Fimela.com, Jakarta - Film Moana live action yang kini tengah tayang di bioskop membawa satu kehormatan khusus untuk Lyodra. Ia didapuk menjadi salah satu pengisi OST film ini yang bertajuk "Sepanjang Jalan."
Ia tak membawakannya sendirian, melainkan bersama Amora Lemos dan Silet Open Up. “Sepanjang Jalan” merupakan versi Indonesia dari “Along the Way”, karya Lin-Manuel Miranda yang di versi aslinya dibawakan oleh Auliʻi Cravalho, Catherine Laga’aia, dan Dwayne Johnson.
Menariknya, dalam lagu ini Lyodra ditantang untuk ngerap. Bagian ini menjadi pengalaman yang berbeda dari gaya bernyanyinya selama ini, sekaligus mendorongnya keluar dari kebiasaan bermusik yang ia kenal.
“Aku kan ngerapnya sama Kak Ryan, Silet Open Up. Berbeda banget sama genre-genre aku sebelumnya,” kata Lyodra, dalam konferensi pers yang digelar di Fairmont Jakarta, Kamis (8/7/2026) lalu.
Ia mengaku pernah mencoba rap, namun tidak sering. “Awalnya kayak ‘Hah….susah yaa.’ Karena kalau untuk rekaman sih enggak apa-apa, tapi masalahnya live performance tuh gimana,” kata Lyodra.
Kekhawatiran itu berkaitan dengan kebutuhan menjaga tempo dan ketepatan saat tampil di panggung. “Terus kan juga harus kompak, biar enggak ketinggalan,” kata dia.
Perbedaan dengan Lagu Jauh di Sana
Sebelum terlibat di proyek live action, Lyodra telah berkolaborasi dengan Disney untuk film animasi Moana 2 lewat “Jauh di Sana”. Lagu itu merupakan versi lokal dari “Beyond” yang dinyanyikan Auli’i Cravalho pada versi internasional.
Dalam kesempatan terbaru ini, Lyodra menekankan perbedaan nuansa antara soundtrack yang ia bawakan untuk versi animasi dan live action. Ia menyebut karakter Moana dalam lagu baru ini terasa lebih petualang dan berani dibandingkan sebelumnya.
Ia menambahkan, “’Jauh di Sana’ itu lebih ballad, lebih pop. Tapi yang ini secara beat aja sudah berbeda, lebih upbeat.”
Nuansa Timur dalam Lirik Lagu
Sementara itu Siprianus Bukha, yang dikenal sebagai Silet Open Up, menyebut proyek ini menghadirkan makna personal. Ia dipercaya mengadaptasi lirik dengan memasukkan nuansa Indonesia Timur, sembari tetap menjaga makna dari versi orisinal.
"Walaupun prosesnya cukup khawatir juga karena dalam menulis bagian tersebut dilakukan secara langsung di saat proses rekaman, hanya dalam kurun waktu yang singkat, sekitar 15–30 menit. Tapi justru itu menjadi pengalaman yang sangat spesial," ujar Silet Open Up dalam pernyataan tertulisnya.