Sukses

Fashion

Kembali Baik, Inisiasi Ramah Lingkungan dari Sejauh Mata Memandang dengan Reparasi Pakaian

Fimela.com, Jakarta Apa yang kamu lakukan ketika ada baju yang rusak atau sobek? Jika kamu memilih reparasi atau memperbaikinya, kamu sudah melakukan aktivitas ramah lingkungan. Bagaimana bisa?

Sejauh Mata Memandang menghadirkan inisiasi baru sebagai upaya ramah lingkungan di industri fashion dengan program Kembali Baik, bertepatan dengan Fashion Revolution Week 2024. Program ini berkolaborasi dengan Mulih sebagai mitra reparasi untuk mengajak masyarakat memperbaiki pakaian mereka yang rusak terlebih dahulu sebelum dibuang atau didaur ulang.

"Limbah tekstil banyak sekali. Bahkan di Indonesia, dari puluhan ribu ton sampah 2 persennya sampah tekstil. Dengan inisiasi ini kita ingin mengajak bahwa memperbaiki sebagai opsi utama ketika pakaian rusak sebelum dibuang," kata Suzanne Simanjutak, Co-Founder dari Mulih.

Senada dengan Suzzanne, Bev Tan yang juga Co-Founder dari Mulih menyebut dengan memperbaiki pakaian juga dapat mengasah keterampilan dasar menjahit. Sehingga penting untuk memperkenalkan cara-cara memperbaiki pakaian yang simple dan dapat diterapkan secara langsung.

 

Reparasi pakaian

"Dan jika kerusakan terlalu sulit untuk diperbaiki secara pribadi, itulah di mana Mulih hadir untuk membantu. Pada akhirnya, harapan kami kedepannya adalah untuk bisa menormalisasi reparasi dan alterasi pakaian, agar menjadi pilihan utama sebelum kita memutuskan untuk membeli pakaian baru atau membuang pakaian kita yang nantinya akan menjadi limbah tekstil," kata Bev Tan.

Mulih sendiri menjadi layanan reparasi pakaian yang bekerja sama dengan mitra penjahit di Indonesia. Kehadiran Mulih sendiri menjadi wadah untuk memberdayakan penjahit yang sudah ada dengan standar dan kualitas yang lebih jelas. Sehingga konsumen merasa lebih nyaman saat hendak memperbaiki pakaian mereka yang rusak.

SMM mempertegas bahwa seiring dengan dunia yang dipenuhi dengan tren fesyen yang terus berubah, banyak dari kita terjebak dalam siklus konsumsi pakaian yang tidak berkelanjutan. Namun, ada alternatif yang lebih baik daripada hanya membeli pakaian baru setiap kali tren bergeser atau pakaian lama mulai terlihat rusak, yaitu dengan memperbaiki pakaian yang sudah ada.

 

Kembali Baik

Kembali Baik menjadi program yang menghadirkan alternatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari Mend in Public Day yang menjadi tema global Fashion Revolution Week tahun ini dan turut dihadiri oleh perwakilan Fashion Revolution Indonesia.

“Kami melihat bahwa kolaborasi dapat menjadi kunci untuk menyampaikan pesan-pesan yang kami rasa penting. Saat ini, seringkali kita belum menyadari bahwa reparasi pakaian dapat menjadi opsi yang sangat baik ketika ingin ‘menghidupkan’ kembali pakaian yang sudah lama kita miliki, ujar Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif dari Sejauh Mata Memandang.

Kedepannya, SMM dan Mulih berharap proses reparasi pakaian dapat semakin dikenal dan menjadi alternatif bagi pecinta fesyen tanah air untuk mengembangkan kreativitasnya dalam menciptakan nuansa baru bahkan pada busana yang sudah dimiliki sejak lama sekalipun.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading