Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Rabanne resmi menunjuk Olivier Rousteing sebagai direktur kreatif baru. Penunjukan ini menjadi langkah penting bagi rumah mode asal Prancis tersebut dalam melanjutkan warisan desain futuristis yang telah melekat sejak era Paco Rabanne.
Melansir WWD, Selasa (14/7), Olivier Rousteing mulai menjalankan perannya pada 6 Juli 2026. Desainer berusia 40 tahun itu akan memperkenalkan koleksi pre-fall pertamanya pada November mendatang, sebelum melakoni debut di Paris Fashion Week pada Maret 2027.
Ia menggantikan Julien Dossena yang memimpin Rabanne selama 13 tahun dan berperan besar dalam membentuk identitas modern merek tersebut. Kedekatan Rousteing dengan Rabanne ternyata berawal sejak masa kecil.
Saat berusia sekitar 12 tahun, ia menyaksikan sebuah dokumenter televisi tentang Paco Rabanne yang menampilkan rancangan-rancangan futuristis sang desainer. Tayangan itu meninggalkan kesan mendalam dan membentuk kekagumannya terhadap dunia mode.
"Aku ingat pernah berpikir, 'Apakah ini gaun, ataukah mereka pahlawan super?' Kalian tahu betapa aku menyukai pahlawan super," ujar Rousteing saat mengenang momen tersebut.
Sebelum bergabung dengan Rabanne, Rousteing lebih dulu membangun reputasi di Balmain. Ia menghabiskan 16 tahun karier di rumah mode itu, termasuk 14 tahun sebagai direktur kreatif.
Di bawah kepemimpinannya, Balmain semakin dikenal lewat pendekatan desain yang berani, kolaborasi dengan budaya pop, serta strategi media sosial yang memperluas daya tarik merek ke generasi baru. Pengalamannya memadukan warisan rumah mode dengan sentuhan kontemporer menjadi salah satu alasan Rabanne mempercayakan posisi tersebut kepadanya.
Warisan Paco Rabanne dan Visi Eksperimental Rousteing
Sejak remaja, Olivier Rousteing mengagumi karya Paco Rabanne. Ia pertama kali mengenal desainer tersebut saat berusia sekitar 12 tahun melalui sebuah dokumenter televisi yang menampilkan rancangan-rancangan futuristis.
"Aku ingat pernah berpikir, 'Apakah ini gaun, ataukah mereka pahlawan super?' Kalian tahu betapa aku menyukai pahlawan super," ujar Rousteing.
Kekaguman itu tumbuh seiring perjalanan kariernya di dunia mode. Ia mengapresiasi keberanian Paco Rabanne menggunakan logam dan material tak lazim sebagai busana ketika tren saat itu masih didominasi gaun konvensional.
Kini, Rousteing bertekad meneruskan warisan kreatif rumah mode tersebut yang dikenal lewat metal mesh dan sentuhan futuristis. "Dia adalah seorang pemimpi. Dia tangguh dan berbeda dari yang lain. Dia tidak pernah mencoba menjadi bagian dari batasan yang ada," kata Rousteing, menggambarkan sosok Paco Rabanne yang terus menginspirasinya.
Strategi Merek: Menyatukan Mode dan Kecantikan
Rabanne menilai pengalaman Olivier Rousteing akan memperkuat posisinya di industri mode global. Presiden Prestige and Fashion Brands Puig, Ana Trias, menyebut Rousteing mampu menarik perhatian generasi baru tanpa menghilangkan identitas khas rumah mode tersebut. Perusahaan juga terus mengembangkan keterkaitan antara lini mode, kecantikan, dan inovasi.
Strategi itu sejalan dengan perubahan nama dari Paco Rabanne menjadi Rabanne pada 2023 untuk menyatukan bisnis fesyen dan parfum. Rousteing pun ingin mempererat hubungan kedua lini tersebut. "Akan ada satu alur cerita: mode dan kecantikan bertemu, itulah peran saya," ujarnya.
Setelah meninggalkan Balmain pada November 2025, Rousteing kembali mencuri perhatian lewat rancangan gaun Beyoncé di Met Gala 2026. Kini ia optimistis memulai perjalanan baru di Rabanne. "Keindahan industri mode adalah tentang bermimpi. Aku kembali dengan tenang dan penuh harapan. Aku merasa seperti kembali menjadi anak kecil, bermimpi lagi," tutupnya.