Intermittent Fasting 1 Bulan untuk Pemula Mulai dari Jadwal, Menu, dan Tips Sukses

Alyaa Hasna HunafaDiterbitkan 19 Januari 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Banyak orang ingin hidup lebih sehat atau menurunkan berat badan, tapi sering bingung harus mulai dari mana. Diet ketat terasa menyiksa, hitung kalori bikin pusing, dan ujung-ujungnya menyerah di tengah jalan. Kalau kamu pernah ada di fase itu, intermittent fasting (IF) bisa jadi pilihan yang lebih masuk akal karena aturannya relatif simpel dan masih fleksibel dijalani.

Melansir laman cookunity.com intermittent fasting sebenarnya bukan soal “diet apa yang dimakan”, tapi lebih ke kapan kita makan. Pola ini membagi waktu antara jam makan dan jam puasa. Jadi, kamu tetap bisa makan makanan sehari-hari, asal dilakukan di waktu yang sudah ditentukan. Karena itulah IF sering terasa lebih ringan, terutama buat pemula.

Untuk pemula, intermittent fasting 1 bulan biasanya dimulai dengan pola yang paling mudah, misalnya 14:10 atau 16:8. Artinya, kamu berpuasa 14–16 jam dan makan di sisa waktunya. Banyak orang memilih melewatkan sarapan dan mulai makan siang, lalu berhenti makan lebih awal di malam hari. Pola ini cukup realistis karena sebagian waktu puasa sudah terlewati saat tidur.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Masa adaptasi dan pola makan selama intermittent fasting

Intermittent fasting tidak menuntut makanan yang ribet dan mahal. (foto: jcomp/freepik)

Selama 1 bulan menjalani IF, tubuh akan belajar beradaptasi. Di minggu awal, rasa lapar atau sedikit lemas itu wajar. Tapi seiring waktu, tubuh jadi lebih terbiasa, jam makan lebih teratur, dan keinginan ngemil sembarangan biasanya berkurang. Kuncinya bukan memaksa, tapi konsisten dan pelan-pelan.

Soal menu, intermittent fasting tidak menuntut makanan yang ribet atau mahal. Saat jam makan, fokus saja pada makanan rumahan yang seimbang. Misalnya nasi secukupnya, lauk berprotein seperti telur, ayam, ikan, atau tahu-tempe, ditambah sayur dan buah. Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun juga bisa jadi pilihan. Intinya, kenyang tapi tetap bernutrisi.

Hindari pola “balas dendam” saat buka puasa dengan makan berlebihan. Ini kesalahan yang sering terjadi pada pemula. Walaupun jam makan terbatas, bukan berarti kamu bebas makan apa saja tanpa kontrol. Dengarkan sinyal tubuh, makan perlahan, dan berhenti saat sudah cukup kenyang.

3 dari 3 halaman

Manfaat intermittent fasting dan cara menjalankannya dengan aman

Intermittent fasting bisa menjadi kebiasaan sehat dengan jangka waktu panjang. (foto: jcomp/freepik)

Manfaat intermittent fasting bukan cuma soal berat badan. Banyak orang merasakan energi lebih stabil, pikiran lebih fokus, dan jam makan jadi lebih teratur. IF juga sering dikaitkan dengan perbaikan metabolisme dan sensitivitas insulin, terutama kalau dijalani dengan pola makan yang masuk akal.

Agar sukses menjalani IF selama 1 bulan, ada beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan. Perbanyak minum air putih, tidur cukup, jangan lupa asupan protein, dan jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kopi atau teh tanpa gula biasanya masih aman saat puasa, tapi tetap perhatikan reaksi tubuh masing-masing.

Pada akhirnya, intermittent fasting bukan metode instan dan bukan pula untuk semua orang. Tapi kalau dijalani dengan santai, realistis, dan sesuai kebutuhan tubuh, IF bisa jadi kebiasaan sehat yang bertahan lama. Anggap saja 1 bulan pertama ini sebagai masa belajar mengenal pola makan yang lebih teratur dan berkelanjutan.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa