Sukses

Health

Sleepmaxxing sebagai Tren Wellness TikTok yang Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Fimela.com, Malang - Belakangan ini, TikTok dipenuhi konten tentang sleepmaxxing, sebuah tren wellness yang bertujuan memaksimalkan kualitas dan kuantitas tidur setiap malam. Video-video bertema sleepmaxxing telah ditonton ratusan ribu kali, menawarkan berbagai tips, produk, hingga ritual tidur yang diklaim dapat meningkatkan kualitas istirahat. Namun, di balik popularitasnya, tren ini memunculkan perdebatan antara manfaat nyata dan risiko kesehatan yang mungkin muncul. Sebagian saran memang dapat mendukung kualitas tidur, tetapi banyak pula konten yang mempromosikan cara atau produk yang justru dapat membahayakan.

Para ahli kesehatan mulai menyoroti fenomena ini karena sleepmaxxing sering dikemas sebagai gaya hidup yang membutuhkan banyak produk tambahan. Padahal, kualitas tidur tidak seharusnya dijadikan komoditas yang bergantung pada pembelian alat atau suplemen tertentu. Beberapa tips populer seperti penggunaan mouth tape, nostril expander, hingga suplemen tanpa bukti ilmiah dapat meningkatkan risiko gangguan napas atau mengiritasi saluran pernapasan. Oleh sebab itu, memahami mana informasi yang benar dan mana yang hanya tren sangat penting bagi publik.

Untuk membantu memisahkan mitos dari sains, sejumlah ahli mengidentifikasi bagian dari sleepmaxxing yang memang mendukung kesehatan tidur dan mana yang sebaiknya dihindari. Dengan demikian, tren ini dapat dimanfaatkan secara lebih bijak tanpa mengorbankan kesehatan.

Mengapa Sleepmaxxing Menjadi Viral?

Meskipun terlihat seperti tren baru, kebutuhan tidur berkualitas bukanlah fenomena sesaat. Selama bertahun-tahun, rekomendasi medis, seperti anjuran bahwa orang dewasa membutuhkan minimal tujuh jam tidur per malam sering tertutup oleh budaya “kerja keras” yang identik dengan begadang dan produktivitas tanpa henti. 

Setelah 2020, pandangan ini perlahan berubah, terutama dengan masuknya generasi baru yang lebih menekankan keseimbangan antara kerja, hiburan, dan kesehatan diri. Media sosial turut mempercepat pergeseran ini dengan menghadirkan ruang diskusi tentang pentingnya kualitas tidur. 

Para ahli menyebut bahwa sleepmaxxing berkembang karena masyarakat semakin sadar bahwa tidur merupakan fondasi kesehatan yang tidak dapat diabaikan. Pergeseran prioritas ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan tidur kini menjadi bagian dari self-care modern.

Manfaat Sleepmaxxing bagi Kesehatan

Prioritas terhadap tidur, apa pun namanya, membawa banyak keuntungan bagi fisik maupun mental. Menurut CDC, tidur cukup dapat mengurangi risiko sakit, menjaga berat badan tetap stabil, menurunkan stres, dan meningkatkan suasana hati. Tidur yang baik juga membantu mengurangi risiko penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. 

Selain itu, kualitas tidur yang optimal mendukung fungsi kognitif, termasuk fokus, ingatan, dan kemampuan mengambil keputusan. Para ahli menegaskan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan tubuh “runtuh” secara fungsional, layaknya kendaraan yang terus dipacu tanpa perawatan. Dengan demikian, sleepmaxxing sebenarnya dapat menjadi langkah positif jika diarahkan ke strategi yang tepat.

Apa Saja yang Benar-Benar Membantu Tidur Lebih Baik?

Meski banyak konten sleepmaxxing yang terlihat estetik atau glamor, para ahli menyatakan bahwa prinsip tidur sehat sebenarnya cukup sederhana. Menghindari konsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum tidur menjadi salah satu langkah utama untuk menenangkan sistem saraf. Mengurangi alkohol, terutama tiga jam sebelum tidur, juga penting agar tubuh dapat memprosesnya tanpa mengganggu siklus tidur. 

Selain itu, membatasi penggunaan layar 45 menit sebelum tidur membantu mengurangi paparan cahaya biru yang menghambat produksi melatonin. Konsistensi jadwal tidur, baik waktu tidur maupun bangun merupakan kunci untuk menjaga ritme sirkadian tetap stabil. Faktor lain seperti ruangan yang gelap dan sejuk serta paparan cahaya alami di pagi hari juga terbukti mendukung kualitas tidur yang optimal.

Sleepmaxxing dapat menjadi tren yang bermanfaat jika difokuskan pada prinsip tidur sehat yang sudah terbukti secara ilmiah. Tantangannya adalah memilah informasi yang aman dari saran-saran yang berisiko atau sekadar mengikuti estetika media sosial. 

Dengan memahami kebutuhan tubuh dan menerapkan kebiasaan tidur yang tepat, setiap orang dapat menikmati kualitas tidur yang lebih baik tanpa harus mengandalkan banyak produk tambahan. Pada akhirnya, tidur yang berkualitas adalah investasi kesehatan jangka panjang yang tidak memerlukan tren untuk menjadikannya prioritas.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading