Olahraga Jaw and Tongue Release Pagi Hari untuk Wajah Lebih Rileks dan Napas Lebih Lega

Kayla BridgitteDiterbitkan 29 Mei 2026, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pernahkah Sahabat Fimela merasakan bangun tidur dengan rahang terasa kaku atau kepala terasa berat tanpa sebab yang jelas? 

Melansir dari sleepandtmjcenter.com, pernapasan yang baik sebenarnya berawal dari lidah yang kuat dan berada di posisi yang tepat. Tanpa kita sadari, posisi lidah saat beristirahat sangat memengaruhi cara kita bernapas setiap hari. Ketika lidah terlatih dan menempel lembut di langit langit mulut, saluran napas dapat bekerja lebih optimal dan tubuh pun terasa lebih rileks.

Banyak dari kita menggertakkan gigi saat tidur atau menahan ketegangan di area rahang ketika stres. Ketegangan kecil yang terus menumpuk ini bisa memengaruhi kualitas istirahat, suasana hati, bahkan cara kita bernapas sepanjang hari.

Salah satu kebiasaan sederhana yang mulai banyak dibahas dalam berbagai media kesehatan luar negeri adalah ritual jaw and tongue release di pagi hari. Gerakan ini terinspirasi dari latihan myofunctional therapy, yaitu latihan ringan yang berfokus pada otot wajah, lidah, dan area sekitar mulut. Tujuannya bukan sekadar estetika, tetapi membantu otot kembali ke posisi istirahat yang lebih alami.

Olahraga ini dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit sebelum memulai aktivitas. Intinya adalah melepaskan ketegangan di rahang, menyadarkan posisi lidah, dan mengaktifkan pernapasan melalui hidung. Ketika lidah berada di posisi yang tepat dan rahang tidak saling menekan, tubuh akan terasa lebih rileks.

Jika dilakukan secara konsisten, olahraga ini dapat menjadi momen refleksi kecil di pagi hari. Bukan hanya tentang wajah yang lebih santai, tetapi juga tentang memulai hari dengan kesadaran tubuh yang lebih baik. Di tengah ritme kerja yang cepat dan tekanan harian, kebiasaan kecil seperti ini bisa menjadi fondasi untuk keseimbangan yang lebih sehat.

2 dari 4 halaman

Langkah Praktis Jaw Release di Pagi Hari

Sahabat Fimela, berikut beberapa langkah sederhana untuk melakukan jaw release sebelum memulai aktivitas. [Dok/Freepik.com/asierromero].

1. Duduk atau berdiri dengan posisi tubuh tegak

Pastikan punggung lurus dan bahu rileks, tidak terangkat atau menegang. Posisi tubuh yang tegak membantu saluran napas terbuka lebih optimal. Pejamkan mata sejenak lalu ambil beberapa napas dalam melalui hidung. 

Rasakan udara masuk dan keluar dengan ritme perlahan. Tahap ini penting untuk membawa tubuh ke kondisi lebih tenang sebelum fokus pada area rahang dan lidah yang sering menyimpan ketegangan.

2. Sadari posisi rahang

Biarkan bibir tertutup secara alami, tetapi beri sedikit jarak antara gigi atas dan bawah. Banyak orang tanpa sadar mengatupkan gigi saat stres atau tidur. 

Perhatikan apakah ada tekanan di sekitar pipi atau pelipis. Jika terasa tegang, bayangkan rahang menjadi lebih berat dan perlahan turun ke posisi netral.

3. Buka dan tutup mulut secara perlahan

Buka rahang perlahan hingga terasa regangan ringan, lalu tutup kembali tanpa menghentakkan. Ulangi beberapa kali dengan ritme lembut. Fokus pada gerakan yang terkontrol, bukan lebar bukaan.

4. Lakukan gerakan geser ringan

Dengan mulut sedikit terbuka, gerakkan rahang perlahan ke kanan dan kiri. Lakukan dengan hati hati untuk meningkatkan mobilitas sendi rahang tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman. Gerakan kecil yang konsisten justru lebih efektif dibanding gerakan besar yang terburu buru.

5. Pijat ringan area rahang

Gunakan ujung jari untuk memijat lembut area dekat telinga dan sepanjang garis rahang. Tekanan ringan membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi kekakuan setelah tidur. Kamu juga bisa memijat area pelipis untuk sensasi lebih rileks.

6. Akhiri dengan napas sadar

Tarik napas dalam melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui hidung atau mulut. Biarkan rahang berada di posisi netral tanpa saling menekan. Rasakan perbedaannya. Biasanya wajah terasa lebih ringan dan napas menjadi lebih dalam serta stabil.

3 dari 4 halaman

7. Temukan posisi lidah yang tepat

Selain melepaskan ketegangan pada rahang, posisi lidah juga memegang peran penting dalam mendukung kualitas napas dan relaksasi wajah. [Dok/freepik.com].

