Sukses

Health

Berapa Langkah yang Sebenarnya Dibutuhkan Tubuh? Ini Penjelasan Ahli

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, apakah kamu sudah memenuhi target aktivitas fisik hari ini? Entah itu mengejar jumlah langkah harian, berjalan santai sore hari, atau memilih berenang sebagai olahraga favorit, setiap gerakan kecil tetap berarti bagi kesehatan tubuh.

Selama ini, menghitung langkah sering dijadikan tolok ukur kebugaran. Angka 10.000 langkah bahkan kerap dianggap sebagai standar hidup aktif. Namun, seiring berkembangnya riset kesehatan, para ahli mulai menyoroti satu hal penting: jumlah langkah harian saja belum tentu cukup untuk menggambarkan kondisi kebugaran tubuh secara menyeluruh.

Faktanya, dilansir Harvard Health Publishing, Sahabat Fimela tidak harus selalu mencapai 10.000 langkah per hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Beberapa studi menunjukkan bahwa 4.000-7.000 langkah per hari sudah bisa memberikan dampak positif, terutama jika dilakukan secara konsisten.

Namun, ada perbedaan besar antara berjalan santai di permukaan datar dan berjalan cepat di tanjakan, meskipun jumlah langkahnya sama. Di sinilah intensitas berperan, dan detak jantung menjadi indikator penting.

 

 

Mengapa Detak Jantung Perlu Diperhatikan?

Detak jantung mencerminkan seberapa keras tubuh bekerja saat beraktivitas. Aktivitas dengan intensitas lebih tinggi biasanya membuat jantung berdetak lebih cepat dan memberi manfaat kardiovaskular yang lebih besar.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengombinasikan jumlah langkah dengan rata-rata detak jantung harian dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang risiko penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Dengan bantuan smartwatch atau fitness tracker, kini banyak orang bisa memantau keduanya secara bersamaan, langkah dan detak jantung tanpa ribet.

Renang, Alternatif Olahraga yang Tak Kalah Efektif

Bagi Sahabat Fimela yang tidak selalu bisa mengejar target langkah, renang bisa menjadi pilihan olahraga yang sangat ideal. Meski tidak menambah hitungan langkah, renang termasuk latihan kardio intensitas sedang hingga tinggi yang melibatkan hampir seluruh otot tubuh.

Saat berenang, detak jantung meningkat secara alami, pernapasan lebih teratur, dan sendi tidak terbebani berat badan secara berlebihan. Tak heran jika renang sering direkomendasikan untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus melatih stamina. Artinya, aktivitas fisik yang efektif tidak selalu harus terukur lewat langkah, tetapi juga lewat bagaimana tubuh meresponsnya.

 

 

 

 

Fokus pada Gerak Berkualitas, Bukan Sekadar Angka

 

Sahabat Fimela, tujuan utama berolahraga sejatinya bukanlah tentang mengejar angka di layar gawai atau memenuhi target harian semata, melainkan tentang menjaga tubuh agar tetap aktif, sehat, dan bugar dalam jangka panjang. Angka langkah, durasi, atau kalori yang terbakar memang bisa menjadi motivasi, namun bukan satu-satunya tolok ukur kualitas aktivitas fisik yang kita lakukan.

Setiap bentuk gerakan memiliki manfaatnya masing-masing. Berjalan kaki membantu menjaga kesehatan jantung dan melatih konsistensi, berenang melatih hampir seluruh otot tubuh tanpa membebani sendi, bersepeda meningkatkan stamina sekaligus memperkuat otot kaki, sementara yoga membantu menjaga fleksibilitas, keseimbangan, dan kesehatan mental. Yang terpenting adalah menemukan jenis olahraga yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupmu, sehingga terasa menyenangkan untuk dilakukan secara berkelanjutan.

Ketika tubuh terbiasa bergerak dan detak jantung terlatih dengan baik, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang. Risiko penyakit kronis dapat menurun, energi harian meningkat, kualitas tidur membaik, dan tubuh terasa lebih ringan saat beraktivitas. Ini adalah bentuk investasi kesehatan yang hasilnya tidak selalu terlihat instan, tetapi sangat berharga di masa depan.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading