Sukses

Lifestyle

Fakta Soal Papsmear yang Perlu Perempuan Tahu

Fimela.com, Jakarta Sebagai perempuan yang sudah menikah, dokter kandungan kemungkinan akan memberikan saran untuk melakukan papsmear. Papsmear, atau screening ini biasanya dilakukan seetiap 3 tahun sekali. 

Namun, banyak perempuan yang sudah menikah masih ragu-ragu untuk melakukan screening ini. Karena belum banyak juga yang paham, ada juga perempuan yang mengira papsmear adalah sebuah pengobatan. Lantas, apa sebenarnya pap smear? 

Metode Tes

Papsmear, dilansir dari Women's Health Magazine, merupakan sebuah metode tes yang sederhana dan cepat untuk melihat apakah ada sel kanker atau pre kanker dalam organ intim. 

Sel Diambil dengan Alat

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil contoh sel dari dalam organ intimmu. Meskipun begitu, proses ini tidak akan menimbulkan rasa sakit. Sel tersebut akan dibawa ke lab untuk dilakukan pemeriksaan apakah ada cancerous cell atau tidak. 

Tidak Semua Perempuan Harus Melakukan Tes

Tes ini bukan untuk semua perempuan. Cuma kamu yang sudah menikah atau aktif melakukan hubungan seksual. Medicine Net menulis, untuk perempuan yang sudah menikah antara umur 21-65 tahun, disarankan melakukan papsmear setiap 3 tahun. 

Risiko Tetap Ada

Semua prosedur pemeriksaan dan pengobatan kedokteran pasti memiliki risiko atau efek samping. Papsmear sendiri memiliki risiko yaitu adanya pendarahan. Pendarahan normal adalah pendarahan ringan. Namun, kalau terjadi pendarahan berleibihan, kamu harus memeriksakan atau sebaiknya bertanya kepada ObGyn yang menangani prosedur tersebut.