Fimela.com, Jakarta - Selama bulan Ramadhan, umat Islam melakukan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga sejak matahari terbit hingga terbenam. Perubahan pola makan dan minum ini sering kali membuat tubuh perlu waktu untuk beradaptasi. Jika asupan nutrisi dan cairan tidak terpenuhi dengan baik, tubuh akan mengalami gejala seperti lemas, bibir kering, hingga sakit kepala di tengah hari yang membuat aktivitas terasa kurang nyaman.
Rasa haus berlebihan saat puasa bisa menjadi sinyal bahwa tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika kebutuhan cairan dalam tubuh tidak terpenuhi. Padahal, air berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, seperti membantu mengatur suhu tubuh. Karenanya, menjaga hidrasi tubuh selama bulan Ramadhan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Berikut beberapa panduan yang bisa diterapkan untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa.
1. Metode 4-2-2
Saat berpuasa, tubuh tetap membutuhkan sekitar delapan gelas air putih perharinya. Pola minum yang cukup populer adalah 4-2-2, yaitu empat gelas saat berbuka, dua gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Pembagian ini membantu tubuh dalam menyerap cairan secara bertahap tanpa terasa memberatkan. Konsumsi air terlalu banyak saat sahur dinilai kurang efektif karena tubuh memiliki batasan dalam menyimpan cairan. Sementara saat berbuka, tubuh siap untuk menyerap cairan sebagai pengganti cairan yang hilang setelah seharian berpuasa.
2. Makan Makanan Bernutrisi saat Sahur dan Berbuka
Selain air putih, makanan juga berperan dalam menjaga hidrasi. Makanan yang berkadar air tinggi seperti timun, semangka, tomat, dan yogurt membantu tubuh menjaga asupan cairan. Sehingga cocok untuk dijadikan tambahan menu saat puasa, agar tubuh tetap segar dan energi terjaga sepanjang hari.
3. Batasi Makanan Asin dan Berminyak saat Sahur
Makanan berminyak dengan rasa asin sering kali menggugah selera dan meningkatkan nafsu makan saat sahur. Dibalik kelezatannya, kandungan garam yang tinggi ternyata membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkannya. Akibatnya, rasa haus akan cepat menyerang sebelum waktu berbuka dan menimbulkan gejala-gejala dehidrasi tertentu. Maka, penting untuk menjaga menu sahur dengan komposisi gizi yang seimbang, dengan memadukan protein, serat, mineral, dan karbohidrat untuk meminimalkan risiko dehidrasi.
4. Kurangi Aktivitas Berlebih
Aktivitas fisik yang terlalu padat dapat membuat tubuh menguras energi lebih cepat. Jika dilakukan secara berlebihan, atau saat cuaca panas, tubuh akan lebih mudah berkeringat. Keringat berlebih mendorong tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Karena itu, penting untuk mengurangi kegiatan yang tidak mendesak atau menundanya hingga waktu yang lebih tepat. Melalui cara ini, kesehatan dan stamina tubuh akan terjaga untuk waktu yang lebih lama.
Rasa haus berlebih saat berpuasa bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang membutuhkan perhatian ekstra. Dengan menjaga asupan bernutrisi, pola minum yang teratur, serta pengelolaan aktivitas yang bijak, dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh saat puasa. Dengan stamina yang terjaga, ibadah akan terasa lebih ringan dan nyaman. Semoga Sahabat Fimela dapat melalui Ramadhan kali ini dengan sehat dan lancar.