Perempuan Wajib Tahu! Cara Atur Jadwal Kerja dengan Biohacking Sesuai Siklus Bulanan

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 26 Mei 2026, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa dalam satu minggu kamu bisa menjadi sangat produktif, penuh ide, dan percaya diri. Namun, tiba-tiba di minggu berikutnya justru lebih mudah lelah dan ingin menyendiri? Apabila kamu merasakan hal tersebut, tenang saja, Sahabat Fimela. Apa yang kamu alami sepenuhnya normal, karena tubuhmu sedang bekerja mengikuti siklus alaminya.

Dilansir dari biogena.com, biohacking berarti “menyelaraskan diri” dengan kebutuhan biologis melalui perubahan kecil yang terarah, mulai dari pola makan, olahraga, hingga cara kita mengatur waktu kerja.

Menariknya, biohacking untuk perempuan memiliki pendekatan yang berbeda. Jika laki-laki cenderung mengikuti ritme hormon harian (24 jam), tubuh perempuan bekerja dalam siklus bulanan sekitar 28 hari. Hal ini membuat energi, fokus, dan suasana hati bisa berubah-ubah tergantung pada fase hormon yang sedang berlangsung.

Sahabat Fimela, agar aktivitasmu menjadi lebih optimal, kamu bisa menjadikan siklus ini sebagai “kompas produktivitas”. Yuk, kenali empat fasenya dan sesuaikan strategi kerjamu!

Fase 1: Follicular Phase (Inner Spring)

Fase ini dimulai setelah menstruasi selesai. Pada periode ini, hormon estrogen mulai meningkat, membuatmu merasa lebih segar, optimis, dan penuh semangat. Ibaratnya, ini adalah momen “restart” alami bagi tubuh.

Kamu mungkin akan merasakan energi yang meningkat, lebih kreatif, terbuka terhadap ide baru, serta motivasi yang mulai naik. Karena itu, fase ini sangat ideal untuk memulai proyek baru, melakukan brainstorming, atau mengambil keputusan penting.

Untuk mendukung tubuh, perbanyaklah konsumsi makanan segar seperti sayuran, kacang-kacangan, dan makanan fermentasi. Nutrisi seperti asam folat dan inositol juga dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.

 

 

2 dari 3 halaman

Fase 2: Ovulation Phase (Inner Summer)

Fase ini merupakan puncak performa (peak performance) dalam siklus perempuan. [Dok/freepik.com/wayhomestudio]

Fase ovulasi erjadi sekitar hari ke-12 hingga ke-16, fase ini merupakan puncak performa (peak performance) dalam siklusmu. Kamu cenderung merasa paling percaya diri, komunikatif, dan energik. Mood yang stabil, rasa percaya diri yang meningkat, serta kemampuan komunikasi yang optimal membuat fase ini cocok untuk melakukan presentasi, pitching, networking, maupun meeting penting. Aktivitas kolaboratif juga akan terasa lebih menyenangkan di fase ini.

Karena suhu tubuh cenderung meningkat, pilihlah makanan yang ringan dan menyegarkan seperti salad dan smoothie. Asupan zinc juga dapat membantu mendukung keseimbangan hormon selama fase ovulasi.

Fase 3: Luteal Phase (Inner Autumn)

Fase ini terjadi setelah ovulasi hingga menjelang menstruasi. Tubuh mulai meningkatkan produksi hormon progesteron, sehingga energi perlahan menurun. Kamu mungkin juga akan merasa lebih sensitif, mudah lelah, atau mengalami gejala PMS.

Di fase ini, kamu cenderung membutuhkan waktu sendiri, lebih fokus pada detail, dan tidak seaktif sebelumnya. Oleh karena itu, manfaatkan waktu ini untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah dimulai, mengerjakan tugas administratif, serta mengurangi aktivitas sosial yang terlalu intens.

Untuk menjaga kondisi tubuh, perbanyak konsumsi protein, serat, dan makanan yang mengenyangkan seperti kacang, biji-bijian, serta buah beri. Magnesium dan vitamin B6 juga dapat membantu meredakan gejala PMS dan membuat tubuh lebih rileks.

 

 

3 dari 3 halaman

Fase 4: Menstruation (Inner Winter)

Fase ini adalah waktu terbaik untuk melambat, karena tubuh sedang menjalani proses pemulihan alami. [Dok/freepik.com]

Fase ini dimulai pada hari pertama haid. Ini adalah waktu terbaik untuk melambat, karena tubuh sedang menjalani proses pemulihan alami. Ciri-cirinya meliputi energi yang cenderung rendah, kebutuhan istirahat yang lebih tinggi, serta kecenderungan untuk lebih reflektif dan intuitif.

Dalam hal pekerjaan, kamu bisa memanfaatkan fase ini untuk evaluasi, refleksi, dan merencanakan langkah ke depan. Hindari jadwal yang terlalu padat dan prioritaskan self care. Dari sisi nutrisi, konsumsi makanan kaya zat besi seperti bayam, lentil, atau daging sangat dianjurkan untuk membantu pembentukan darah. Kombinasikan dengan vitamin C agar penyerapannya lebih optimal.

Dengan memahami dan mengikuti ritme alami tubuh, kamu tidak hanya bisa bekerja lebih produktif, tetapi juga menjaga keseimbangan fisik dan emosional. Jadi, daripada memaksakan diri untuk selalu “on”, yuk mulai selaraskan aktivitasmu dengan siklus tubuhmu sendiri. Karena tubuh perempuan selalu punya cara untuk memberi tahu apa yang sebenarnya ia butuhkan.