Letakkan seluruh permukaan lidah secara ringan ke langit langit mulut, tepat di belakang gigi depan atas. Pastikan yang menempel bukan hanya ujung lidah, tetapi bagian tengah hingga belakangnya ikut terangkat. Jangan menekan terlalu keras. Cukup tempelkan dengan lembut hingga terasa stabil dan nyaman. Posisi ini membantu membentuk postur istirahat mulut yang lebih ideal.

8. Jaga gigi tetap terpisah

Saat lidah berada di posisi tersebut, biarkan gigi atas dan bawah tidak saling bersentuhan. Banyak orang terbiasa menggertakkan atau menempelkan gigi tanpa sadar, terutama saat stres. Dengan memberi sedikit jarak di antara gigi, otot rahang akan lebih rileks dan tekanan berlebih bisa dikurangi.

9. Latihan tekanan ringan

Tekan lidah ke langit langit mulut selama lima hingga sepuluh detik, lalu lepaskan perlahan. Ulangi beberapa kali. Latihan ini membantu meningkatkan kekuatan dan kesadaran otot lidah tanpa membuatnya tegang. Rasakan bagaimana area bawah dagu dan leher bagian depan ikut aktif secara halus.

10. Latihan menelan sadar

Saat menelan air liur, perhatikan posisi lidah. Usahakan tetap berada di langit langit mulut dan tidak mendorong ke arah depan gigi. Pola menelan yang tepat membantu koordinasi otot wajah dan mendukung postur mulut yang lebih sehat.

11. Kombinasikan dengan pernapasan hidung

Tarik napas dalam melalui hidung sambil mempertahankan posisi lidah. Pernapasan hidung membantu menjaga kelembapan alami dan mendukung fungsi otot wajah secara seimbang. Hembuskan napas perlahan sambil menjaga rahang tetap rileks.

12. Lakukan secara konsisten

Tidak perlu waktu lama, cukup dua hingga lima menit setiap pagi. Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi panjang. Dengan latihan rutin, Sahabat Fimela membantu tubuh membangun kebiasaan baru yang lebih rileks dan alami, sehingga wajah terasa lebih ringan dan napas menjadi lebih optimal sepanjang hari.

Dengan latihan ini, Sahabat Fimela melatih postur istirahat mulut yang lebih sehat. Perlahan, tubuh akan terbiasa berada dalam posisi yang lebih rileks tanpa perlu dipaksa.

4 dari 4 halaman

Manfaat Jaw and Tongue Release untuk Keseharian

Ritual jaw and tongue release memiliki manfaat yang cukup luas jika dilakukan rutin. [Dok/freepik.com/stockking].

Membantu mengurangi ketegangan rahang

Banyak orang tanpa sadar menyimpan stres di area rahang. Saat bangun tidur, otot sekitar mulut dan pipi bisa masih dalam kondisi tegang, terutama jika kamu terbiasa menggertakkan gigi saat tidur. 

Dengan latihan pelepasan rahang setiap pagi, tekanan yang menumpuk perlahan berkurang. Dampaknya bukan hanya pada rasa nyaman di wajah, tetapi juga membantu menekan risiko sakit kepala tegang yang sering muncul akibat otot yang kaku.

Meningkatkan mobilitas sendi rahang

Gerakan membuka dan menggeser rahang secara perlahan membantu menjaga fleksibilitas sendi temporomandibular. Sendi ini berperan besar saat kita berbicara, mengunyah, atau bahkan tertawa. Jika mobilitasnya terjaga, aktivitas sehari hari terasa lebih ringan dan tidak disertai rasa pegal atau bunyi klik yang mengganggu.

Mendukung pola pernapasan yang lebih baik

Posisi lidah yang tepat dan pernapasan melalui hidung membantu saluran napas bekerja lebih optimal. Dalam beberapa pendekatan terapi orofasial, latihan ini bahkan dikaitkan dengan pengurangan kebiasaan mendengkur ringan.

Membantu mengurangi kebiasaan menggertakkan gigi

Posisi lidah yang tepat di langit langit mulut serta kebiasaan bernapas melalui hidung membantu saluran napas bekerja lebih optimal. Dalam beberapa pendekatan terapi orofasial, pola ini dikaitkan dengan kualitas napas yang lebih stabil dan bahkan membantu mengurangi kebiasaan mendengkur ringan.

Meningkatkan kesadaran tubuh

Ritual singkat ini memberi momen refleksi di pagi hari sebelum tenggelam dalam aktivitas. Saat tubuh lebih rileks, pikiran pun cenderung lebih tenang.

Di tengah rutinitas yang padat, memberi perhatian pada otot kecil di sekitar wajah bisa menjadi langkah kecil untuk kenyamanan dan kualitas hidup Sahabat Fimela sehari hari.