Fimela.com, Jakarta - Es Tape Ketan Hitam adalah minuman tradisional Indonesia yang dikenal menyegarkan, terutama saat cuaca terik. Perpaduan rasa manis dan sedikit asam hadir alami dari proses fermentasi tape ketan hitam.
Berbahan dasar beras ketan hitam yang difermentasi, minuman ini menawarkan tekstur lembut, aroma sedap, serta kandungan probiotik yang baik untuk pencernaan. Fleksibilitas penyajiannya pun luas: dari racikan sederhana hingga versi kaya pelengkap, termasuk gaya Malang yang legendaris.
Di bawah ini panduan lengkap cara membuat tape ketan hitam dan meraciknya menjadi Es Tape Ketan Hitam yang manis dan segar, dengan pilihan penyajian yang bisa disesuaikan selera.
Komposisi Utama dan Pelengkap Es Tape Ketan Hitam
Bagian terpenting dalam minuman ini adalah tape ketan hitam yang menyumbang rasa manis alami dengan sentuhan asam khas hasil fermentasi. Kualitas tape akan sangat menentukan akhir rasa minuman.
Untuk memberi sensasi gurih dan lembut, santan kental kerap dipakai. Sebagian resep juga menggantinya dengan susu evaporasi. Rasa manis dapat disetel menggunakan gula merah, gula pasir, atau gula aren untuk nuansa manis yang lebih mendalam.
Beragam bahan pelengkap bisa menambah tekstur dan aroma: dari daun pandan, bubur mutiara, hingga sirup beraroma. Pada gaya Malang, cendol merah dan roti tawar di atas gelas menjadi ciri yang mudah dikenali.
Bahan utama:
- Tape ketan hitam (segar, agar rasa fermentasi tidak terlalu tajam)
- Santan kental (atau susu evaporasi sebagai alternatif)
- Gula merah atau gula pasir (gula aren untuk rasa manis lebih mendalam)
- Es serut atau es batu
- Air (untuk melarutkan gula dan kuah)
Bahan pelengkap opsional:
- Daun pandan
- Susu kental manis
- Bubur mutiara
- Sirup (cocopandan/frambozen/vanili)
- Daging kelapa muda
- Biji delima
- Roti tawar (umum pada gaya Malang)
- Nata de coco atau jelly
- Buah-buahan (misalnya leci, nangka)
- Cendol merah (ciri khas Es Tape Ketan Hitam Malang)
- Keju
- Saus cokelat atau susu kental manis cokelat
- Bubble mutiara
Langkah Membuat Tape Ketan Hitam (Fermentasi) di Rumah
Karena tape adalah kunci rasa, proses fermentasi perlu diperhatikan sejak awal. Perendaman yang cukup, pengukusan hingga matang, serta suhu ketan saat diberi ragi menentukan hasil akhir.
Gunakan peralatan bersih agar fermentasi berjalan baik. Jaga takaran ragi agar tidak berlebihan sehingga rasa tidak pahit.
- Persiapan beras ketan: cuci bersih beras ketan hitam. Rendam minimal 3 jam, idealnya 3 hingga 12 jam, atau semalam. Perendaman yang cukup lama penting untuk hasil maksimal.
- Pengukusan: kukus beras ketan hingga matang, sekitar 30–40 menit. Bisa ditambahkan daun pandan saat mengukus untuk aroma.
- Pendinginan: setelah matang, angkat dan dinginkan hingga benar-benar suhu ruang. Penting mendinginkan ketan sebelum diberi ragi; jika masih hangat, fermentasi bisa gagal atau tape menjadi asam.
- Pemberian ragi: haluskan ragi tape (sekitar 7,5–10 gram untuk 400 gram beras ketan). Taburkan merata di atas ketan yang sudah dingin, lalu aduk perlahan agar tercampur sempurna. Hindari terlalu banyak ragi karena bisa membuat tape pahit.
- Fermentasi: simpan dalam wadah tertutup rapat. Diamkan 2–3 hari pada suhu ruang. Pada hari kedua tape sudah manis, dan pada hari ketiga lebih legit. Tape yang berhasil ditandai aroma sedap dan rasa manis.
Setelah mencapai kematangan yang diinginkan, tape siap digunakan sebagai bahan utama Es Tape Ketan Hitam.
Racikan Es Tape Ketan Hitam: Tiga Cara Penyajian
Es Tape Ketan Hitam bisa disajikan sederhana, dengan kuah santan, hingga dibekukan menjadi es loly. Pilih metode sesuai bahan yang tersedia dan selera manis yang diinginkan.
Khusus gaya Malang, minuman ini identik dengan santan cair, tambahan cendol merah, dan penyajian roti tawar yang disiram sirup frambozen di atas gelas.
Berikut tiga racikan yang bisa dicoba:
1) Metode sederhana (dengan susu kental manis)
- Masak bubur mutiara hingga matang sesuai petunjuk kemasan, lalu dinginkan.
- Campurkan tape ketan hitam, bubur mutiara, susu kental manis, sirup (cocopandan/frambozen), dan air es secukupnya. Aduk rata.
- Tuang ke gelas, tambahkan es batu, beri sedikit susu kental manis di atasnya sebagai topping.
2) Metode dengan kuah santan
- Siapkan kuah santan: cairkan gula merah dengan sedikit air dan rebus bersama daun pandan. Atau, campurkan santan, gula, tepung maizena, dan garam, lalu aduk hingga rata dan mendidih.
- Dinginkan kuah santan.
- Siapkan gelas saji. Masukkan tape ketan hitam, tambahkan pelengkap seperti cendol merah, daging kelapa muda, atau biji delima.
- Tuang sirup (misalnya frambozen) secukupnya, lalu siram dengan kuah santan dingin yang sudah dicampur es batu.
- Tambahkan topping susu kental manis putih. Jika menggunakan roti tawar, siram permukaannya dengan sirup frambozen dan letakkan di atas gelas.
3) Metode es loly tape ketan hitam
- Tuang tape ketan hitam ke panci. Tambahkan susu, santan, gula pasir, tepung maizena, dan garam.
- Aduk hingga rata dan mendidih.
- Saring (opsional) untuk memisahkan kuah dan tape.
- Masukkan tape ke dalam cetakan es loly, lalu tuang kuahnya hingga penuh.
- Bekukan di freezer hingga setengah beku, tambahkan stik es, lalu bekukan hingga keras.
Tips Penyajian dan Rasa agar Tetap Segar
Awali dari bahan baku yang higienis dan terencana. Rendam beras ketan hitam berkualitas minimal 3 jam untuk tekstur yang baik, dan jaga kebersihan alat agar fermentasi berjalan optimal.
Waktu fermentasi ideal berkisar 2–3 hari pada suhu ruang. Pada hari kedua tape mulai manis, sedangkan hari ketiga teksturnya lebih legit dengan keseimbangan manis-asam yang pas tanpa terasa terlalu basi.
Untuk rasa manis yang lebih mendalam, gula aren direkomendasikan. Tambahkan daun pandan saat merebus sirup gula atau kuah santan untuk aroma khas. Bila menyukai sensasi gurih dan creamy, sedikit santan atau susu kental manis dapat memperkaya rasa.
Sajikan segera setelah seluruh bahan diracik bersama es batu agar sensasi dingin dan segarnya terasa di setiap seruput. Perpaduan tape yang legit, kuah manis aromatik, dan dingin instan cocok menjadi takjil atau pencuci mulut di hari yang terik.