Pahami Tanda-Tanda Awal Autism yang Orangtua Wajib Ketahui

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 26 Februari 2026, 15:46 WIB

ringkasan

  • Deteksi dini autisme spektrum disorder (ASD) melalui pengenalan tanda-tanda awal sangat krusial untuk intervensi yang efektif dan mendukung tumbuh kembang anak.
  • Tanda-tanda awal ASD mencakup masalah komunikasi dan interaksi sosial seperti kurangnya kontak mata atau respons nama, serta pola perilaku berulang dan minat yang sangat terbatas.
  • Orang tua perlu mewaspadai regresi keterampilan atau keterlambatan signifikan dalam tonggak perkembangan, dan segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika ada kekhawatiran.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Autisme Spektrum Disorder (ASD) adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku. Gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi, berbahasa, berekspresi, dan berkomunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal.

Deteksi dini gejala autisme sangat penting karena tahun-tahun pertama kehidupan merupakan periode kritis perkembangan otak anak. Mengenali tanda-tanda awal memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan efektif, yang dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup anak.

Meskipun gejala ASD bervariasi pada setiap individu, orang tua perlu waspada terhadap pola perilaku dan perkembangan tertentu yang mungkin mengindikasikan kondisi ini. Gejala autisme umumnya mulai terlihat jelas saat anak menginjak usia 1–2 tahun, bahkan bisa sejak bayi.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Mengenali Tantangan Komunikasi dan Interaksi Sosial pada Anak

Salah satu ciri autisme yang paling umum adalah gangguan komunikasi dan interaksi sosial. (Foto: bearfotos/Freepik)

Salah satu ciri autisme yang paling umum adalah gangguan komunikasi dan interaksi sosial. Anak dengan autisme seringkali menunjukkan kurangnya kontak mata, bahkan sejak usia bayi, dan mungkin tampak menghindari kontak mata dengan orang lain. Pada usia 2 bulan, anak-anak lain umumnya sudah mencapai kontak mata dan kemampuan mengenali orang di sekitar.

Selain itu, anak mungkin tidak merespons namanya saat dipanggil, terutama pada usia 9 hingga 12 bulan. Mereka juga bisa menunjukkan kurangnya ekspresi wajah seperti senyum sosial atau ekspresi gembira lainnya yang ditujukan kepada orang lain pada usia 6 bulan. Kesulitan dalam memahami isyarat nonverbal, seperti ekspresi wajah atau nada suara, juga sering terjadi.

Keterlambatan atau perbedaan bicara merupakan tanda penting lainnya. Anak mungkin tidak mengoceh pada usia 12 bulan, tidak mengucapkan kata-kata bermakna pada usia 16 bulan, atau tidak membentuk frasa dua kata pada usia 24 bulan. Ekolalia, yaitu mengulang kata atau frasa secara verbatim tanpa konteks, juga dapat diamati. Beberapa anak dengan autisme mungkin lebih suka menyendiri dan tidak menunjukkan minat pada anak-anak lain atau interaksi sosial.

3 dari 4 halaman

Memahami Pola Perilaku Berulang dan Minat Terbatas

Pola perilaku, minat, atau aktivitas yang terbatas dan berulang adalah karakteristik utama lain dari ASD. Salah satu perilaku yang sering terlihat adalah stimming, yaitu gerakan berulang seperti mengayunkan tubuh, berputar, atau mengepakkan tangan. Perilaku ini dapat menjadi bentuk stimulasi diri dan seringkali terjadi saat anak merasa stres atau cemas.

Anak dengan autisme juga cenderung memiliki kebutuhan akan rutinitas yang ketat dan menunjukkan ketahanan terhadap perubahan kecil. Perubahan dalam rutinitas dapat membuat mereka sangat kesal. Minat mereka seringkali sangat intens dan terfokus pada topik atau objek tertentu, misalnya hanya berfokus pada satu aspek mainan seperti roda mobil.

Sensitivitas sensorik yang tidak biasa juga sering ditemukan, di mana anak mungkin memiliki reaksi intens terhadap suara, bau, rasa, tekstur, atau cahaya. Mereka mungkin sangat sensitif terhadap sentuhan, namun kurang peka terhadap rasa sakit. Selain itu, kurangnya permainan imitatif atau imajinatif, seperti bermain pura-pura, juga menjadi indikator penting.

4 dari 4 halaman

Tanda Lain yang Tak Boleh Diabaikan: Regresi dan Keterlambatan Perkembangan

Sahabat Fimela, beberapa anak dengan ASD mungkin menunjukkan regresi keterampilan. Ini berarti mereka mengembangkan keterampilan baru dan mencapai tonggak perkembangan hingga usia tertentu, misalnya 18 hingga 24 bulan, kemudian berhenti memperoleh keterampilan baru atau bahkan kehilangan keterampilan yang pernah mereka miliki. Kehilangan kemampuan bicara, mengoceh, atau keterampilan sosial yang sebelumnya diperoleh adalah tanda yang perlu diwaspadai serius.

Keterlambatan dalam tonggak perkembangan umum juga merupakan indikator penting. Misalnya, tidak tersenyum pada usia 6 bulan, tidak memiliki ekspresi wajah pada usia 9 bulan, tidak mengoceh pada usia 12 bulan, atau tidak menunjuk/melambai pada usia 12 bulan. Meskipun setiap anak memiliki waktu perkembangannya sendiri, keterlambatan signifikan dalam tonggak-tonggak ini memerlukan perhatian lebih.

Jika Sahabat Fimela memiliki kekhawatiran tentang perkembangan anak, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan, seperti dokter spesialis anak. Diagnosis yang tepat dan intervensi dini dapat membantu anak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.