Daun Kelor sebagai Superfood Lokal Kaya Nutrisi yang Sering Terabaikan

azzara nailaDiterbitkan 16 Februari 2026, 13:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah tren superfood impor seperti chia seed, kale, atau quinoa, Indonesia sebenarnya punya satu bahan pangan lokal dengan kandungan nutrisi tidak kalah luar biasa, yaitu daun kelor. Tanaman yang identik dikenal sebagai bagian dari pengobatan tradisional ini semakin diakui secara ilmiah sebagai sumber gizi padat akan manfaat. 

Sayangnya, masih banyak orang menganggapnya sekadar sayur kampung biasa. Padahal, jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, daun kelor bisa menjadi tambahan nutrisi harian yang sangat baik untuk berbagai kelompok usia.

Dilansir dari Healthline, daun kelor (Moringa oleifera) mengandung banyak vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, dan magnesium. 1 cangkir daun kelor segar mampu memenuhi persentasi kebutuhan harian nutrisi secara signifikan. Berikut rangkuman fakta daun kelor yang wajib Sahabat Fimela ketahui!

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Kandungan Nutrisi Daun Kelor

Daun kelor dikenal sebagai tanaman dengan kepadatan nutrisi tinggi. Dalam bentuk segar maupun bubuk, daun kelor mengandung:

  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Protein nabati
  • Antioksidan (flavonoid & polifenol)

Karena komposisinya ini, daun kelor sering mendapatkan julukan sebagai nutrient-dense food. Artinya, meski dikonsumsi dalam porsi kecil, daun kelor sudah mengandung banyak zat gizi.

3 dari 4 halaman

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Umum

Ilustrasi Perempuan Meminum Secangkir Teh Credit: Freepik

Berikut ini adalah manfaat yang bisa dirasakan oleh Sahabat Fimela setelah mengonsumsi daun kelor:

  1. Mendukung Daya Tahan Tubuh: Kandungan vitamin C dan antioksidannya membantu tubuh melawan stres oksidatif dan mendukung sistem imun. Cocok dikonsumsi saat masa pemulihan atau ketika tubuh terasa mudah lelah.
  2. Baik untuk Kesehatan Darah: Daun kelor mengandung zat besi nabati yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Ini membuatnya sering direkomendasikan sebagai tambahan asupan bagi orang dengan risiko kekurangan zat besi, tentu tetap sebagai makanan pendamping, bukan pengganti terapi medis.
  3. Menunjang Kesehatan Tulang: Kadar kalsium dan magnesium pada daun kelor cukup tinggi untuk ukuran sayuran hijau. Nutrisi ini penting untuk menjaga kepadatan tulang dan fungsi otot.
  4. Membantu Kontrol Gula Darah: Beberapa studi awal menunjukkan senyawa dalam kelor dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Maka dari itu, kelor sering diteliti sebagai bagian dari pola makan pendukung metabolisme sehat.
  5. Mendukung Kesehatan Pencernaan: Serat dan senyawa bioaktifnya membantu fungsi cerna dan kesehatan usus. Konsumsi dalam bentuk sayur bening atau campuran makanan lebih mudah diterima tubuh.
4 dari 4 halaman

Bentuk Konsumsi Daun Kelor

Bagi Sahabat Fimela yang mulai tertarik untuk mengonsumsi daun kelor, kamu bisa mulai mengonsumsinya dalam beberapa bentuk, seperti:

Daun kelor segar

  • Sayur bening kelor
  • Tumis
  • Campuran sup

Bubuk kelor

  • Campuran smoothie
  • Ditabur di makanan
  • Dicampur minuman hangat

Teh kelor

  • Diseduh seperti teh herbal

Sahabat Fimela, daun kelor menunjukkan bahwa sumber nutrisi berkualitas tidak selalu harus mahal atau impor, bisa jadi mereka tumbuh dekat dengan kita. Dengan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang padat, daun kelor bisa menjadi tambahan sederhana namun berarti dalam pola makan sehari-hari. Tentu dengan kadar konsumsi yang perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Semoga informasi ini berguna bagi Sahabat Fimela, ya!