Sukses

Beauty

Jerawat Stres: Apa Itu dan Bagaimana Cara Membedakannya dari Jenis Jerawat Lainnya?

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti pernah berurusan dengan jerawat. Namun, yang harus diketahui adalah bahwa jerawat merupakan bagian normal dari memiliki kulit, terutama di wajah.

Ada kalanya jerawat bisa menunjukkan masalah yang lebih besar, lebih kompleks daripada sekedar penjelasan umum tentang pori-pori yang tersumbat. Hal-hal seperti stres dan hormon juga bisa menyebabkan jerawat.

Apa itu jerawat stres?

Pada saat stres, hormon stres meningkat dan memicu kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak minyak, yang kemudian memicu munculnya jerawat. Hormon juga memainkan peran yang sama, seperti dilansir dari byrdie.com.

Jika jerawat sering muncul saat menstruasi, kemungkinan besar kamu mengalami jerawat hormonal, bukan jerawat stres. Perubahan hormonal, terutama peningkatan kadar androgen, memiliki efek yang sama pada kelenjar minyak.

 

 

 

Jerawat stres

Perbedaannya bisa diketahui dengan melacak pemicu jerawat. Lokasi jerawat stres bisa bervariasi.

Jika biasanya jerawat muncul di tempat yang sama sekitar waktu yang sama dalam sebulan, ini bisa dipastikan terkait dengan siklus menstruasi, daripada tingkat stres. Terutama jika jerawat berbentuk kista yang menyakitkan dan muncul di tempat yang sama berulang-ulang.

Tapi berbeda dengan jerawat stres, karena biasanya akan muncul di area paling berminyak di wajah. Jerawat stres biasanya muncul di zona T.

Bila ini terjadi, jerawat biasanya disertai dengan pori-pori yang membesar, kilap, komedo, dan kulit tidak rata atau kasar. Di sisi lain, jerawat biasa mungkin tidak muncul dengan gejala yang menyertainya. Jerawat stres juga sering disertai dengan gejala seperti kemerahan dan gatal.

Penyebab dan pencegahan jerawat stres

Stres emosional memicu peningkatan pelepasan hormon stres kortisol. Peningkatan kortisol memicu respons sistemik dalam tubuh yang berpotensi berdampak pada sistem imun, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan proses pertumbuhan.

Kortisol adalah kunci dalam menyebabkan jerawat stres juga. Saat kadar kortisol meningkat, mereka mengganggu kadar hormon yang mengatur keseimbangan sebum dan mengakibatkan pori-pori tersumbat dan muncul jerawat.

Lebih banyak produk minyak berarti lebih banyak pori-pori tersumbat, dan pori-pori lebih tersumbat berarti lebih banyak jerawat. Jerawat stres bisa terjadi kapan saja, pada usia berapapun.

Perawatan jerawat stres

Perawatan jerawat, seperti asam salisilat bisa kamu dapatkan tanpa resep. Atau kamu bisa mengompres jerawat dengan air hangat atau dingin untuk mengurangi rasa sakit atau kemerahannya.

Jika jerawat stres tampaknya sering terjadi, maka cobalah mengganti rutinitas perawatan kulit. Temukan produk yang cocok dengan kulitmu.

Minum banyak cairan, makan makanan yang sehat, dan lakukan hal-hal yang bisa mengelola stres, seperti lebih banyak tidur dan bersantai. Terakhir, bicara dengan dokter kulit jika kondisinya sangat mengganggumu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading