Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Mengapa Diet dengan Bahan Organik Layak Kamu Coba

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 19 Februari 2026, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Di tengah gaya hidup serba cepat seperti sekarang, makanan siap saji dan minuman bersoda terasa begitu mudah dijangkau. Namun, di balik kepraktisan itu, tersimpan risiko besar bagi kesehatan, mulai dari penumpukan lemak, gangguan metabolisme, hingga meningkatnya risiko obesitas. Tak heran jika semakin banyak orang kini beralih mencari cara diet yang lebih alami dan berkelanjutan.

Dilansir dari Originz.com, salah satu pilihan yang kini banyak diminati adalah dengan mengonsumsi bahan organik saat diet. Dibawah ini, beberapa manfaat konsumsi bahan organik ketika diet yang bisa membuat perjalanan sehatmu terasa lebih alami dan menyenangkan.

1. Lebih Kaya Nutrisi dan Rendah Pestisida

Sahabat Fimela, tubuhmu membutuhkan energi dan nutrisi berkualitas untuk bisa membakar lemak dengan optimal. Dan di sinilah bahan organik memiliki keunggulan. Makanan organik umumnya mengandung lebih banyak vitamin, mineral, dan antioksidan alami seperti zinc, magnesium, dan omega-3, semua nutrisi penting yang membantu proses metabolisme lemak.

Selain itu, bahan organik ditanam tanpa pestisida sintetis atau pupuk kimia berlebih, sehingga lebih aman dikonsumsi jangka panjang. Hasilnya, tubuh mendapatkan asupan terbaik tanpa beban bahan kimia yang bisa mengganggu keseimbangan hormon.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

2. Tinggi Serat, Membuat Kenyang Lebih Lama

Tinggi serat yang membuat menjadi lebih kenyang dan mengandung karbohidrat kompleks yang sehat membuat kamu harus mengonsumsi bahan organik saat diet. [Dok/freepik.com/pvproductions]

Diet sehat bukan tentang menahan lapar, melainkan memberi tubuh asupan yang cukup dan seimbang. Bahan organik, seperti sayuran segar, biji-bijian utuh, dan buah-buahan kaya akan serat alami yang membantu membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari keinginan ngemil berlebihan atau makan tanpa sadar di antara jam makan. Misalnya, semangkuk oatmeal organik atau pasta multigrain bisa jadi pilihan sempurna untuk makan siang yang menutrisi dan mengenyangkan.

3. Mengandung Karbohidrat Kompleks yang Sehat

Tak semua karbohidrat diciptakan sama. Dalam bahan organik, kamu akan menemukan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.Artinya, energi yang dihasilkan bisa bertahan lebih lama tanpa membuat kadar gula darah melonjak drastis.

Sebaliknya, makanan olahan non-organik cenderung mengandung karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh dan justru memicu rasa lapar kembali. Dengan memilih sumber karbohidrat organik seperti beras merah, quinoa, atau roti gandum utuh, kamu bisa menjaga keseimbangan energi tanpa harus makan berlebihan.

 

 

3 dari 3 halaman

4. Kaya Antioksidan untuk Bantu Proses Pembakaran Lemak

Kaya akan antioksidan dan membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh membuat kamu harus mengonsumsi bahan organik saat diet. [Dok/freepik.com]

Kandungan antioksidan alami seperti vitamin C dan E dalam bahan organik tidak hanya baik untuk kulit, tapi juga berperan penting dalam proses pembakaran lemak. Antioksidan membantu tubuh meningkatkan aktivitas enzim yang mengatur metabolisme lemak, sehingga proses pemecahan lemak bisa berjalan lebih efektif.

Selain itu, antioksidan juga melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, salah satu penyebab utama penumpukan lemak dan penuaan dini. Jadi, selain menurunkan berat badan, kamu juga bisa mendapatkan efek kulit yang lebih cerah dan sehat.

5. Membantu Menjaga Keseimbangan Hormon Tubuh

Keseimbangan hormon sangat memengaruhi keberhasilan diet. Konsumsi bahan kimia dari pestisida atau pengawet pada makanan non-organik bisa mengganggu fungsi hormon seperti insulin dan leptin, yang berperan dalam mengatur rasa lapar dan penyimpanan lemak.

Dengan beralih ke bahan organik, kamu membantu tubuh menjaga kestabilan hormon alami. Sebagai contoh, minyak zaitun organik bisa menjadi sumber lemak sehat yang mendukung metabolisme, menstabilkan kadar gula darah, sekaligus menjaga berat badan tetap ideal.