Mengembalikan Komitmen dan Kepercayaan dengan Pasangan setelah Perselingkuhan

Kadek Aitareya Ayu SavitriDiterbitkan 16 Februari 2026, 09:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Komitmen dan kepercayaan merupakan dua hal yang menguatkan hubungan, khususnya dengan pasangan hidup. Namun, kebohongan bahkan perselingkuhan bisa membuat hubungan retak dan berpotensi meruntuhkan hubungan yang ada. 

Perselingkuhan memang sebuah pengalaman yang paling menyakitkan dalam hubungan. Kepercayaan yang dibangun bersama, rasanya hancur tanpa sisa. Jadi, wajar saja jika beragam emosi akan dirasakan saat terjadinya perselingkuhan hingga pasca perselingkuhan. 

Pengalaman ini sering kali mengurangi rasa kepercayaan seseorang terhadap pasangan, atau biasa juga disebut sebagai trust issue. Tetapi, tidak sedikit juga di antara kita yang memilih untuk bertahan, melawan rasa ketidakpercayaan, dan mencoba memperbaikinya. 

Jika Sahabat Fimela mengalami hal ini, kamu perlu tahu bahwa membangun kembali kepercayaan memang bukanlah hal yang mudah, namun bukan juga mustahil. Prosesnya sudah pasti membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran yang tiada batasnya. 

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Beri Ruang untuk Merasakan dan Memproses Luka

Perlu waktu untuk bisa menerima dan memproses keadaan./copyright Freepik

Sebelum memperbaiki hubungan, izinkan diri sendiri untuk merasakan dan menerima segala bentuk emosi yang muncul. Tidak perlu terburu-buru untuk merasa baik-baik saja karena luka emosional yang dipendam justru bisa menjadi luapan amarah di masa depan. 

Mengakui rasa sakit dan jujur terhadap apa yang sedang dirasakan bisa memberi ruang untuk pulih secara sehat. Sama halnya seperti luka fisik, ketika kita menerima rasa sakitnya sekaligus merawatnya dengan sabar, maka luka itu akan sembuh tanpa meninggalkan bekas. 

3 dari 6 halaman

2. Bangun Kejujuran dengan Konsisten

Membangun kejujuran secara konsisten adalah kunci hubungan yang sehat./copyright Freepik/wavebreakmedia_micro

Bagi korban perselingkuhan, permintaan maaf saja tidak akan cukup untuk bisa mengembalikan rasa aman dan kepercayaan. Yang dibutuhkan adalah konsistensi. Dan untuk membuktikan konsistensi itu perlu waktu yang panjang. 

Pasangan yang ingin memperbaiki hubungan perlu menunjukkan perubahan yang nyata dan konsisten. Bukan hanya sekadar janji di awal saja tetapi harus selalu bisa dibuktikan. 

4 dari 6 halaman

3. Hindari Posesif yang Berlebihan

Posesif yang berlebihan akan membuat rasa tidak aman pada pasangan./copyright Freepik/jcomp

Setelah dikhianati, pasangan cenderung akan lebih mudah trust issue. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa perilaku seperti sering memeriksa ponsel, media sosial, bahkan lokasi pasangan. Jika terus dilakukan dna terkesan berlebihan, justru hubungan akan semakin sulit diperbaiki. 

Transparansi memang hal yang penting. Tetapi perlu dipahami juga bahwa dalam membangun kembali hubungan yang sudah runtuh juga diperlukan rasa aman dan nyaman di antara kedua belah pihak. Hubungan yang sehat tetap membutuhkan batasan dan rasa saling menghargai. 

5 dari 6 halaman

4. Bicarakan Akar Masalah dengan Tenang

Komunikasi yang baik dengan pasangan./copyright Freepik/katemangostar

Perselingkuhan memang kesalahan satu pihak, tetapi kondisi hubungan sebelumnya juga layak dievaluasi bersama. Apakah ada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi? Atau apakah komunikasi selama ini masih kurang baik? 

Diskusi dan evaluasi seperti ini bukanlah ajang untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memahami apa yang perlu diperbaiki agar hal yang sama tidak terulang. Dengan memahami akar permasalahan dengan tenang dan bijak, justru akan membuat pasangan semakin menghargai satu sama lain. 

6 dari 6 halaman

5. Tentukan Kembali Komitmen Bersama

Komitmen antar pasangan membaut hubungan lebih sehat./copyright Freepik

Membangun ulang hubungan setelah perselingkuhan ibarat memulai hubungan lagi dari awal dengan orang yang sama. Dalam hal ini, pasangan perlu menyepakati ulang nilai, batasan, dan tujuan dalam hubungan. 

Pasangan juga perlu memahami kembali apa arti kesetiaan, hubungan, dan rasa cukup terhadap satu sama lain. Kesepakatan dan komitmen ini bisa menjadi fondasi yang lebih kuat dari sebelumnya.

Sahabat Fimela, membangun kepercayaan lagi kepada pasangan memang bukanlah hal yang mudah dan tentu butuh rasa lapang dada. Yang terpenting lagi adalah bahwa membangun kepercayaan pasca perselingkuhan memerlukan kerjasama dari dua pihak, pelaku dan juga korban. Jika hanya satu pihak yang mengusahakan, akan lebih baik untuk memilih jalur berpisah. Perlu kamu ingat bahwa kebahagiaanmu juga sama pentingnya dalam hubungan.