Fimela.com, Jakarta - Jantung pisang sering berakhir di tempat sampah karena dianggap tidak punya nilai jual. Padahal bagian ini bisa diolah menjadi camilan gurih yang renyah di luar dan lembut di dalam. Resep bakwan jantung pisang menjadi salah satu cara memanfaatkan bahan yang terbuang menjadi hidangan bergizi untuk keluarga.
Bakwan jantung pisang dibuat dari jantung pisang yang direbus lalu dicincang, dicampur tepung dan bumbu, kemudian digoreng hingga kecokelatan. Tekstur seratnya mirip suwiran ayam sehingga banyak orang tidak sadar sedang makan jantung pisang. Aroma daun jeruk pada adonan membuat camilan ini cocok disantap saat masih hangat bersama cabai rawit.
Berikut ini adalah resep bakwan jantung pisang yang mudah dibuat di rumah, dirangkum oleh Fimela dari berbagai sumber, Rabu (15/7/2026). Proses memasaknya juga tidak memerlukan alat khusus di dapur. Bahan-bahan dan langkah pembuatannya disusun secara lengkap agar hasil gorengan matang merata dan tidak menyerap banyak minyak. Simak panduan lengkapnya agar proses memasak menjadi lebih mudah dari awal hingga siap disajikan.
Advertisement
Advertisement
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
- 1 buah jantung pisang ukuran sedang
- 200 gram tepung terigu
- 50 gram tepung beras
- 2 butir telur ayam
- 3 lembar daun jeruk, iris tipis
- 5 siung bawang putih, haluskan
- 3 butir bawang merah, haluskan
- 1 sendok teh ketumbar bubuk
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 200 ml air
- Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat Resep Bakwan Jantung Pisang
1. Kupas jantung pisang lembar demi lembar. Buang bagian luar yang keras dan berwarna gelap, sisakan bagian dalam yang masih muda dan berwarna lebih terang.
2. Belah jantung pisang menjadi dua bagian, buang bakal buah pisang yang menempel di setiap lembar karena bagian itu membuat rasa jadi pahit.
3. Rebus jantung pisang dalam air mendidih yang sudah dicampur garam selama 15 menit sampai teksturnya layu. Proses ini juga membantu menghilangkan getah yang menempel di permukaan jantung pisang. Angkat dan tiriskan sampai dingin.
4. Peras jantung pisang yang sudah direbus dengan tangan sampai air rebusannya keluar. Lakukan berulang kali sampai jantung pisang terasa kering karena air yang tersisa akan memengaruhi kepadatan adonan nanti.
5. Cincang jantung pisang menggunakan pisau sampai halus. Sisihkan di wadah terpisah.
6. Campur tepung terigu, tepung beras, telur, bawang putih halus, bawang merah halus, ketumbar bubuk, garam, kaldu bubuk, dan merica bubuk dalam satu wadah besar.
7. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya tepung tidak bergerindil. Aduk sampai adonan berbentuk seperti bubur kental.
8. Masukkan jantung pisang cincang dan daun jeruk ke dalam adonan tepung. Aduk kembali sampai semua bahan tercampur rata.
9. Panaskan minyak goreng dalam wajan sampai benar-benar panas. Gunakan api sedang supaya bagian luar bakwan tidak cepat gosong sementara bagian dalam belum matang. Ambil satu sendok sayur adonan lalu tuang perlahan ke dalam minyak.
10. Goreng bakwan sampai bagian bawah berubah warna kecokelatan, balik, lalu goreng sisi lainnya sampai matang merata. Angkat dan tiriskan di atas saringan supaya minyak yang menempel bisa turun sebelum bakwan disajikan.
Advertisement
Tips Membuat Bakwan Jantung Pisang Anti-Gagal
Banyak orang gagal membuat bakwan jantung pisang karena hasilnya lembek, berminyak, atau rasanya masih pahit meski sudah mengikuti takaran resep. Kegagalan ini biasanya bukan soal takaran, melainkan cara mengolah jantung pisang sebelum dicampur ke dalam adonan. Berikut beberapa tips dari pengalaman memasak yang bisa langsung dipraktikkan di rumah tanpa perlu bahan tambahan.
1. Peras jantung pisang sampai benar-benar kering sebelum dicincang.Sisa air rebusan yang masih tertinggal akan membuat adonan terlalu basah sehingga bakwan mudah lembek setelah digoreng.
2. Tambahkan tepung beras selain tepung terigu. Kombinasi dua tepung ini membuat bagian luar bakwan lebih renyah dan renyahnya bertahan lebih lama dibanding memakai tepung terigu saja.
3. Rendam jantung pisang dalam air garam sebelum direbus. Cara ini membantu mengeluarkan getah yang menjadi sumber rasa pahit pada jantung pisang.
