Fimela.com, Jakarta - Di tengah maraknya tren kecantikan yang terus berkembang, pandangan masyarakat terhadap beauty treatment perlahan ikut berubah. Jika dulu perawatan estetika kerap dikaitkan dengan keinginan mengubah penampilan secara drastis, kini semakin banyak orang melihatnya sebagai bagian dari self-care dan upaya menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Pandangan inilah yang juga dipegang oleh Mikha Tambayong.
Aktris dan penyanyi yang dikenal dengan gaya elegan dan natural tersebut percaya bahwa kecantikan sejatinya bukan tentang menjadi orang lain, melainkan merasa nyaman dengan diri sendiri.
"Beauty bukan tentang mengubah siapa diri kita, tapi bagaimana kita bisa merasa percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri. Confidence comes from feeling comfortable in your own skin," ungkap Mikha dalam peluncuran kampanye #YOUtheXERF di Jakarta.
Menurut Mikha Tambayong, perawatan kecantikan seharusnya tidak menjadi tekanan untuk memenuhi standar tertentu. Sebaliknya, treatment dan teknologi kecantikan dapat menjadi bagian dari perjalanan merawat diri yang membantu seseorang merasa lebih baik secara fisik maupun emosional.
"Sekarang orang semakin sadar bahwa beauty berkaitan dengan confidence, authenticity, dan bagaimana kita merawat diri sendiri. Treatment dan teknologi seharusnya membantu kita feel better about ourselves secara natural," ujarnya.
Memilih Perawatan yang Nyaman dan Natural
Bagi Mikha, kenyamanan menjadi salah satu faktor penting dalam memilih treatment kecantikan. Karena itu, ia lebih menyukai perawatan kulit non-invasif yang dapat membantu menjaga kualitas kulit tanpa prosedur yang terlalu agresif.
Pilihan tersebut sejalan dengan tren beauty modern yang semakin mengedepankan hasil natural dibanding perubahan yang terlihat berlebihan. Banyak orang kini mencari treatment yang mampu memperbaiki kualitas kulit secara bertahap sambil tetap mempertahankan karakter wajah dan penampilan asli mereka.
Pendekatan ini pula yang menjadi alasan Mikha menerima perannya sebagai Indonesia Brand Ambassador XERF Indonesia. Menurutnya, filosofi yang diusung brand tersebut memiliki kesamaan dengan cara pandangnya terhadap kecantikan dan self-care.
Alih-alih menjanjikan transformasi instan, teknologi estetika masa kini lebih berfokus pada peningkatan kualitas kulit secara gradual sehingga hasilnya terlihat lebih alami dan selaras dengan proses penuaan yang sehat.
“Ideal result saat ini bukan hasil yang terlihat berlebihan, tetapi hasil yang improve secara natural sejak awal dan terus berkembang seiring collagen response dan peningkatan skin quality," kata dr. Aji Bayu Chandra, M.Biomed (AAM)
XERF sendiri merupakan teknologi dual-frequency monopolar RF pertama di dunia yang mengombinasikan dua frekuensi radiofrequency sekaligus, yaitu 6.78 MHz dan 2 MHz. Kombinasi kedua frekuensi ini memungkinkan energi bekerja pada berbagai lapisan kulit secara simultan sehingga memberikan pendekatan treatment yang lebih personalized, comprehensive, dan refined. Dilengkapi dengan advanced cooling technology serta customizable depth settings, XERF juga dirancang untuk memberikan treatment experience yang lebih nyaman dengan downtime minimal.
Ketika Confidence Menjadi Definisi Beauty yang Baru
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep graceful aging memang semakin mendapat perhatian. Banyak perempuan kini tidak lagi berfokus untuk terlihat jauh lebih muda, melainkan ingin menjaga kesehatan kulit, tampil segar, dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Di dunia kecantikan modern, hasil terbaik bukan lagi yang terlihat paling dramatis. Justru hasil yang halus, natural, dan berkembang secara bertahap menjadi standar baru yang banyak dicari.
Para praktisi estetika juga melihat adanya perubahan ekspektasi pasien. Mereka menginginkan perawatan yang nyaman, minim downtime, namun tetap memberikan perbaikan kualitas kulit yang nyata. Faktor kenyamanan selama prosedur kini menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dengan hasil akhir.
Bagi Mikha, merawat diri bukan semata soal penampilan luar. Perawatan kulit, olahraga, pola hidup sehat, hingga menjaga kesehatan mental merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk diri sendiri. Karena itu, ia melihat beauty treatment sebagai salah satu tools yang dapat mendukung rasa percaya diri, bukan sebagai alat untuk mengejar kesempurnaan. Perspektif ini terasa semakin relevan di era saat ini, ketika masyarakat mulai meninggalkan standar kecantikan yang seragam dan lebih menghargai keunikan masing-masing individu.