Fimela.com, Jakarta - Rasa bangga menyeruak di hati Ikang Fawzi saat melihat kedua putrinya, Bella dan Chiki Fawzi.
Ketika ditemui di M Bloc, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026), sang rocker menyebut Bella dan Chiki kerap berada di garis depan untuk menyuarakan isu kemanusiaan.
"Alhamdulillah punya anak begini, jadi apa yang dikhawatirkan orang tua kan pertama bagaimana cara mendidik anak supaya dia bisa menjadi manusia yang peduli terhadap lingkungan, iya kan. Dan lebih jauh lagi konsisten, lebih jauh lagi dia benar-benar apa optimal gitu," ujar Ikang.
Menurut Ikang, hal ini tumbuh dari didikan sang ibu, almarhumah Marissa Haque, yang sejak awal menanamkan benih empati dan kepedulian pada isu kemanusiaan.
"Alhamdulillah ternyata anakku ternyata memang nggak diajarin ya, mereka sudah punya DNA itu sepertinya dari Ibu. Kan pertama kali yang mulai ini tuh istri saya almarhumah Marissa, dia sangat peduli dengan hal-hal kemanusiaan seperti ini. Jadi anak-anak tuh sudah biasa dari kecil diceritain," ungkapnya.
Rasa Syukur atas Konsistensi Bella dan Chiki
Di tengah fenomena anak muda yang terkadang kurang sensitif terhadap masalah sosial, Ikang justru merasa beruntung melihat perkembangan mental putri-putrinya. Baginya, memiliki kepekaan sosial adalah sebuah pencapaian besar bagi seorang manusia di zaman sekarang.
"Jadi melalui ekspresi ini aku ngerasa bersyukur aja karena banyak orang tua sekarang justru merasa mempunyai permasalahan nih karena anaknya tidak sensitif terhadap masalah kemanusiaan ya. Dan aku juga bilang makanya tadi pesannya aku, 'Kalian adalah generasi kalian itu luar biasa lebih baik daripada aku, dari masa depan kalian adalah kalian yang menentukan gitu loh.' Jadi jangan terpengaruh," jelasnya.
Dukungan untuk Single Our Power
Karenanya Ikang mendukung penuh keterlibatan anak-anaknya dalam proyek Indonesia - Malaysia yang menyuarakan tentang kemanusiaan lewat single "Our Power". Anthem pop pop-rock alternatif itu mengangkat pesan solidaritas untuk Palestina.
ikang menekankan bahwa suara sekecil apa pun sangat berarti untuk melawan ketidakadilan. Ia mengingatkan bahwa perjuangan kemanusiaan ini bersifat global dan melibatkan banyak anak muda dari berbagai negara.
"Nggak apa-apa, loh suara kita ya adalah kita gitu loh. Karena dari luar negeri anak-anak muda juga nggak pengaruh, ada anaknya Sheila Majid, Kaida tadi yang nge-rap itu anaknya Sheila Majid, dia ini pejuang kemanusiaan di Malaysia itu hebat banget hati nuraninya," imbuhnya.