12 Cara Sederhana Mengaktifkan Saraf Penenang Tubuh untuk Meredakan Kecemasan Secara Alami

Siti Nur ArishaDiterbitkan 17 Juni 2026, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kecemasan sering datang tanpa diundang, terutama saat pikiran terasa penuh dan tubuh tidak diberi ruang untuk beristirahat. Dalam kondisi ini, tubuh sebenarnya memiliki sistem alami yang bisa membantu menenangkan diri, yaitu sistem saraf parasimpatis atau yang sering disebut sebagai saraf penenang. Sayangnya, banyak orang belum menyadari bagaimana cara mengaktifkannya dalam kehidupan sehari hari.

Ketika tubuh terus menerus berada dalam mode siaga atau stres, sistem saraf simpatik menjadi dominan. Hal ini membuat detak jantung meningkat, napas menjadi pendek, dan pikiran terasa tidak tenang. Jika kondisi ini berlangsung lama, bukan hanya kesehatan mental yang terdampak, tetapi juga kesehatan fisik secara keseluruhan.

Dilansir dari Healthline, stres kronis dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, gangguan kecemasan, hingga depresi. Oleh karena itu, penting untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengaktifkan sistem saraf penenang agar tubuh dan pikiran kembali seimbang.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Latih Pernapasan Dalam Secara Teratur

Salah satu cara paling efektif untuk mengaktifkan saraf penenang adalah melalui pernapasan dalam. Teknik ini membantu memperlambat detak jantung dan memberikan sinyal ke otak bahwa tubuh dalam kondisi aman. (foto/dok: freepik/benzoix)

Salah satu cara paling efektif untuk mengaktifkan saraf penenang adalah melalui pernapasan dalam. Teknik ini membantu memperlambat detak jantung dan memberikan sinyal ke otak bahwa tubuh dalam kondisi aman.

Cobalah menarik napas perlahan melalui hidung, biarkan perut mengembang, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan selama beberapa menit setiap hari, terutama saat merasa cemas ya, Sahabat Fimela. 

2. Luangkan Waktu untuk Aktivitas Fisik Ringan

Olahraga tidak selalu harus berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau stretching dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat perasaan lebih tenang.

Selain itu, aktivitas fisik juga membantu mengurangi hormon stres dalam tubuh dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Kurangi Paparan Layar yang Berlebihan

Terlalu lama menatap layar ponsel atau laptop dapat meningkatkan stres tanpa disadari. Paparan ini juga sering mengganggu kualitas tidur, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem saraf.

Cobalah memberi jeda dari layar, terutama sebelum tidur, agar tubuh memiliki waktu untuk benar benar beristirahat.

4. Terapkan Self Care yang Sederhana

Self care tidak harus mahal atau rumit. Hal kecil seperti mandi air hangat, membaca buku, atau sekadar duduk menikmati waktu sendiri sudah cukup membantu menenangkan pikiran.

Kunci dari self care adalah memberikan perhatian pada diri sendiri dan memahami apa yang dibutuhkan tubuh dan emosi saat itu.

5. Tulis Pikiran dalam Jurnal

Menulis bisa menjadi cara efektif untuk mengeluarkan beban pikiran. Dengan menuangkan perasaan ke dalam tulisan, kamu memberi ruang bagi emosi untuk diproses dengan lebih sehat.

Tidak perlu panjang, cukup tuliskan apa yang dirasakan hari itu secara jujur.

6. Batasi Konsumsi Kafein

Kafein memang bisa membantu meningkatkan energi, tetapi jika dikonsumsi berlebihan justru dapat memperburuk kecemasan.

Mengurangi asupan kafein secara perlahan bisa membantu tubuh menjadi lebih rileks dan stabil.

 

3 dari 3 halaman

7. Habiskan Waktu Bersama Orang Terdekat

Dukungan sosial memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental. Menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman dapat memberikan rasa nyaman dan aman. (foto/dok: freepik)

Dukungan sosial memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental. Menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman dapat memberikan rasa nyaman dan aman.

Interaksi positif juga membantu tubuh melepaskan hormon yang mendukung perasaan bahagia.

8. Belajar Mengatur Batasan

Terlalu banyak beban atau tanggung jawab bisa memicu stres berlebihan. Belajar mengatakan tidak pada hal yang tidak penting adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan diri.

Dengan batasan yang sehat, kamu memberi ruang bagi tubuh untuk beristirahat.

9. Coba Latihan Mindfulness atau Meditasi

Sahabat Fimela, mindfulness membantu kamu fokus pada momen saat ini tanpa menghakimi. Praktik ini terbukti efektif dalam menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.

Meditasi singkat selama beberapa menit setiap hari sudah cukup memberikan dampak positif.

10. Luangkan Waktu di Alam Terbuka

Berada di lingkungan hijau seperti taman atau pepohonan dapat membantu menurunkan tingkat stres. Bahkan waktu singkat di alam sudah cukup untuk memberikan efek menenangkan.

Udara segar dan suasana alami membantu tubuh kembali ke kondisi yang lebih seimbang.

11. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Tidur adalah fondasi penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf. Kurang tidur dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap stres.

Pastikan kamu memiliki rutinitas tidur yang teratur agar tubuh dapat memulihkan diri dengan optimal.

12. Pertimbangkan Asupan Nutrisi yang Tepat

Nutrisi seperti magnesium dan vitamin B memiliki peran penting dalam mengatur respons stres. Kekurangan nutrisi ini dapat memengaruhi suasana hati dan kemampuan tubuh menghadapi tekanan.

Memperbanyak konsumsi makanan utuh seperti sayur, buah, dan kacang kacangan dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Sahabat Fimela, mengaktifkan saraf penenang tubuh tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Dengan langkah langkah sederhana seperti mengatur napas, menjaga pola hidup sehat, dan memberi waktu untuk diri sendiri, kamu bisa membantu tubuh keluar dari kondisi stres dan kembali merasa tenang.

Penulis: Siti Nur Arisha