Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, rasa takut adalah bagian alami dari tumbuh kembang anak. Mulai dari bersembunyi saat petir menggelegar, takut ada “sesuatu” di dalam lemari, hingga berbagai alasan klasik untuk menghindari tidur sendiri, semua itu adalah fase yang wajar. Namun, ada kalanya rasa takut membuat anak jadi cemas berlebihan, menempel pada orangtua, atau menghindari aktivitas penting dalam kesehariannya.
Sebagai orangtua, naluri pertama kita sering kali ingin langsung menenangkan: “Tenang, gak ada apa-apa kok!” Tapi dalam jangka panjang, anak perlu belajar mengelola rasa takutnya sendiri. Inilah kunci agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu mengatur emosinya.
Dilansir dari Child Mind Institute, kunci dari kemampuan ini adalah self-regulation, yaitu kemampuan anak memproses dan mengelola emosi mereka sendiri. Yuk simak cara bantu anak mengatasi rasa takut dengan lembut namun efektif.
1. Ajari Anak Mengenali dan Menceritakan Apa yang Membuat Mereka Takut
Banyak anak tahu apa yang menakutkan, tapi tidak tahu bagaimana mengungkapkannya. Tugas kita sebagai orangtua adalah membantu mereka menemukan kata-kata yang tepat. Misalnya “Kamu kaget karena suaranya keras ya? atau “Bagian mana dari anjing yang buat kamu takut?” Dengan memahami akar ketakutannya, orangtua bisa membuat strategi yang lebih tepat.
Beberapa rasa takut umum pada anak, biasanya dari takut akan gelap, takut sendirian, takut dokter atau disuntik, takut suara keras, takut binatang tertentu, ataupun takut monster imajinatif. Dengan memahami ketakutan mereka, kamu dapat dengan mudah membantu mereka menghadapi ketakutannya.
2. Validasi Perasaan Anak, Lalu Arahkan untuk Melangkah Maju
Sahabat Fimela, jangan terburu-buru berkata, “Ah gak usah takut, kan cuma gelap.”Bagi anak, rasa takut itu nyata. Cobalah untuk mengucapkan “Mama ngerti kamu takut.” Setelah divalidasi, jangan terlalu lama menghibur atau menenangkan, karena bisa membuat rasa takut menjadi semakin kuat. Alih-alih, ajak anak fokus pada solusi.
3. Buat Rencana Bertahap untuk Melatih Keberanian Anak
Cara bantu anak mengatasi rasa takut yang paling efektif adalah membuat langkah kecil yang realistis. Misalnya, jika anak takut tidur sendirian, buatlah jadwal perharinya seperti ini :
- Hari 1: Orangtua menemani sampai anak tertidur.
- Hari 2: Temani sebentar, lalu tunggu di luar kamar dengan pintu sedikit terbuka.
- Hari 3: Anak tidur sendiri dengan lampu tidur.
- Hari 4: Anak mencoba tidur dengan pintu tertutup. Cara ini disebut “scaffolding”, yaitu memberi dukungan yang cukup hingga anak bisa lebih mandiri.
4. Berikan Pujian untuk Setiap Kemajuan Kecil
Rasa takut itu kuat, dan perubahan membutuhkan waktu. Pujilah usaha anak, bukan hanya hasilnya. Dukungan positif ini dapat membangun kepercayaan diri anak, bahwa ia mampu menghadapi rasa takutnya.
5. Ajarkan Strategi Self-Regulation untuk Menenangkan Diri
Beberapa teknik sederhana yang bisa diajarkan pada anak ialah, tarik napas selama 4 detik, lalu buang secara perlahan. Selain itu, ada cara pelukan sendiri (self hug), menghitung mundur dari 10, ataupun menggenggam benda yang membuatnya tenang. Teknik ini membantu anak merasa lebih terkendali ketika rasa takut muncul.
6. Jangan Terlalu Cepat Menyelamatkan Anak dari Ketakutannya
Ini memang sulit, Sahabat Fimela. Saat anak ketakutan, orangtua pasti ingin langsung membantu. Namun, bila dilakukan terus-menerus, anak tidak belajar menenangkan dirinya. Tugas kita adalah menemani, bukan mengambil alih.
7. Ketahui Batasnya: Tidak Semua Rasa Takut Perlu “Disembuhkan”
Beberapa rasa takut tidak mengganggu kehidupan anak, seperti tidak suka film seram. Itu tanda bahwa anak bisa membatasi dirinya. Namun, waspadalah jika rasa takut mulai sangat intens, mengganggu aktivitas hariannya, membuat anak menghindar dari banyak hal, atau disertai kecemasan berat. Jika anak sudah merasakan itu, inilah saatnya untuk berkonsultasi dengan psikolog anak.