Mengenal Ankylosing Spondylitis, Penyakit Langka yang Bisa Memengaruhi Postur Tubuh

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 18 Februari 2026, 19:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pernahkah kamu mendengar tentang ankylosing spondylitis? Nama penyakit ini mungkin masih terdengar asing, tapi penting untuk kita kenali. Pasalnya, kondisi langka ini tidak hanya memengaruhi tulang belakang, tapi juga kualitas hidup penderitanya dalam jangka panjang.

 

Dilansir dari Mayo Clinic, ankylosing spondylitis, juga dikenal sebagai axial spondyloarthritis, adalah penyakit peradangan kronis yang menyerang tulang belakang. Seiring waktu, penyakit ini bisa menyebabkan tulang-tulang di tulang belakang (vertebrae) menyatu.

Akibatnya, tulang belakang menjadi kurang fleksibel dan dapat menimbulkan postur bungkuk. Jika peradangan juga menyerang tulang rusuk, penderita bisa mengalami kesulitan untuk bernapas dalam. 

Ketika peradangan terjadi, tubuh berusaha "menyembuhkan" dengan membentuk tulang baru. Namun, pertumbuhan tulang ini justru bisa menghubungkan celah antarvertebra hingga akhirnya menyatu. Fusi inilah yang membuat tulang belakang menjadi kaku.

Terdapat dua jenis dari kondisi ini, yaitu Ankylosing Spondylitis (radiografis) yang hanya bisa terlihat jelas melalui hasil X-ray dan nonradiographic axial spondyloarthritis yang tidak terlihat melalui X-ray. Namun, dapat terdeteksi melalui gejala, tes darah, atau pencitraan medis lainnya.

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sahabat Fimela, yuk simak gejala-gejala dari ankylosing spondylitis yang perlu kamu waspadai. [Dok/freepik.com]

 

Penyakit ini umumnya mulai muncul di usia muda, terutama pada awal masa dewasa. Gejala yang sering dirasakan antara lain nyeri punggung bawah dan kaku di area pinggul, terutama pada pagi hari atau setelah duduk terlalu lama.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami nyeri leher, rasa lelah berlebihan, serta peradangan pada sendi di panggul, tulang belakang bagian bawah, bahu, dan pinggul. Rasa nyeri juga dapat muncul di area tendon dan ligamen yang menempel pada tulang, seperti di belakang tumit.

Pada beberapa kasus, peradangan bahkan bisa menyerang mata, menimbulkan rasa nyeri atau gangguan penglihatan. Gejala-gejala ini bisa memburuk, membaik, atau muncul dan hilang tanpa pola yang jelas.

 

 

3 dari 3 halaman

Apakah Ankylosing Spondylitis Bisa Disembuhkan?

Ankylosing spondylitis termasuk penyakit langka, yang sampan ini obatnya masih belum ditemukan untuk menyembuhkan. [Dok/freepik.com]

Sayangnya, untuk saat belum ada obat yang bisa menyembuhkan ankylosing spondylitis. Namun, ada berbagai perawatan medis yang bisa membantu meredakan gejala sekaligus memperlambat perkembangan penyakit. Mulai dari obat anti-inflamasi, fisioterapi, hingga olahraga ringan seperti yoga atau pilates untuk menjaga kelenturan tubuh.

Ankylosing spondylitis termasuk penyakit langka, tapi bukan berarti kita bisa mengabaikannya. Mengenali gejala sejak dini bisa membantu penderita mendapatkan perawatan lebih cepat dan mencegah komplikasi jangka panjang, seperti perubahan permanen pada postur tubuh.

Sahabat Fimela, menjaga kesehatan tulang belakang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jantung atau kulit. Jika kamu atau orang terdekat merasakan gejala seperti nyeri punggung kronis yang tak kunjung hilang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk menjaga kualitas hidup tetap baik meski dengan kondisi langka ini.