Mengungkap Fakta Tumor Payudara, Ini Kata Dokter Mengenai Gejala, Deteksi Dini, dan Pilihan Pengobatan

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 06 Maret 2026, 06:14 WIB

ringkasan

  • Mengenali gejala awal tumor payudara sangat penting untuk deteksi dini dan meningkatkan peluang kesembuhan.
  • Gejala umum tumor payudara meliputi benjolan pada payudara atau ketiak, perubahan ukuran/bentuk/kulit/puting payudara, keluarnya cairan dari puting, serta nyeri payudara yang tidak biasa.
  • Perbedaan karakteristik benjolan jinak (bulat, kenyal, mudah digerakkan) dan ganas (keras, tidak beraturan, melekat) memerlukan pemeriksaan medis segera untuk diagnosis akurat.

Fimela.com, Jakarta - Kesehatan payudara menjadi aspek krusial yang perlu kita perhatikan dengan seksama. Mengenali gejala awal Tumor Payudara merupakan langkah pertama yang sangat penting dalam upaya deteksi dini dan penanganan yang efektif. Tumor payudara sendiri adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada kelenjar, jaringan ikat, atau saluran ASI di payudara, yang bisa bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker).

Dalam beberapa tahun terakhir, kanker payudara konsisten menjadi kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memperkirakan pada tahun 2022 terdapat 66.271 kasus baru kanker payudara di Indonesia, dengan 22.598 kematian, serta prevalensi 5-tahun sekitar 209.748 orang (perkiraan jumlah pasien yang masih hidup dalam 5 tahun setelah diagnosis). Artinya, “benjolan di payudara” adalah keluhan yang perlu ditangani serius, namun tidak selalu berarti kanker, dan semakin cepat diperiksa, semakin baik hasilnya.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Gejala Tumor Payudara yang Perlu Diwaspadai

Tumor payudara seringkali diawali dengan perubahan kecil yang kadang tidak disadari. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda awalnya. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Benjolan baru di payudara atau ketiak, biasanya terasa keras, tidak beraturan, dan tidak hilang setelah menstruasi.

2. Perubahan bentuk atau ukuran payudara, salah satu payudara tampak berbeda atau terasa lebih berat.

3. Perubahan pada kulit payudara, kulit terlihat menebal, berkerut seperti kulit jeruk, atau kemerahan yang tidak membaik.

4. Puting tertarik ke dalam atau berubah bentuk

5. Keluar cairan dari puting, terutama bila berdarah dan bukan dalam kondisi menyusui.

6. Luka pada payudara yang tidak sembuh-sembuh

Menariknya, tidak semua tumor payudara menimbulkan rasa nyeri. “Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya. Padahal, tumor payudara—terutama yang ganas—tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal. Karena itu, setiap benjolan baru yang menetap harus diperiksakan,” jelas dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong.

3 dari 4 halaman

Pentingnya Deteksi Dini hingga Pemeriksaan Rutin

1. SADARI (Periksa Payudara Sendiri)Lakukan 1x/bulan, idealnya hari ke-7 sampai ke-10 setelah haid (payudara tidak terlalu bengkak/nyeri). Bila sudah menopause, pilih tanggal yang sama tiap bulan.Yang dicari: benjolan baru, penebalan, perubahan kulit, perubahan puting, cairan puting.

2. SADANIS (Pemeriksaan klinis oleh dokter)Dokter melakukan pemeriksaan payudara dan kelenjar di ketiak/sekitar tulang selangka, menilai apakah ada tanda yang perlu pemeriksaan lanjutan.

3. Pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan● USG payudara: sering digunakan terutama pada payudara yang lebih padat (mis. usia lebih muda) atau untuk membedakan massa padat vs kista.

● Mammografi: membantu melihat kelainan yang belum teraba (mis. mikrokalsifikasi).

● MRI payudara: pada indikasi tertentu (mis. evaluasi lebih detail, risiko tinggi, atau penilaian sebelum operasi).

"Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin seperti SADARI dan SADANIS sangat penting untuk menemukan masalah lebih awal. Dengan teknologi yang semakin maju, kita dapat mendeteksi kelainan dengan lebih tepat dan lebih cepat, memberikan kesempatan lebih besar untuk pengobatan yang efektif," tambah dr. Ivan.

4 dari 4 halaman

Penanganan Tumor Payudara

Kanker payudara menempati urutan pertama jumlah kanker terbanyak. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Pengobatan tumor payudara sangat bergantung pada jenis tumor dan stadium penyakit. Jika tumor terdeteksi sebagai jinak, biasanya tidak diperlukan tindakan agresif selain pemantauan secara berkala. Namun, jika tumor terdeteksi sebagai ganas atau kanker payudara, pengobatan yang lebih intensif akan diperlukan.

Penanganan Tumor Jinak

● Observasi dan Pemantauan Berkala: Tumor jinak seperti fibroadenoma atau kista umumnya tidak memerlukan pengobatan selain pemantauan rutin untuk memastikan tidak ada perubahan.

● Pengangkatan Tumor: Jika benjolan jinak mengganggu atau semakin besar, dokter dapat menyarankan untuk mengangkat tumor tersebut melalui prosedur eksisi (operasi kecil).

Penanganan Tumor Ganas (Kanker Payudara)Di Breast Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, pengobatan tumor payudara ganas dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan tim dokter spesialis bedah onkologi, ahli radiologi, ahli patologi, dan ahli kanker lainnya. Berikut adalah beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan:

1. Operasi

○ Lumpektomi (Breast-conserving surgery): Pengangkatan tumor sambil mempertahankan sebagian besar payudara.

○ Mastektomi: Pengangkatan seluruh payudara bila tumor sangat besar atau tersebar luas.

2. Kemoterapi

○ Digunakan untuk membunuh sel kanker yang mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Kemoterapi sering kali diberikan sebelum atau setelah operasi untuk menurunkan kemungkinan kekambuhan/ukuran tumor.

3. Radioterapi

○ Penggunaan sinar untuk membunuh sel kanker yang tersisa setelah operasi, terutama pada pasien dengan tumor yang lebih besar atau yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening.

4. Terapi Hormon dan Imunoterapi

○ Pada kanker payudara yang hormon-reseptor positif, terapi hormon dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

○ Imunoterapi dan Terapi Target digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh atau menargetkan protein tertentu dalam sel kanker.

“Kami memahami bahwa menemukan benjolan pada payudara seringkali menimbulkan rasa cemas dan ketakutan bagi banyak orang. Karena itu, di Bethsaida Hospital Gading Serpong kami menghadirkan layanan Breast Clinic di Women’s Health Center yang tidak hanya lengkap dari sisi fasilitas dan teknologi medis, tetapi juga memberikan rasa aman dan pendampingan bagi pasien dalam setiap tahap pemeriksaan hingga pengobatan,” ujar dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.