Sukses

Health

Waspada! Ini Tanda Diet Kamu Terlalu Ekstrem dan Berbahaya untuk Tubuh

Fimela.com, Jakarta Terkadang tanpa sadar, kita terlalu memaksakan diri demi menurunkan berat badan. Semangat ingin cepat langsing sering membuat orang mencoba berbagai jenis diet ekstrem tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh. Jika kamu mulai merasa ada yang berbeda tetapi tidak tahu penyebabnya, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa pola makanmu sudah tidak sehat lagi.

Melansir laman health.clevelandclinic.org menurunkan berat badan memang tujuan banyak orang saat diet, tetapi tubuh sebenarnya memberi banyak tanda lain ketika pola makan yang kamu jalani tidak seimbang. Masalah kesehatan tidak muncul dalam semalam, namun perlahan terasa jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi. Karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan kecil yang mulai terjadi pada tubuh.

Salah satu tanda diet ekstrem mudah dikenali dari kondisi rambut. Rambut yang mulai terasa seperti jerami, mudah patah, atau bahkan rontok bisa menandakan tubuh kekurangan protein dan vitamin penting. Diet terlalu ketat terutama yang minim kalori dan nutrisi membuat folikel rambut tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh sehat. Untuk mengatasinya, pastikan kamu tetap mengonsumsi sumber protein seperti telur, salmon, serta buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Tanda diet ekstrem yang terlihat dari kesehatan gigi hingga pencernaan

Kulit juga sering menunjukkan tanda bahwa dietmu tidak cocok. Jika kulit tampak lebih kusam, kering, atau terlihat menua lebih cepat, bisa jadi tubuh kekurangan vitamin A, C, D, E, dan antioksidan. Pola makan yang kurang seimbang dapat membuat elastisitas kulit berkurang. Menambah porsi sayur dan buah setidaknya lima porsi sehari dapat membantu mengembalikan kesehatan kulit.Masalah mulut dan gigi pun bisa menjadi alarm. Gusi sering berdarah atau meradang, serta munculnya banyak gigi berlubang, dapat menandakan pola makan tinggi gula dan rendah vitamin C. 

Otak juga bisa “protes” ketika diet terlalu ekstrem. Fokus menurun, lebih mudah lelah, hingga sulit mengingat sesuatu adalah tanda otak tidak mendapat nutrisi cukup. Omega-3 menjadi salah satu nutrisi penting untuk fungsi otak yang optimal. Kamu bisa mendapatkannya dari salmon, flaxseed, minyak ikan, hingga kacang kenari.

Gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit juga umum terjadi saat tubuh kekurangan serat. Banyak orang yang diet ekstrem hanya fokus mengurangi kalori tanpa memperhatikan serat yang sangat dibutuhkan sistem pencernaan. Meningkatkan konsumsi oats, beras merah, kacang-kacangan, serta sayur dan buah dapat membantu memperbaiki kondisi ini.

Evaluasi pola diet agar hasilnya baik untuk tubuh

Luka yang sulit sembuh bisa menjadi tanda lain bahwa dietmu terlalu ketat. Tubuh membutuhkan cukup kalori, protein, dan vitamin untuk membentuk jaringan baru dan melawan infeksi. Jika proses pemulihan terasa lebih lambat dari biasanya, bisa jadi tubuhmu kekurangan nutrisi penting.

Selain itu, mudah sakit atau sering terserang flu juga menandakan sistem imun melemah akibat kekurangan gizi. Menerapkan pola makan dengan vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, E, zinc, selenium, dan zat besi dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh. Buah sitrus, sayuran hijau, whole grains, dan kacang-kacangan bisa jadi pilihan untuk meningkatkan imunitas.

Diet sehat seharusnya membuat tubuh lebih bugar, bukan sebaliknya. Jika tanda-tanda di atas mulai muncul, mungkin saatnya mengevaluasi kembali pola dietmu. Dengarkan tubuhmu, pilih pola makan yang seimbang, dan ingat bahwa kesehatan jauh lebih penting daripada hasil instan.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading