Fimela.com, Jakarta - Bagi banyak orang, rumah adalah tempat berlindung, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga. Namun, di balik kenyamanan itu, lingkungan rumah ternyata bisa menjadi sumber berbagai penyakit yang mengancam kesehatan penghuninya. Paparan terhadap polutan dan kontaminan di dalam ruangan dapat memiliki dampak serius, bahkan mematikan, bagi kita dan orang-orang terkasih. Mari kita kenali lebih dalam apa saja penyakit yang bersumber dari rumah.
Polusi Udara dalam Ruangan: Ancaman Tak Terlihat
Polusi udara dalam ruangan merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, mengingat sebagian besar waktu kita dihabiskan di dalam rumah, rata-rata 60-90% dari total waktu harian. Baik paparan jangka pendek maupun jangka panjang terhadap polusi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit pernapasan, jantung, defisit kognitif, dan kanker. Diperkirakan, sekitar 3,2 juta orang meninggal prematur setiap tahun akibat penyakit yang disebabkan oleh polusi udara dalam ruangan yang berasal dari aktivitas memasak. Bahkan, polusi udara dalam ruangan secara konsisten meningkatkan risiko kematian nasional di berbagai tingkat pendapatan.
Sumber Pembakaran yang Berbahaya
Salah satu penyebab utama polusi udara dalam ruangan berasal dari sumber pembakaran. Sekitar 2,1 miliar orang di seluruh dunia masih memasak menggunakan api terbuka atau kompor yang tidak efisien, berbahan bakar minyak tanah, biomassa (kayu, kotoran hewan, sisa tanaman), dan batu bara. Praktik ini menghasilkan polusi udara rumah tangga yang sangat berbahaya. Data menunjukkan bahwa polusi udara rumah tangga bertanggung jawab atas sekitar 2,9 juta kematian per tahun pada tahun 2021, termasuk lebih dari 309.000 kematian anak di bawah usia 5 tahun. Paparan ini dapat menyebabkan penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung iskemik, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker paru-paru. Hampir separuh dari semua kematian akibat infeksi saluran pernapasan bawah pada anak-anak di bawah 5 tahun disebabkan oleh menghirup partikel jelaga dari polusi udara rumah tangga.
Selain itu, kompor gas dan pemanas juga menjadi perhatian. Memasak dan memanaskan menggunakan gas di ruang dalam ruangan modern dikaitkan dengan tingkat polutan udara yang dua hingga dua belas kali lebih tinggi dibandingkan udara luar. Asap rokok pun menjadi polutan umum yang sering ditemukan di udara dalam ruangan.
Gas Karbon Monoksida (CO) dan Radon
Gas karbon monoksida (CO) adalah ancaman tersembunyi karena sifatnya yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Keracunan CO terjadi akibat menghirup gas ini pada tingkat yang berlebihan, yang terbentuk saat bahan bakar terbakar. Sumber umum CO di rumah meliputi boiler gas, kompor gas dan oven, pemanas gas atau parafin, api kayu, serta generator portabel. Gejala keracunan CO bisa berupa sakit kepala, pusing, mual atau muntah, merasa lemah, kebingungan, nyeri dada dan otot, serta sesak napas. Paparan besar dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran, aritmia, kejang, bahkan kematian.
Gas radon juga merupakan gas radioaktif alami yang dapat ditemukan dalam konsentrasi tinggi di lingkungan dalam ruangan, seperti rumah. Gas ini terus-menerus mengalir melalui tanah dan batuan, kemudian dapat meresap ke dalam rumah melalui retakan di lantai dan fondasi. Radon diperkirakan menyebabkan antara 3% hingga 14% dari semua kanker paru-paru di suatu negara. Bahkan, paparan radon itu sendiri mungkin bertanggung jawab atas 14–17% kasus kanker paru-paru dan 3% dari semua kematian akibat kanker di 66 negara.
Bahan Kimia dari Produk Rumah Tangga
Banyak produk pembersih atau rumah tangga sehari-hari juga dapat mengiritasi mata atau tenggorokan, atau menyebabkan sakit kepala dan masalah kesehatan lainnya. Beberapa produk ini melepaskan bahan kimia berbahaya, termasuk senyawa organik volatil (VOC). VOC dan bahan kimia lain yang dilepaskan saat menggunakan perlengkapan pembersih berkontribusi pada masalah pernapasan kronis, reaksi alergi, dan sakit kepala. Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa wanita yang bekerja di bidang pembersihan memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena kanker paru-paru.
Formaldehida, yang diklasifikasikan sebagai karsinogen manusia, dapat menyebabkan asma dan alergi. Selain itu, beberapa bahan kimia pewangi telah dikaitkan dengan dampak kesehatan mulai dari iritasi mata dan kulit, sakit kepala, masalah pernapasan hingga ketidakseimbangan hormon dan peningkatan risiko kanker payudara.
Waspada Kontaminan Biologis di Rumah
Selain polutan udara, rumah juga bisa menjadi sarang bagi kontaminan biologis yang memicu berbagai masalah kesehatan.
Jamur (Mold)
Jamur adalah istilah umum untuk jamur yang dapat ditemukan di dalam ruangan. Paparan jamur dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti iritasi tenggorokan, hidung tersumbat, iritasi mata, batuk, mengi, serta iritasi kulit. Paparan jamur juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan asma atau memperburuk gejalanya, terutama pada anak kecil. Paparan jamur yang berkepanjangan bahkan telah dikaitkan dengan kehilangan memori jangka pendek, pusing, penglihatan kabur, telinga berdenging, dan hilangnya fungsi kognitif, yang dikenal sebagai 'kabut otak'. Studi juga mengaitkan paparan jamur yang berkepanjangan dengan peningkatan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada anak-anak dan orang dewasa.
Tungau Debu (Dust Mites)
Alergi tungau debu adalah reaksi alergi terhadap serangga kecil yang hidup di debu rumah. Tungau debu memakan sel kulit yang dilepaskan manusia dan menyukai tempat yang hangat serta lembap. Gejala alergi tungau debu mirip dengan demam, seperti bersin dan hidung meler. Banyak orang dengan alergi tungau debu juga mengalami gejala asma, seperti mengi dan kesulitan bernapas. Alergi ini sangat umum dan dikaitkan dengan pemicu atau memperburuk gejala asma, eksim, dan rinitis alergi kronis.
Virus Pernapasan
Infeksi pernapasan akut (ARI) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Penularan virus pernapasan di dalam rumah, terutama dari anak-anak ke orang dewasa, menjadi perhatian serius dalam konteks kesehatan keluarga.
Bahaya Kimia Lain yang Mengintai
Beberapa bahan kimia lain yang sering ditemukan di lingkungan rumah juga dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Timbal (Lead)
Keracunan timbal terjadi akibat akumulasi logam berat ini di dalam tubuh. Cat berbasis timbal dan debu yang terkontaminasi timbal di bangunan tua adalah sumber umum keracunan timbal pada anak-anak. Timbal dapat ditambahkan ke cat untuk warna atau kontrol korosi, dan anak kecil sering menelannya saat cat mengelupas. Pada tingkat rendah sekalipun, keracunan timbal pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan penurunan IQ dan rentang perhatian, kesulitan membaca dan belajar, hiperaktivitas, gangguan pertumbuhan, dan kehilangan pendengaran. Keracunan timbal yang parah dapat menyebabkan koma, kejang, dan bahkan kematian.
Pada orang dewasa, tanda dan gejala keracunan timbal mungkin termasuk tekanan darah tinggi, nyeri sendi dan otot, kesulitan memori atau konsentrasi, sakit kepala, nyeri perut, gangguan suasana hati, penurunan jumlah sperma dan sperma abnormal, keguguran, lahir mati, atau kelahiran prematur.
Pestisida
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak terpapar pestisida secara luas di rumah. Pestisida dalam debu rumah atau di permukaan dapat tertelan dan diserap oleh anak-anak karena mereka merangkak dan bermain di lantai, serta sering memasukkan tangan dan benda lain ke dalam mulut mereka. Paparan pestisida menimbulkan risiko kesehatan, termasuk kanker dan masalah neurologis. Sebuah studi menemukan bahwa anak-anak yang terpapar pestisida selama tahun pertama kehidupan mereka menghadapi peningkatan risiko 2,5 kali lipat untuk mengembangkan asma dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar.
Faktor Lingkungan Fisik yang Perlu Diperhatikan
Selain polutan dan kontaminan, kondisi fisik rumah juga dapat memengaruhi kesehatan.
Kelembaban dan Jamur
Kelembaban tinggi mendorong pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri, yang kemudian melepaskan spora, sel, fragmen, dan partikel ke udara dalam ruangan. Ada hubungan kuat antara paparan manusia terhadap jamur dan mikroorganisme lain dengan risiko mengembangkan asma, penyakit pernapasan lainnya, kondisi atopik, dan alergi.
Suhu Ekstrem (Dingin)
Suhu dalam ruangan yang rendah juga dikaitkan dengan asma dan, pada anak kecil, rinitis alergi. Studi di Eropa menunjukkan bahwa orang yang tinggal di rumah dingin atau memiliki jamur di rumah mereka sekitar 50% lebih mungkin menderita penyakit seperti infeksi hidung atau tenggorokan.
Kebisingan
Paparan kebisingan yang berlebihan di rumah dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, peningkatan hormon stres, dan gejala pernapasan pada anak-anak.
Melihat beragamnya penyakit yang bersumber dari rumah, penting bagi kita untuk lebih peduli terhadap kualitas lingkungan tempat tinggal. Dengan menjaga kebersihan, ventilasi yang baik, serta pemilihan material dan produk rumah tangga yang aman, kita dapat menciptakan rumah yang benar-benar sehat dan melindungi keluarga dari ancaman tak terlihat ini.