Viral di TikTok, Apa Itu Boy Kibble? Pakar Peringatkan Bahaya Diet Ini pada Remaja.

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 20 April 2026, 14:10 WIB

ringkasan

  • "Boy Kibble" adalah tren diet viral TikTok yang berfokus pada makanan sederhana tinggi protein seperti daging giling dan nasi, dipopulerkan oleh influencer kebugaran untuk efisiensi nutrisi.
  • Pakar gizi memperingatkan bahwa diet "Boy Kibble" yang tidak bervariasi berisiko menyebabkan kekurangan serat, vitamin, mineral esensial, serta dapat memicu gangguan makan dan lonjakan gula darah.
  • Untuk diet yang lebih sehat, ahli menyarankan modifikasi "Boy Kibble" dengan menambahkan sayuran, mengganti karbohidrat olahan, mendiversifikasi sumber protein, dan memastikan variasi makanan secara keseluruhan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, jagat maya kembali diramaikan dengan tren diet viral yang disebut "Boy Kibble". Fenomena ini muncul sebagai respons pria terhadap "girl dinner" yang populer sebelumnya, namun dengan fokus yang berbeda. Diet ini mengedepankan kesederhanaan dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian, terutama protein.

Tren "Boy Kibble" dipopulerkan oleh influencer kebugaran di TikTok, menawarkan solusi praktis bagi mereka yang ingin mencapai target protein tanpa banyak usaha. Makanan ini umumnya terdiri dari daging giling dan nasi putih, disiapkan dalam porsi besar untuk persiapan makan. Tujuannya adalah menyediakan asupan nutrisi yang cepat, murah, dan mudah diulang.

Meskipun terdengar praktis, para ahli gizi dan kesehatan menyuarakan kekhawatiran serius mengenai potensi risiko "Boy Kibble". Mereka memperingatkan bahwa diet yang terlalu repetitif dan minim variasi ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting. Penting bagi kita untuk memahami lebih dalam apa itu "Boy Kibble" dan bagaimana menjaga keseimbangan gizi.

2 dari 4 halaman

Mengenal Lebih Dekat Fenomena 'Boy Kibble' di TikTok

"Boy Kibble" adalah istilah yang menggambarkan pola makan sangat sederhana, kaya protein, dan seringkali disiapkan dalam jumlah besar untuk konsumsi berulang. | unsplash.com/@yunmai

"Boy Kibble" adalah istilah yang menggambarkan pola makan sangat sederhana, kaya protein, dan seringkali disiapkan dalam jumlah besar untuk konsumsi berulang. Konsep ini berpusat pada efisiensi, kinerja, serta utilitas, dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan makro nutrisi. Para penggiat kebugaran dan influencer gym di media sosial mengklaim hidangan ini membantu mereka mencapai target protein harian tanpa menghabiskan banyak waktu memasak atau uang.

Komposisi utama "Boy Kibble" umumnya terdiri dari daging giling, seperti sapi, kalkun, atau ayam, yang dimasak dan disajikan bersama nasi putih. Nama "kibble" sendiri merupakan perbandingan lucu dengan makanan anjing, menekankan sifatnya yang dasar dan tanpa embel-embel. Hal ini mengesampingkan rasa dan estetika demi efisiensi serta nutrisi yang cepat.

Tren ini dipopulerkan oleh pembuat konten makanan Patrick Kong (@patty.plates) dan influencer kebugaran lainnya di TikTok. Berbeda dengan "girl dinner" yang seringkali berupa piring camilan santai dan bervariasi, "Boy Kibble" lebih fokus pada tujuan membangun otot atau menurunkan berat badan. Ini menunjukkan perbedaan pendekatan yang signifikan dalam tren makanan viral di media sosial.

3 dari 4 halaman

Peringatan Serius Pakar Gizi: Kekurangan Nutrisi dan Risiko Kesehatan

Meskipun "Boy Kibble" menjanjikan kandungan protein tinggi, para ahli gizi dan kesehatan telah menyuarakan kekhawatiran serius. Jika diet ini diikuti secara berulang tanpa modifikasi, risiko kekurangan nutrisi sangat tinggi. Diet hanya dengan daging dan nasi akan kekurangan serat, kalsium, Vitamin C, folat, serta vitamin dan mineral penting lainnya. Antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran juga akan absen.

Nasi putih, yang sering digunakan, adalah karbohidrat olahan yang serat dan proteinnya telah dihilangkan. Ini berarti nasi putih dapat bertindak seperti karbohidrat sederhana dalam tubuh, menyebabkan lonjakan gula darah. Kurangnya serat juga dapat menyebabkan sembelit dan tidak mendukung mikrobioma usus yang sehat. Kekurangan nutrisi esensial berpotensi mengakibatkan defisiensi vitamin yang larut dalam lemak, asam lemak esensial, dan mikronutrien seperti kalsium, vitamin D, serta zat besi.

Selain itu, pola makan yang sangat repetitif dan fokus berlebihan pada makro nutrisi dapat memicu gangguan makan. Ini terutama berlaku bagi individu dengan riwayat gangguan makan atau dapat menumbuhkan mentalitas restriktif. Kekhawatiran tentang perubahan rutinitas atau ketakutan terhadap makanan "tidak terlacak" bisa menjadi tanda bahaya. Melihat makanan semata-mata sebagai fungsional juga dapat mengurangi kenikmatan makan, padahal penelitian menunjukkan bahwa menikmati makanan membantu mempertahankan kebiasaan makan yang sehat.

Beberapa ahli juga menentang stereotip makan berdasarkan gender yang diperkuat oleh tren seperti "Boy Kibble" dan "girl dinner". Stereotip ini dapat mengalihkan perhatian dari kemampuan untuk makan secara intuitif dan sesuai dengan kebutuhan unik individu. Mengandalkan tren makanan "satu ukuran untuk semua" berpotensi berdampak buruk secara nutrisi karena kebutuhan setiap orang bervariasi.

4 dari 4 halaman

Tips Sehat dari Ahli untuk Modifikasi Diet 'Boy Kibble'

Untuk membuat "Boy Kibble" menjadi pilihan makanan yang lebih sehat dan seimbang secara nutrisi, para ahli menyarankan beberapa modifikasi sederhana. Sahabat Fimela dapat dengan mudah mengintegrasikan perubahan ini ke dalam pola makan. Menambahkan sayuran beku campuran, brokoli, kangkung, atau bayam, misalnya, dapat meningkatkan serat, kalsium, dan antioksidan tanpa banyak waktu persiapan.

Variasi karbohidrat juga sangat penting. Ganti nasi putih dengan nasi merah atau biji-bijian utuh lainnya untuk meningkatkan kandungan serat dan mineral. Diversifikasi sumber protein sesekali juga disarankan; ganti daging giling dengan tahu, salmon, atau buncis untuk keragaman nutrisi. Jangan lupa menyertakan lemak sehat seperti alpukat.

Pastikan makanan lain sepanjang hari atau minggu menyediakan berbagai macam makanan untuk mendukung asupan nutrisi secara keseluruhan. Fokuslah pada penambahan nutrisi ke dalam diet, bukan pada pembatasan. Ingatlah, variasi adalah kunci untuk manusia, tidak seperti anjing yang bisa makan kibble setiap hari. Dengan modifikasi ini, "Boy Kibble" bisa menjadi bagian dari pola makan yang bergizi, nyaman, dan terjangkau.