 dari 4 halaman

5. Bertindak nyata

Menjadi orang tua yang membuktikan kasih sayang melalui tindakan nyata. (foto: tirachardz/freepik)

Anak-anak akan merasa dihargai ketika orang tua tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mengambil tindakan dari apa yang mereka sampaikan. Saat mereka mengungkapkan ketidaknyamanan entah karena ejekan, panggilan sayang yang tak mereka sukai, atau candaan berlebihan, kita bisa menunjukkan kasih sayang dengan menghentikan hal itu. Begitu juga ketika mereka menyebutkan hal sederhana seperti makanan favorit atau warna baju idaman, kita bisa mengingatnya dan mewujudkannya sebagai tanda bahwa kita benar-benar peduli.

Lebih dari sekadar perhatian, respons nyata orang tua memberi pesan kuat bahwa suara anak memiliki arti. Mengatur jadwal belajar ketika mereka menghadapi ujian, mengingatkan agar tidak terlambat, atau mendukung pertemanan baru yang mereka ceritakan adalah bentuk kasih yang terasa dalam keseharian. Dengan begitu, anak tidak hanya merasa didengar, tetapi juga diyakinkan bahwa pendapat dan perasaannya berharga serta layak diprioritaskan.

Pada intinya, menjadi orang tua bukan hanya tentang mendengarkan, tetapi juga membuktikan kasih sayang melalui tindakan nyata. Setiap langkah kecil yang kita lakukan untuk menanggapi ucapan dan kebutuhan anak akan memperkuat rasa percaya serta kedekatan emosional di antara kita. Dengan hadir sepenuhnya, terbuka, dan merespons dengan tulus, kita membantu anak merasa dihargai, dicintai, dan aman untuk terus berbagi isi hatinya.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa