SPPG Sukamantri jadi Percontohan Nasional, BGN Dorong Dapur Ramah Lingkungan dengan Sistem Zero Waste

nofie tessarDiterbitkan 01 Januari 2026, 12:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Siapa sangka dapur penyedia makanan bergizi bisa menjadi pusat inovasi lingkungan? Di balik aroma sedap menu harian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ada transformasi senyap yang sedang digerakkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamantri, Kabupaten Bogor. Tempat ini bukan sekadar dapur, melainkan role model baru menuju sistem produksi ramah lingkungan yang dikembangkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Lewat inovasi yang menggabungkan prinsip zero waste, pengolahan maggot, dan ekonomi sirkular, SPPG Sukamantri menunjukkan bagaimana pelayanan gizi bisa berdampingan dengan kepedulian terhadap bumi. Tak ada yang dibuang sia-sia, semua kembali ke siklus yang bermanfaat.

“Sejak awal kami ingin membangun SPPG yang bukan hanya memproduksi makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan. Sistem maggot ini terbukti efektif, produktif, dan sangat mungkin diterapkan di wilayah lain,” ujar Sujimin, pemilik Yayasan Mutiara Keraton Solo, yang juga dikenal sebagai Jimmy Hantu dan aktif mendampingi SPPG Sukamantri.

Konsep yang diterapkan tidak hanya meminimalisir sampah, tetapi menciptakan siklus yang saling menguatkan. Limbah makanan diolah menjadi pakan maggot, lalu maggot menjadi sumber pakan ternak, dan ternak menjadi bagian dari rantai pangan menu MBG. Hasilnya, dapur lebih hemat, lebih sehat, dan tentu saja lebih green.

“Setiap sisa makanan kami olah menjadi pakan maggot, lalu maggot menjadi pakan ternak yang kembali menjadi bahan menu MBG. Siklus ini membuat produksi lebih efisien, sehat, dan ramah lingkungan,” ungkap Dhia Aidha Wahyuningtyas, Kepala SPPG Bogor Tamansari Sukamantri.

Yang membuat inisiatif ini semakin istimewa, seluruh proses perencanaan dapur sejak awal sudah mengusung prinsip keberlanjutan. Tidak sekadar solusi tambahan, tetapi menjadi fondasi dari cara kerja SPPG setiap harinya.

Menurut Khairul Hidayati, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, pendekatan yang dilakukan SPPG Sukamantri adalah bukti bahwa pelayanan gizi dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.

“SPPG Sukamantri membuktikan bahwa penguatan gizi nasional dapat berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Zero waste di sini adalah praktik nyata yang bisa diadopsi oleh daerah lain,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi pada Selasa (9/12).

BGN sendiri telah menyiapkan rencana ekspansi agar lebih banyak SPPG di Indonesia mengadopsi sistem serupa.

“Transformasi SPPG adalah bagian dari roadmap besar BGN. Kami ingin seluruh daerah menerapkan standar yang sama, aman, higienis, efisien, dan minim limbah. Ini penting untuk keberlanjutan program MBG jangka panjang,” tutup Hida.

Dengan langkah konkret dari dapur seperti di Sukamantri, masa depan layanan gizi tak hanya menjanjikan tubuh yang sehat, tapi juga bumi yang tetap terjaga.

What's On Fimela