4. Cincang jantung pisang dengan pisau, jangan diblender. Serat alami jantung pisang perlu tetap terlihat agar tekstur bakwan mirip suwiran daging, bukan berubah menjadi bubur.
5. Pastikan minyak sudah panas sebelum adonan dituang. Minyak yang belum cukup panas membuat adonan menyerap minyak berlebih sehingga bakwan terasa berat dan cepat lembek setelah dingin.
6. Sisakan sedikit rongga pada adonan saat mencampur bahan. Jangan aduk adonan terlalu lama atau terlalu kuat karena tekstur bakwan akan menjadi keras dan padat setelah digoreng, bukan renyah.
7. Simpan bakwan yang sudah matang di wadah terbuka, bukan tertutup rapat, saat masih hangat. Uap panas yang terperangkap dalam wadah tertutup membuat bagian luar bakwan cepat lembek meski baru selesai digoreng.
8. Goreng bakwan dalam jumlah sedikit setiap kali memasukkan ke wajan. Adonan yang terlalu banyak membuat suhu minyak turun drastis sehingga bakwan menyerap minyak lebih banyak dan tidak matang merata.
Pertanyaan Seputar Resep Bakwan Jantung Pisang
Apakah jantung pisang aman dikonsumsi setiap hari?
Jantung pisang aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari menu harian karena mengandung serat dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Bagian ini juga sering dipakai sebagai pengganti daging dalam masakan rumahan karena teksturnya yang mirip serat daging setelah diolah.
Bagaimana cara menghilangkan rasa pahit pada jantung pisang?
Rasa pahit bisa dihilangkan dengan merendam jantung pisang dalam air garam sebelum direbus, lalu memeras air rebusannya sampai kering. Air rebusan yang masih tertinggal di dalam jantung pisang adalah sumber utama rasa pahit yang sering muncul pada bakwan.
Jenis jantung pisang apa yang paling cocok untuk bakwan?
Jantung pisang dari pohon pisang kepok atau pisang batu lebih sering dipakai karena teksturnya lebih padat dibanding jenis pisang lain.
Berapa lama bakwan jantung pisang bisa disimpan?
Bakwan jantung pisang bisa disimpan di wadah tertutup selama satu hari pada suhu ruang atau tiga hari di dalam lemari pendingin.
Apakah bakwan jantung pisang bisa dipanaskan ulang?
Bakwan jantung pisang bisa dipanaskan ulang dengan cara digoreng singkat tanpa minyak tambahan atau dipanggang dalam oven supaya teksturnya kembali renyah. Menghangatkan dengan microwave sebaiknya dihindari karena bagian luar bakwan akan kembali lembek dan kehilangan tekstur renyahnya.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297693/original/025505400_1784103301-4384bce9-835b-4d70-a10e-1543b6b2feed.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297587/original/054518300_1784099939-HL.jpg)
![Genjer teri pedas. [AI Generated]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/45wityOPo1JS4wHwg8FtfHzaTgA=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297678/original/086434800_1784103109-5ce4924a-b453-40c9-a0e0-5a75d26d7988.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297437/original/023369600_1784091393-33c026eb-3975-4a0a-95aa-80b3c2fc8917.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297448/original/079922400_1784091518-8190588257182470191.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297257/original/065047600_1784085686-Depositphotos_851526166_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256412/original/010386300_1750236587-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8964587/original/077614900_1782978033-IMG_1846.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6924748/original/062801600_1779695089-pexels-gustavo-fring-4173218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666759/original/012774400_1782700347-SnapInsta.to_731462219_18602610151004502_6886542019264665847_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9168686/original/052028100_1783089795-SnapInsta.to_731390804_18633683221028089_4612980540689131065_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111127/original/006590700_1783059947-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_13.21.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537481/original/061504900_1774424944-pexels-polina-tankilevitch-3735155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928406/original/044133000_1779698635-young-activists-preparing-action.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771065/original/068235200_1710317271-IMG_1701.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7421431/original/081522300_1780198905-kids-playing-around-calm-cosy-spaces_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550839/original/029409500_1775710216-foto2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297617/original/071085600_1784100903-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_13.16.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6218706/original/020422100_1779096025-Kepala_Badan_Pemulihan_Aset__BPA__Kejaksaan__Kuntadi-18_Mei_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386097/original/058488200_1760954213-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295697/original/095241300_1783939446-53527.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296638/original/083678100_1784019140-WhatsApp_Image_2026-07-14_at_15.37.38.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297096/original/063347000_1784078264-collage-1784077904949.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146175/original/079331700_1740767815-AP25058460324442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297682/original/095056800_1784103171-000_A7Y46H8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296977/original/087671600_1784037749-Tzuyu.jpg)